Lulusan Tanpa Status: 27 Siswa MA Kukupang Terlantar karena Masalah Administrasi dan Sinkronisasi Data

- Penulis Berita

Jumat, 27 Juni 2025 - 11:32 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halsel, Nalarsatu.com – Sebanyak 27 siswa Madrasah Aliyah (MA) Kukupang, Kecamatan Kepulauan Joronga, angkatan 2025 hingga kini belum menerima ijazah kelulusan. Bukan karena belum menyelesaikan studi atau gagal ujian, tetapi karena nama mereka tidak masuk ke sistem EMIS (Education Management Information System) milik Kementerian Agama syarat resmi penerbitan ijazah madrasah secara nasional.

Masalah ini mencuat setelah diketahui bahwa data 27 siswa tersebut tidak dimasukkan ke EMIS dan tidak tersinkronisasi dengan PDUM (Pangkalan Data Ujian Madrasah). Akibatnya, hingga saat ini ijazah tidak bisa dicetak secara nasional.

Menurut salah satu guru, kelalaian ini sudah diingatkan sejak awal. “Para guru sudah berusaha mengingatkan Pak Anhar Marasabessy (Kepala Sekolah), tapi tidak pernah ditindaklanjuti. Ini kelalaian kepala sekolah,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para orang tua siswa menyatakan kekecewaan mendalam. “Anak kami sudah tamat, tapi dianggap tidak pernah sekolah hanya karena data tidak masuk sistem. Kami minta Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah bertanggung jawab penuh,” ujar seorang wali murid, Kamis (26/6).

Hingga berita ini ditulis, baik Ketua Yayasan maupun Kepala MA Kukupang belum memberikan pernyataan resmi. Tidak ada klarifikasi, permintaan maaf, maupun solusi konkret bagi siswa yang hak kelulusannya belum diakui.

Desakan keras juga datang dari kalangan mahasiswa. Tendri Rudin, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, menyebut kejadian ini sebagai bentuk kegagalan sistemik. “Ini bukan hanya kelalaian teknis, tapi kelalaian struktural yang mengorbankan masa depan anak-anak desa. Kami mendesak Kemenag Provinsi untuk mencopot kepala sekolah. Jika tidak ditindaklanjuti, kami akan bawa kasus ini berlanjut,” tegasnya, Jumat (27/6).

Masyarakat Kukupang juga menyatakan siap menempuh jalur hukum. Mereka mendesak Kementerian Agama Kabupaten dan Provinsi Maluku Utara untuk segera menyelidiki, memberi sanksi, dan menjamin hak 27 siswa diselamatkan. (Red/BM)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Aktivitas Galian C PT Pentangon Terang Asli di Obi Disorot, Diduga Beroperasi Tanpa Izin
Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab
Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga
Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”
Ko Lok Gelar Tasyakuran dan Aqiqah Cucu, Ratusan Warga Hadir Panjatkan Doa
FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa
LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal
PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade
Berita ini 147 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:01 WIT

Aktivitas Galian C PT Pentangon Terang Asli di Obi Disorot, Diduga Beroperasi Tanpa Izin

Minggu, 16 Agustus 2026 - 03:26 WIT

Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:41 WIT

Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:32 WIT

Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:13 WIT

FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:47 WIT

LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIT

PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:50 WIT

Respon Aksi Warga, Fraksi PKB Mendesak Pemda Halsel Segera Ambil Langkah Cepat Selesaikan Masalah Lahan di Pulau Obi

Berita Terbaru