Halmahera Selatan, Nalarsatu.com – Pengurus Ikatan Keluarga Besar (IKB) Masatawa Kabupaten Halmahera Selatan periode 2024–2029 resmi dikukuhkan dalam seremoni yang berlangsung di Desa Kampung Makian, Kecamatan Bacan Selatan, Sabtu (14/2) malam.
Pengukuhan tersebut dihadiri langsung Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba, Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin, Sekretaris Daerah Dr. Abdillah Kamarullah, Ketua DPRD Halsel Hj. Salma Samad, unsur Forkopimda, para camat, hingga kepala desa. Kehadiran jajaran pimpinan daerah itu menandai kuatnya legitimasi sosial dan politik terhadap eksistensi paguyuban masyarakat Makian luar di Halmahera Selatan.
Ketua IKB Masatawa Halsel, Ikbal Hi Mustafa, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengukuhan kepengurusan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum konsolidasi sosial dan penguatan solidaritas warga Masatawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pengukuhan ini adalah titik penguatan komitmen bersama. IKB bukan hanya wadah silaturahmi, tetapi ruang membangun kontribusi nyata bagi daerah,” tegas Ikbal Sabtu (14/2).
Ia memaparkan, IKB Masatawa Halsel terbentuk pada 2005 melalui musyawarah perdana di Pantai Kupal. Saat itu, dua figur muda Kahar Yasin dan Ali Rahman mencalonkan diri sebagai ketua, dan hasil musyawarah menetapkan Alim Rahman sebagai ketua pertama.
Sementara di tingkat Provinsi Maluku Utara, musyawarah IKB Masatawa pertama kali digelar pada 1985 di Malifut dan melahirkan dr. Husen Kausaha sebagai ketua umum.
Secara kultural, Masatawa merupakan paguyuban masyarakat Makian luar yang mencakup enam kampung di wilayah Makian Barat, yakni Malapat, Talapao, Tafasoho, Tagono, Babawa, dan Ombawa. Ikbal juga meluruskan bahwa Mataketen merupakan bagian dari Tafasoho, sehingga tidak disebut secara terpisah.
Budaya sebagai Fondasi Pembangunan
Ikbal yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Halsel menekankan pentingnya penguatan nilai budaya sebagai fondasi pembangunan daerah.
Menurutnya, identitas kultural yang terawat akan melahirkan kecerdasan kolektif dan solidaritas sosial yang kokoh dua elemen penting dalam mendorong kemajuan daerah.
“Budaya yang terkelola dengan baik bukan sekadar simbol, tetapi energi sosial. Dari sanalah lahir kesadaran bersama untuk membangun,” ujarnya.
Ia juga menyinggung keterwakilan masyarakat Masatawa di DPRD Halmahera Selatan. Saat ini terdapat tujuh anggota legislatif dari total 30 anggota dewan yang berasal dari keluarga besar Masatawa. Namun, Ikbal menegaskan bahwa kekuatan tersebut tidak boleh dimaknai sebagai konsolidasi politik praktis.
“Kebersamaan ini bukan untuk kepentingan politik sesaat, tetapi untuk memastikan kontribusi nyata bagi pembangunan Halmahera Selatan secara menyeluruh,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Ikbal menyampaikan aspirasi masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan di wilayah asalnya yang hingga kini belum beraspal. Ia mengaku telah melihat langsung kondisi tersebut dan berkomitmen meneruskan aspirasi itu kepada kepala daerah.
“Aspirasi ini menjadi tanggung jawab moral saya untuk diteruskan kepada Bupati dan Wakil Bupati, demi kepentingan masyarakat di tanah leluhur,” pungkasnya.
Dalam sambutannya, Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba menekankan pentingnya menjaga persaudaraan di tengah keberagaman suku dan latar belakang budaya di Halmahera Selatan. Ia mengutip makna ayat Al-Qur’an tentang manusia yang diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal.
“Perbedaan itu sesuatu yang biasa. Yang paling penting adalah bagaimana kita saling mengenal, saling memahami, dan saling menguatkan,” ujarnya.
Bupati juga mengenang peran tokoh agama Ustadz Yahya yang dinilainya berjasa besar dalam mendorong semangat pendidikan di keluarganya. Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan derajat dan masa depan generasi muda Halmahera Selatan.
Bassam turut mengapresiasi kontribusi keluarga besar Masatawa yang memiliki tujuh wakil di DPRD Halsel. Ia berharap perbedaan latar belakang politik tidak menghambat semangat kolektif dalam membangun daerah.
“Walaupun berbeda latar belakang, kita harus tetap duduk bersama dan memikirkan apa yang bisa kita kontribusikan untuk kemajuan masyarakat,” tegas Bassam Sabtu (14/2).
Dalam konteks pembangunan, Bupati juga menyinggung komitmen pemerintah daerah terhadap penguatan infrastruktur di wilayah Makian Barat dan desa-desa sekitar seperti Busua dan Bokimake. Pembangunan dermaga serta peningkatan akses jalan antar desa disebut sebagai bagian dari prioritas pemerintah daerah.
Pengukuhan IKB Masatawa periode 2024–2029 ini diharapkan menjadi momentum penguatan peran sosial dan budaya masyarakat Makian luar, sekaligus mempertegas posisi organisasi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan Halmahera Selatan.
Acara berlangsung khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan, ditutup dengan doa bersama serta harapan agar IKB Masatawa mampu memberi manfaat luas bagi masyarakat dan daerah ke depan. (red)







