Ngafi, Komoditi Khas Bajo yang Menopang Ekonomi Pesisir Halsel

- Penulis Berita

Rabu, 17 September 2025 - 12:07 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL, Nalarsatu.com – Musim ikan teri tiba, Desa Bajo di Kecamatan Kepulauan Botang Lomang, Halmahera Selatan, kembali hidup dengan aktivitas khasnya. Jalan-jalan desa berubah menjadi sentra produksi ikan teri kering atau Ngafi komoditi unggulan Maluku Utara yang kini kian dikenal di pasaran.

Setiap kali nelayan bagan membawa hasil tangkapan melimpah, warga berbondong-bondong membeli ikan teri segar untuk dijemur. Hampir semua kepala keluarga ikut serta, menjadikan momen ini sebagai peluang emas menambah penghasilan.

Harga ikan teri segar di tingkat nelayan berkisar Rp70–80 ribu per takar (wadah berbentuk segi empat). Setelah dijemur hingga kering, satu takar bisa menghasilkan 4–5 kilogram ikan. Di pasaran, Ngafi dijual Rp30–35 ribu per kilogram, sementara pengecer yang membeli langsung dari warga memperoleh harga Rp25–27 ribu per kilogram.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, musim ini jadi berkah untuk semua keluarga. Dari hasil jemuran ikan, kami bisa dapat tambahan penghasilan,” ungkap Fariani, salah satu warga Desa Bajo.

Hal senada disampaikan Badarun, nelayan bagan. “Kalau musim ramai, sekali angkat bisa sampai puluhan takar. Kami jual ke warga untuk dijemur lagi, dan hasilnya lumayan,” tuturnya.

Dalam sepekan, produksi Ngafi di Desa Bajo dapat mencapai ratusan hingga ribuan kilogram. Angka ini menegaskan betapa pentingnya musim ikan teri bagi keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir.

Namun, Ngafi bukan sekadar komoditi ekonomi. Bagi masyarakat Bajo, tradisi menjemur ikan di sepanjang jalan desa adalah warisan turun-temurun. Aktivitas ini mencerminkan kearifan lokal dalam memanfaatkan hasil laut sekaligus memperkuat ikatan sosial melalui kerja bersama.

Meski demikian, warga berharap pemerintah daerah lebih serius memberi perhatian pada pengembangan Ngafi. Mulai dari penyediaan fasilitas penjemuran yang layak, pelatihan pengemasan agar lebih menarik, hingga membuka akses pasar yang lebih luas. Dukungan tersebut diyakini akan meningkatkan nilai jual dan menjadikan Ngafi sebagai produk unggulan Maluku Utara.

Kini, dari jemuran sederhana di halaman rumah warga Bajo, Ngafi telah melangkah ke pasar-pasar kota. Ia bukan hanya simbol identitas masyarakat pesisir, tetapi juga sumber ekonomi yang membanggakan Halmahera Selatan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

RDP DPRD Halsel: Kades Soligi Tegaskan Lahan Alimusu Masuk Wilayahnya, 7 Fraksi Desak Pembentukan Tim Sengketa
Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan
Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan
Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan
Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan
Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar
Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan
Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 08:41 WIT

RDP DPRD Halsel: Kades Soligi Tegaskan Lahan Alimusu Masuk Wilayahnya, 7 Fraksi Desak Pembentukan Tim Sengketa

Jumat, 3 April 2026 - 16:13 WIT

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Kamis, 2 April 2026 - 07:45 WIT

Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan

Senin, 30 Maret 2026 - 01:39 WIT

Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:56 WIT

Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:45 WIT

Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:52 WIT

Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel

Berita Terbaru