Halmahera Selatan,Nalarsatu.com – PT Karya Tambang Sentosa (KTS) ingin mengubah cara pandang terhadap Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat. Bagi perusahaan, PPM bukan sekadar mekanisme memasukkan proposal lalu menunggu pembayaran.

Pesan itu disampaikan dalam Rapat Evaluasi Capaian dan Tantangan Program PPM Tahun 2026 bersama masyarakat Desa Bobo, Kecamatan Obi Selatan, Jumat (18/9/2026).

Perwakilan Manajemen PT KTS, Arnoldus Wea, mengatakan setiap aspirasi masyarakat tetap perlu didengar. Namun, tidak semua permintaan otomatis dapat ditetapkan sebagai program perusahaan.

“Proposal adalah pintu masuk untuk menyampaikan kebutuhan, bukan jaminan bahwa perusahaan harus langsung membayar. Setiap usulan perlu dilihat prioritasnya, manfaatnya, kesesuaiannya dengan ruang lingkup PPM, dan kemampuan program untuk memberi dampak yang berkelanjutan,” kata Arnoldus.

Manajemen KTS menjelaskan bahwa usulan idealnya melalui tahapan pembahasan kebutuhan, penentuan prioritas, penyesuaian dengan rencana perusahaan, verifikasi, persetujuan, pelaksanaan, pemantauan, hingga laporan manfaat program. Pendekatan tersebut diperlukan agar PPM tidak terjebak menjadi bantuan jangka pendek tanpa arah. Perusahaan ingin program secara bertahap mendorong masyarakat menjadi lebih berdaya dan mandiri.

Menurut Arnoldus, perusahaan juga perlu berani menjelaskan ketika suatu usulan belum dapat dijalankan. Penjelasan harus disertai alasan yang dapat dipahami, bukan sekadar penolakan.

“Tugas perusahaan bukan mengiyakan semua permintaan, tetapi memastikan keputusan dapat dipertanggungjawabkan. Kalau program sesuai kebutuhan dan memberi manfaat, kita dorong. Kalau belum sesuai, kita jelaskan dan cari pilihan yang lebih tepat,” ujarnya.

Dalam skema tersebut, Pemerintah Desa berperan menyampaikan kebutuhan prioritas dan membantu koordinasi. BPD mengawal aspirasi masyarakat, dan warga berperan untuk ikut memberikan masukan serta menjaga keberlanjutan fasilitas dan program.

KTS masih berada pada tahap eksplorasi dan inventarisasi lahan. Meski demikian, perusahaan tetap menjalankan PPM secara bertahap sebagai bagian dari upaya membangun hubungan sejak awal dengan masyarakat sekitar. (red)