Halmahera Selatan, Nalarsatu.com – Perayaan Tahun Baru Imlek kembali menjadi momen sakral dan penuh makna bagi masyarakat Tionghoa, termasuk yang berada di Kabupaten Halmahera Selatan. Tahun ini, Imlek menandai masuknya Tahun Kuda Api, yang dalam kepercayaan Tionghoa dimaknai sebagai simbol semangat, keberanian, energi, dan kerja keras menuju kemajuan.
Di Desa Tomori, Halmahera Selatan, perayaan Imlek berlangsung hangat dan sederhana. Kim Lin bersama keluarga menggelar syukuran sekaligus mengundang sejumlah awak media untuk berbagi kebahagiaan di momentum tahun baru tersebut.
Bagi Kim Lin, yang telah merantau sejak 2019 dan kini menetap di Halmahera Selatan, Imlek bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga ruang untuk mempererat kebersamaan, baik dengan keluarga maupun sahabat di tanah rantau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Biasanya setahun sekali bisa kumpul keluarga besar. Karena kami perantauan jauh, jadi kumpulnya dengan keluarga inti dan teman-teman di sini saja,” ujar Kim Lin.
Ia menjelaskan bahwa Imlek merupakan penanda pergantian tahun dalam penanggalan Tionghoa yang berlangsung dalam siklus 12 bulan dan 12 shio. Meski jauh dari kampung halaman, semangat menyambut tahun baru tetap terasa hangat dan penuh antusiasme.
Memasuki Tahun Kuda Api, Kim Lin menyampaikan harapan penuh optimisme. Ia berharap tahun ini membawa kemakmuran, kesehatan, dan kemajuan bersama, tidak hanya bagi keluarganya, tetapi juga bagi masyarakat Halmahera Selatan secara umum.
“Harapannya kemakmuran bersama dan kemajuan untuk semua. Walaupun kita berbeda-beda cara penyambutannya, tapi tujuan kita sama, mencari keberkahan,” ungkap Kim Senin (16/2).
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam simbol Kuda Api seperti kerja keras, keberanian menghadapi tantangan, dan semangat pantang menyerah relevan untuk semua kalangan dalam menghadapi dinamika kehidupan dan pembangunan daerah. (red)







