Nasib Warga Obi di Ujung Laras Senjata, Anggota DPRD Halsel, Harita Jangan Seperti Preman!

- Penulis Berita

Minggu, 23 November 2025 - 05:27 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halsel, Nalarsatu.com – Tindakan represif yang dilakukan Seccurity PT.Harita Group, terhadap warga Obi, saat melakukan aksi protes atas rusaknya lahan mereka akibat aktivitas pertambangan dan/atau pembangunan Bendungan raksasa disungai yang berada di area industri pertambangan nickel PT.Harita Group pada Sabtu, (22/011/25).

Intimidasi korporasi nickel terhadap warga lokal ini menuai kecaman keras dari Anggota DPRD Halsel, MS.Nijar yang juga putra Obi mengecam keras tindakan represif keamanan perusahaan terhadap warga lokal.

“Sebagai putra Obi, tentu saya sangat prihatin melihat kondisi warga kami yang diintimidasi saat membela hak-hak mereka terhadap PT.Harita Group. Apapun alasannya tindakan itu tidak dapat dibenarkan. Kami mengecam tindakan represif Koordinator BKO Seccurity yang memerintahkan tembak warga satu per satu,”Tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perintah tembak warga itu dikeluarkan langsung oleh Koordinator BKO pengamanan saat mengawal aksi protes warga lokal atas tanah mereka yang tergerus habis akibat pembangunan Bendungan raksasa oleh PT.Harita Group di Kawasi, Pulau Obi.

“Warga memprotes tentu ada alasan, lseharusnya pihak PT.Harita Group, membuka diri dan duduk bersama dengan warga untuk menyelesaikan masalah bukan sebaliknya membenturkan warga dengan aparat. Hal ini sangat berbahaya dan berpotensi memicu konflik lebih besar dan rakyat bisa jadi korban,”Tandasnya.

Anggota Komisi 3 DPRD Halsel ini mendesak manajemen/Owner PT.Harita Group segera menarik dan mengavaluasi oknum keamanan perusahaan yang mengeluarkan perintah tembak tersebut.

“Saya tegaskan pada pihak owner Harita segera tarik oknum tersebut untuk dievaluasi dan patut diberikan sanksi tegas sesuai SOP pengamanan perusahaan. Pengamanan jangan gunakaan cara seperti preman saat menghadapi warga yang menuntut keadilan atas tanah mereka sendiri, ungkap MS.Nijar Sabtu (22/11).

Kejadian itu melukai perasaan dan memicu amarah mayoritas masyakat Obi dan berpotensi menimbulkan keresahan sosial disana.

Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat Obi untuk bersabar dan tidak terprovokasi. Kita percayakan saja kepada pihak-pihak yang berwenang untuk menyelesaikan masalah ini.

“Sebagai wakil rakyat, kami terus melakukan komunikasi dengan para pihak agar persoalan ini bisa segera diselesaikan. Jika belum ada titik temu antara warga dengan pihak PT.Harita Group. DPRD Halsel dapat membantu memfasilitasi para pihak untuk penyelesaian atas masalah ini”.Tutup, MS Nijar. (Red/Ir)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Aktivitas Galian C PT Pentangon Terang Asli di Obi Disorot, Diduga Beroperasi Tanpa Izin
Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab
Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga
Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”
Ko Lok Gelar Tasyakuran dan Aqiqah Cucu, Ratusan Warga Hadir Panjatkan Doa
FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa
LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal
PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade
Berita ini 327 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:01 WIT

Aktivitas Galian C PT Pentangon Terang Asli di Obi Disorot, Diduga Beroperasi Tanpa Izin

Minggu, 16 Agustus 2026 - 03:26 WIT

Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:41 WIT

Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:32 WIT

Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:13 WIT

FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:47 WIT

LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIT

PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:50 WIT

Respon Aksi Warga, Fraksi PKB Mendesak Pemda Halsel Segera Ambil Langkah Cepat Selesaikan Masalah Lahan di Pulau Obi

Berita Terbaru