OTT KPK Bongkar Skandal Suap Rp 8 Miliar di KPP Madya Jakut, Pajak PT Wanatiara Dipangkas 80 Persen

- Penulis Berita

Senin, 12 Januari 2026 - 00:42 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Nalarsatu.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap praktik suap di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara melalui operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar pada Jumat hingga Sabtu, 9–10 Januari 2026.

Dalam perkara ini, pejabat pajak diduga meminta uang suap sebesar Rp 8 miliar kepada PT Wanatiara Persada (PT WP) untuk mengatur pengurangan kewajiban pajak perusahaan. Informasi tersebut disampaikan KPK sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu menjelaskan, kasus ini bermula dari pemeriksaan kewajiban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) PT Wanatiara Persada untuk tahun pajak 2023. Dari hasil pemeriksaan, tim KPP Madya Jakarta Utara menemukan potensi kekurangan pembayaran pajak sebesar Rp 75 miliar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, pihak perusahaan tidak menerima hasil tersebut dan mengajukan sanggahan beberapa kali.

Di tengah proses sanggahan, Kepala Seksi Pengawas dan Konsultasi (Waskon) KPP Madya Jakarta Utara, Agus Syaifudin (AGS), diduga menawarkan pengurangan nilai pajak menjadi Rp 15,7 miliar dengan syarat perusahaan membayar fee atau suap sebesar Rp 8 miliar.

“Sebesar Rp 8 miliar untuk fee saudara AGS serta dibagikan kepada para pihak di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak,” ujar Asep.

Kesepakatan tersebut kemudian dituangkan dalam penerbitan Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan (SPHP) dengan nilai kewajiban pajak Rp 15,7 miliar. Dengan demikian, kewajiban pajak PT Wanatiara Persada dipangkas sekitar Rp 59,3 miliar atau 80 persen dari nilai awal yang ditemukan tim pemeriksa.

Suap Disamarkan Lewat Konsultan Pajak
KPK juga mengungkap bahwa dari total kesepakatan suap Rp 8 miliar, Rp 4 miliar telah dibayarkan oleh PT Wanatiara Persada pada Desember 2025. Uang tersebut tidak diberikan langsung kepada Agus Syaifudin, melainkan disalurkan melalui perusahaan konsultan pajak PT Niogayo Bisnis Konsultan (NGK).

PT Wanatiara Persada membuat kontrak fiktif seolah-olah menggunakan jasa PT NGK dengan nilai Rp 4 miliar. Dalam pembukuan perusahaan, transaksi tersebut dicatat sebagai pembayaran jasa konsultasi pajak.

“Dalam catatan PT WP, uang Rp 4 miliar itu dicatat sebagai pembayaran kepada PT NGK untuk konsultasi pajak, padahal sejatinya digunakan untuk pemberian kepada saudara AGS,” kata Asep.

Lima Orang Ditetapkan sebagai Tersangka
Dari hasil OTT dan pengembangan perkara, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka, yakni:

1. Dwi Budi, Kepala KPP Madya Jakarta Utara
2.Agus Syaifudin (AGS), Kepala Seksi Pengawas dan Konsultasi
3. Askob Bahtiar, Tim Penilai di KPP Madya Jakarta Utara
serta dua pihak lainnya yang terlibat dalam rangkaian suap tersebut

KPK menegaskan penyidikan masih terus dikembangkan, termasuk penelusuran aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak. (red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Aktivitas Galian C PT Pentangon Terang Asli di Obi Disorot, Diduga Beroperasi Tanpa Izin
Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab
Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga
Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”
Ko Lok Gelar Tasyakuran dan Aqiqah Cucu, Ratusan Warga Hadir Panjatkan Doa
FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa
LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal
PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade
Berita ini 117 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:01 WIT

Aktivitas Galian C PT Pentangon Terang Asli di Obi Disorot, Diduga Beroperasi Tanpa Izin

Minggu, 16 Agustus 2026 - 03:26 WIT

Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:41 WIT

Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:32 WIT

Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:13 WIT

FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:47 WIT

LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIT

PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:50 WIT

Respon Aksi Warga, Fraksi PKB Mendesak Pemda Halsel Segera Ambil Langkah Cepat Selesaikan Masalah Lahan di Pulau Obi

Berita Terbaru