Koordinator BKO Harita Teriak ‘Tembak!’ saat Ahli Waris Palang Proyek Bendung di Kawasi

- Penulis Berita

Sabtu, 22 November 2025 - 13:30 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawasi, Nalarsatu.com – Ketegangan pecah sejak Sabtu pagi di kawasan Sungai Akelamo, Desa Kawasi, Pulau Obi, setelah sekelompok ahli waris keluarga Hasan memblokir akses menuju lokasi pembangunan bendungan milik Harita Group. Aksi pemalangan dimulai sekitar pukul 10.00 WIT, dipicu ketidakjelasan penyelesaian kerusakan lahan yang sudah mereka tunggu bertahun-tahun.

Keluarga Hasan menegaskan bahwa kebun kelapa, yang selama puluhan tahun menjadi sumber nafkah mereka rusak akibat perubahan aliran sungai yang diduga kuat dipicu aktivitas perusahaan.

Hamid Hasan, salah satu ahli waris, menyampaikan kekesalannya saat diwawancarai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan sekadar tanah. Ini hidup kami. Harita bangun bendung, sungai berubah, kebun kami rusak dan sampai hari ini mereka tidak bertanggung jawab,” ujar Hamid Sabtu (22/11).

Situasi Saat Mediasi

Ia menyebut pihak perusahaan telah berulang kali datang membawa janji mediasi, namun tak ada satupun yang berakhir nyata. Bahkan ketika keluarga menanyakan tujuan pengeboran sungai, jawaban yang diterima hanyalah “rahasia”.

“Ternyata rahasianya begini, kebun kami tenggelam, tanah kami diambil, dan kami dibohongi,” ujarnya.

Sekitar pukul 12.27 WIT, sejumlah anggota TNI dan Polri tiba di lokasi. Kedatangan aparat yang semestinya menenangkan situasi justru bersamaan dengan meningkatnya ketegangan di lapangan.

Para ibu-ibu dari keluarga Hasan berdiri di tengah badan jalan, memalang akses keluar-masuk truk pengangkut material proyek.

“Tidak ada material lewat! Bayar dulu hak kami! Ini tanah kami, bukan tanah Harita!” teriak ahli waris ibu junet Sabtu (22/11).

Situasi memanas saat beberapa personel keamanan perusahaan termasuk Koordinator BKO/Supervisor Security berinisial O Alias Okto berada dilokasi dan mencoba membubarkan warga.

Menurut kesaksian ahli waris, Koordinator BKO security tersebut justru memprovokasi situasi dengan bentakan dan teriakan bernada ancaman.

Ibu Junet, ponakan Hamid Hasan, memberikan kesaksian langsung.

“Kami dibentak. Koordinator BKO security inisial O alias Okto teriak,‘tembak-tembak’. Kami jawab: ‘Silakan tembak, kami tidak takut mati. Kami cuma pertahankan harta orang tua kami’,” ungkapnya.

Area Bendung Lahan Alm.Hasan

Ia juga meminta aparat negara bersikap netral, dan melindungi kami, kami rakyat biasa jangan halangi kami.

“Kami mohon TNI dan Polisi jangan tekan kami, dan bantu kami. Harita belum jawab hak kami, kenapa kami yang dihadang?” tegasnya.

Beberapa warga menyebut sempat terjadi dorong-mendorong sebelum akhirnya situasi dapat dikendalikan.

Ketika Nalarsatu mencoba meminta klarifikasi langsung terkait dugaan teriakan “tembak” tersebut, Koordinator BKO/Supervisor Security berinisial O Alias (Okto) menghindar dan enggan memberikan komentar.

Okto hanya menjawab singkat: “Tidak ada komentar.”

Ia kemudian mengindar dari awak media tanpa memberi penjelasan tambahan.

Setelah situasi mereda, proses negosiasi antara ahli waris, aparat, dan perwakilan perusahaan berlangsung hingga sekitar 15.20 WIT. Namun, negosiasi tersebut belum menghasilkan keputusan konkret mengenai penyelesaian hak ahli waris.

Dari total 5 hektare lahan keluarga Hasan,2 hektare lebih sudah rusak berat akibat abrasi dan perubahan aliran sungai, 3 hektare lainnya terancam hilang bila proyek terus dilanjutkan tanpa penyelesaian.

“Ini Penyerobotan. Kami Tidak Akan Mundur.”

Hamid Hasan menegaskan bahwa aksi pemalangan akan terus berlanjut.

“Ini sudah penyerobotan tanah warisan. Selama Harita belum bayar kerusakan dan tanaman, kami akan palang terus,” tegasnya.

Perwakilan CSR Harita Group di lapangan menyatakan bahwa pihaknya siap memfasilitasi mediasi.

“Hari Senin kami siap memediasi. Pemerintah desa juga akan kami libatkan,” ujarnya.

Namun keluarga Hasan menegaskan mereka sudah terlalu sering menerima janji tanpa penyelesaian.

Hingga berita ini diturunkan, Harita Group belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden maupun tuntutan ahli waris. (red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan
Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan
Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan
Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan
Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar
Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan
Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan
Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel
Berita ini 536 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 16:13 WIT

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Kamis, 2 April 2026 - 07:45 WIT

Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan

Kamis, 2 April 2026 - 06:24 WIT

Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan

Senin, 30 Maret 2026 - 01:39 WIT

Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:45 WIT

Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:52 WIT

Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel

Selasa, 24 Maret 2026 - 09:47 WIT

BKM Masjid Nur Insani Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H, Angkat Tema Kemenangan dan Kebaikan

Berita Terbaru