Tuntut Keadilan Warga Maba, Mahasiswa Duduki Gerbang Polda Malut

- Penulis Berita

Senin, 26 Mei 2025 - 11:51 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternate, Nalarsatu.com – Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Ternate yang tergabung dalam Aliansi Peduli Masyarakat Maba menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Maluku Utara, Senin (26/5). Mereka menuntut pembebasan 11 warga Maba Sangaji, Halmahera Timur, yang ditahan setelah aksi protes terhadap aktivitas tambang pada 18 Mei lalu.

Aksi dimulai sekitar pukul 15.00 WIT. Massa bergerak dari Kantor Kemenkumham menuju Polda maluku Utara dan duduk di jalan depan Mapolda sambil membentangkan spanduk tuntutan. Hingga sore, aksi masih berlangsung dengan penjagaan aparat kepolisian.

Presiden BEM Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (Unutara), Risman Taha, menyampaikan sejumlah pernyataan keras dalam orasinya. Ia menilai penangkapan warga Maba Sangaji tidak sesuai prosedur hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penangkapan ini sangat inprosedural. Warga menyampaikan pendapat di muka umum, tapi justru ditangkap seperti kriminal,” ujar Risman dalam orasinya

Mahasiswa IPS Unutara sekaligus putra Fagogoru itu juga menuding bahwa aparat kepolisian memiliki kepentingan langsung dengan perusahaan tambang PT. Posetion yang beroperasi di Halmahera Timur.

“Kami menduga kuat Polda Malut dan Polres Haltim memiliki saham atau keterlibatan di dalam tubuh PT. Posetion. Ini harus diusut,” tegasnya.

Selain menyoroti penahanan warga, BEM Unutara juga mendesak agar pihak kepolisian segera mengungkap pelaku pembunuhan berantai yang terjadi di kawasan hutan Halmahera Timur dan Halmahera Tengah. Mereka menilai kasus tersebut terabaikan karena fokus aparat hanya tertuju pada pengamanan investasi.

“Kapolda dan Kapolres Haltim harus dicopot. Kami melihat tidak ada keberpihakan pada rakyat,” kata Risman.

Hingga pukul 17.30 WIT, massa masih bertahan di lokasi. Pihak kepolisian meminta agar aksi dibubarkan tepat pukul 18.00 WIT. Sementara itu, belum ada pernyataan resmi dari Polda Malut terkait tuntutan massa aksi. (Red/Tiar)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan
Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan
Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan
Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan
Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar
Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan
Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan
Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel
Berita ini 97 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 16:13 WIT

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Kamis, 2 April 2026 - 07:45 WIT

Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan

Kamis, 2 April 2026 - 06:24 WIT

Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan

Senin, 30 Maret 2026 - 01:39 WIT

Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:45 WIT

Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:52 WIT

Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel

Selasa, 24 Maret 2026 - 09:47 WIT

BKM Masjid Nur Insani Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H, Angkat Tema Kemenangan dan Kebaikan

Berita Terbaru