Obat Kosong, RSU Obi Bikin Pasien Tak Tertolong

- Penulis Berita

Kamis, 3 Juli 2025 - 07:51 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Obi, Nalarsatu.com – Keluhan soal pelayanan kesehatan kembali mencuat dari warga Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan. Kali ini, persoalan serius datang dari ketiadaan stok obat-obatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Obi. Sejumlah pasien mengaku selalu diminta membeli obat di luar rumah sakit karena tidak tersedia di instalasi farmasi.

Seorang pasien, inisial IT, menyampaikan kekesalannya setelah menjalani pemeriksaan medis di RSU Obi. Bukannya menerima pengobatan langsung, ia malah dibekali resep dan diarahkan untuk membeli obat di apotek luar.

“Setiap kali periksa, dokter langsung kasih resep dan bilang beli di luar. Kalau kami tidak punya uang, ya tidak bisa berobat,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (29/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, ironisnya, usaha IT mencari obat di apotek pun menemui jalan buntu. Obat yang diresepkan tidak tersedia di apotek manapun di sekitar Kecamatan Obi.

“Saya sudah keliling apotek tapi obatnya kosong semua. Terpaksa saya pulang ke rumah dan minum ramuan obat kampung yang saya punya. Ini bukan solusi, tapi mau bagaimana lagi?” keluh IT dengan nada putus asa.

IT menegaskan bahwa kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan dirasakan oleh banyak pasien lain.

“Rumah sakit seharusnya jadi tempat menyembuhkan, bukan tempat mempersulit. Ini rumah sakit pemerintah, tapi kami malah disuruh cari obat sendiri. Untuk apa ada RS kalau semua harus beli di luar? Dan kalau obat pun tidak ada di luar, kami jadi tak tertolong,” ucapnya dengan nada kesal.

Kritik juga datang dari tokoh masyarakat Desa Baru, Napsu Kamhois saat di Wawancara oleh media, kesal terhadap pihak manajemen RSU Obi.

“Kalau masalahnya anggaran, harusnya dijelaskan terbuka. Tapi kalau ini soal kelalaian dan buruknya pengelolaan, maka ini harus dievaluasi serius. Jangan sampai rakyat kecil jadi korban karena sistem yang bobrok,” kata Nipsu pada kamis (3/7).

Dalam konfirmasi kepada wartawan, direktur RSU Obi dr. Diky Hardiansyah menyebut bahwa pihak rumah sakit memang kerap menyarankan pasien membeli obat di luar karena stok tidak tersedia.

“Ini memang keluhan yang sudah lama. Jika obat tidak ada di RS, maka kami anjurkan beli di luar. Kami hanya bisa mengajukan permintaan obat ke Dinas Kesehatan melalui IFK (Instalasi Farmasi Kabupaten),” ujar Diky, Kamis (3/7).

Diky menegaskan bahwa rumah sakit tidak memiliki kewenangan dalam proses pengadaan langsung obat-obatan. Menurutnya, pengelolaan anggaran dan pembelanjaan sepenuhnya ditangani oleh Dinas Kesehatan dan IFK.

“Soal anggarannya kami tidak tahu. Kami hanya mengajukan daftar nama obat, itu saja,” katanya.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar soal kinerja manajemen RSU Obi dan Dinas Kesehatan setempat. Tidak tersedianya obat pokok di fasilitas kesehatan milik pemerintah menunjukkan adanya kelalaian sistemik, yang berdampak langsung pada keselamatan dan hak masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, tambah sukri.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemuda Merah Putih Minta Polisi Terapkan Pasal Berlapis dalam Kasus Dugaan Pelecehan di Kafe Bungalow 2
KJH FC Tancap Gas, Diler FC Kehabisan Bensin di Menit Akhir
DPRD Halsel Konsultasi ke RSUD Chasan Boesoirie, Cari Solusi Tunggakan Jaspel Nakes RSUD Labuha
Pemdes dan Masyarakat Moloku Gelar Doa Keselamatan HUT ke-23 Halmahera Selatan, Kades Harapkan Pembangunan Makin Meningkat
HUT ke-23 Halmahera Selatan, Asosiasi Dump Truck Obi Siap Dukung Percepatan Pembangunan Daerah
Nuansa Religius Warnai Pernikahan Eka Saputra dan Satrina Sukardi Dom di Gane Barat Utara
Abdul Kadir Uswanas Terpilih Menjadi Ketua Umum BPD HIPMI Maluku Utara 2026–2029, Momentum Persatuan dan Kemajuan Pengusaha Muda
Junaidi Abusama: Persoalan RSUD Labuha Tak Kunjung Tuntas, Fraksi PKB Siap Dorong Pembentukan Pansus DPRD
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:26 WIT

Tebarkan Kepedulian, Ciptakan Kebersamaan, IARMI Maharuyung Jabodetabek Gelar Bakti Sosial di Momentum Iduladha

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:45 WIT

Bawa Nama Halsel ke Tingkat Nasional, Soleman Bobote Raih Penghargaan Bergengsi

Rabu, 8 April 2026 - 15:42 WIT

GMNI Desak Kapolri Evaluasi Wadir Intelkam Polda Malut, Diduga Lecehkan Marwah Organisasi

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:42 WIT

Rabu, 11 Februari 2026 - 03:25 WIT

Bupati Bassam Kasuba: Pers Garda Terdepan Lawan Hoaks dan Jembatan Suara Rakyat

Minggu, 8 Februari 2026 - 05:27 WIT

Munawir Resmi Nahkodai GMNI Halsel, Tegaskan Soliditas dengan DPP GMNI RI

Jumat, 6 Februari 2026 - 13:46 WIT

Ancaman Jutaan Ton Limbah Slag Nikel PT.Harita Group, Kesiapan Pengelolaan Dipertanyakan

Berita Terbaru