Kecelakaan Kerja di Area Harita Group, Pekerja Asal Mandioli Selatan Meninggal Dunia

- Penulis Berita

Sabtu, 17 Januari 2026 - 02:47 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Halmahera Selatan, Nalarsatu.com – Kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan industri pertambangan di Kabupaten Halmahera Selatan. Seorang pekerja bernama Gheliver Milton Robodoe, warga Desa Galala, Kecamatan Mandioli Selatan, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja di area conveyor (produksi) GP milik PT Megah Surya Pertiwi (MSP), perusahaan yang beroperasi di bawah Harita Group, Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIT.

Informasi duka tersebut dibenarkan oleh pihak keluarga korban kepada media. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban mengalami luka berat akibat insiden tersebut, di antaranya patah tangan, patah kaki, serta dugaan cedera serius pada bagian leher. Korban sempat berada dalam kondisi kritis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Pasca-kejadian, jenazah korban dievakuasi menggunakan speed ambulance milik perusahaan. Berdasarkan data yang diterima redaksi, speed ambulance bertolak dari area perusahaan sekitar pukul 22.12 WIT, tiba di Pelabuhan Kupal pada 01.15 WIT, dan selanjutnya diberangkatkan menuju Desa Galala sekitar pukul 02.45 WIT untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Hingga berita ini diterbitkan, kronologi lengkap kecelakaan kerja belum disampaikan secara resmi oleh pihak perusahaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketiadaan penjelasan terbuka tersebut memicu perhatian publik, khususnya terkait penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di area produksi berisiko tinggi seperti conveyor, yang secara teknis menuntut sistem pengamanan serta prosedur kerja yang ketat.

Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan aspek fundamental dalam operasional industri, terutama di sektor pertambangan.

Kecelakaan kerja tidak hanya berdampak pada individu pekerja, tetapi juga mencerminkan sistem pengawasan, kepatuhan terhadap prosedur, serta tanggung jawab perusahaan dalam melindungi tenaga kerjanya.

Pihak keluarga korban berharap perusahaan bertanggung jawab sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, termasuk pemenuhan seluruh hak ketenagakerjaan korban serta dukungan terhadap keluarga yang ditinggalkan.

Selain itu, keluarga korban bersama sejumlah pihak mendorong Dinas Ketenagakerjaan dan instansi pengawas terkait untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh di lokasi kejadian, guna memastikan bahwa penerapan standar K3 benar-benar dijalankan sesuai regulasi.

Sampai berita ini dipublikasikan, pihak PT MSP maupun Harita Group belum memberikan keterangan resmi. Redaksi Nalarsatu.com tetap membuka ruang klarifikasi sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dan akurasi informasi.

Insiden ini menjadi pengingat serius bagi dunia industri bahwa produktivitas tidak boleh dibayar dengan risiko kehilangan nyawa, dan bahwa keselamatan pekerja harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional.
(red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polres Halsel Klarifikasi Dugaan Penganiayaan Warga oleh Oknum Polisi, Kasi Humas: Semua Laporan Akan Diproses Secara Objektif
BARAH Desak Polres Halsel Usut Dugaan Praktik Togel di Pulau Bacan
Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Ferdi Latumeten Lapor ke Polres Halsel Didampingi Tim Kuasa Hukum
Dugaan Pengeroyokan oleh Tiga Oknum Polisi, Warga Halsel Alami Luka-Luka
Jaringan Internet Obi Kerap Mati-Hidup, Asosiasi Dump Truck Ancam Gelar Mosi Tidak Percaya kepada Pemprov dan Pemda
Pemuda Merah Putih Minta Polisi Terapkan Pasal Berlapis dalam Kasus Dugaan Pelecehan di Kafe Bungalow 2
KJH FC Tancap Gas, Diler FC Kehabisan Bensin di Menit Akhir
DPRD Halsel Konsultasi ke RSUD Chasan Boesoirie, Cari Solusi Tunggakan Jaspel Nakes RSUD Labuha
Berita ini 299 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:40 WIT

Polres Halsel Klarifikasi Dugaan Penganiayaan Warga oleh Oknum Polisi, Kasi Humas: Semua Laporan Akan Diproses Secara Objektif

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:55 WIT

BARAH Desak Polres Halsel Usut Dugaan Praktik Togel di Pulau Bacan

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:13 WIT

Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Ferdi Latumeten Lapor ke Polres Halsel Didampingi Tim Kuasa Hukum

Selasa, 16 Juni 2026 - 05:02 WIT

Dugaan Pengeroyokan oleh Tiga Oknum Polisi, Warga Halsel Alami Luka-Luka

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:29 WIT

Jaringan Internet Obi Kerap Mati-Hidup, Asosiasi Dump Truck Ancam Gelar Mosi Tidak Percaya kepada Pemprov dan Pemda

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:53 WIT

KJH FC Tancap Gas, Diler FC Kehabisan Bensin di Menit Akhir

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:58 WIT

DPRD Halsel Konsultasi ke RSUD Chasan Boesoirie, Cari Solusi Tunggakan Jaspel Nakes RSUD Labuha

Rabu, 10 Juni 2026 - 03:49 WIT

Pemdes dan Masyarakat Moloku Gelar Doa Keselamatan HUT ke-23 Halmahera Selatan, Kades Harapkan Pembangunan Makin Meningkat

Berita Terbaru