Halmahera Selatan, Nalarsatu.com – Puluhan tahun masyarakat Desa Bobo hidup dengan keterbatasan akses listrik. Di tengah kondisi tersebut, PT Karya Tambang Sentosa (KTS), perusahaan yang masih berada pada tahap eksplorasi, mulai merealisasikan Program “KTS Bersinar “, sebuah inisiatif pemasangan instalasi listrik rumah warga yang disambut antusias oleh masyarakat dan pemerintah desa.
Program tersebut menjadi salah satu implementasi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR/PPM) yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan paling mendasar masyarakat. Tidak sekadar menghadirkan bantuan fisik, program ini juga dipandang sebagai upaya membangun kepercayaan di tengah berbagai dinamika yang kerap mengiringi investasi sektor pertambangan.
Perwakilan Manajement PT KTS, Arnoldus Wea, mengatakan perusahaan menyadari bahwa kepercayaan masyarakat tidak dapat dibangun hanya melalui pernyataan, tetapi harus dibuktikan dengan tindakan nyata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami memahami bahwa membangun kepercayaan jauh lebih sulit daripada membangun infrastruktur. Di tengah berbagai isu lingkungan dan agraria yang berkembang, kami memilih menunjukkan komitmen melalui kerja nyata. Meski perusahaan masih berada pada tahap eksplorasi, kami ingin masyarakat merasakan manfaat sejak awal kehadiran kami,” ujar Arnoldus.
Menurutnya, Program KTS Bersinar dilaksanakan secara bertahap. Pada fase pertama, sekitar 85 rumah akan memperoleh instalasi listrik. Seluruh rumah yang belum terlayani akan diselesaikan pada tahap berikutnya hingga seluruh masyarakat mendapatkan manfaat yang sama.
Bagi masyarakat Desa Bobo, program tersebut bukan sekadar bantuan instalasi listrik. Kehadirannya menjadi simbol hadirnya harapan baru setelah bertahun-tahun menunggu pelayanan dasar yang lebih baik.
Sekretaris Desa Bobo, Egen Romes Dailangi, menilai program tersebut menjawab kebutuhan yang telah lama dirasakan masyarakat.
“Berdasarkan kondisi di lapangan, masyarakat Desa Bobo sudah menanti puluhan tahun agar seluruh rumah dapat menikmati akses listrik yang layak. Karena itu, program ini disambut dengan sangat baik. Harapan kami, pelaksanaan tahap berikutnya dapat segera direalisasikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan seluruh warga,” katanya.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Desa Bobo, Zet Jems Totononu. Ia menilai langkah PT KTS merupakan komitmen yang patut diapresiasi karena diwujudkan ketika perusahaan bahkan belum memasuki tahap produksi.
“Kami mengapresiasi PT KTS karena menunjukkan kepedulian kepada masyarakat sejak masih berada pada tahap eksplorasi. Komitmen seperti ini memberikan harapan bahwa investasi tidak hanya berbicara tentang kegiatan usaha, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Di banyak wilayah pertambangan, hubungan antara perusahaan dan masyarakat sering kali diwarnai persoalan sosial, konflik agraria, maupun perdebatan mengenai manfaat investasi. Dalam konteks itu, Program KTS Bersinar menjadi langkah awal PT KTS untuk membangun hubungan yang lebih konstruktif dengan masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan dasar.
Ke depan, keberhasilan program ini tidak hanya akan diukur dari jumlah rumah yang terpasang instalasi listrik, tetapi juga dari sejauh mana komitmen tersebut mampu memperkuat kepercayaan publik dan menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Bobo.






