Kecelakaan Kerja di Tambang Halsel, Karyawan PT Megah Surya Pertiwi Meninggal Dunia

- Penulis Berita

Minggu, 18 Januari 2026 - 10:33 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok : Humas Harita

Dok : Humas Harita

HALSEL, Nalarsatu.com – Insiden kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan industri pertambangan Halmahera Selatan. Seorang karyawan PT Megah Surya Pertiwi dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas perawatan alat di area kerja, Jumat (16/1/2026).

Korban diketahui bernama Wilton Guliver Robodoe. Peristiwa nahas tersebut terjadi ketika korban tengah melakukan aktivitas perawatan peralatan. Rekan kerja bersama tim reaksi cepat perusahaan segera memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasi korban ke klinik perusahaan untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Namun, upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil. Tim medis menyatakan korban meninggal dunia sekitar pukul 16.30 WIT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui keterangan tertulis, manajemen perusahaan menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian tersebut. Vice President Media Relations Harita Nickel, Irsyad Prakasa Prawiradilaga, menyatakan perusahaan sangat menyesalkan insiden yang merenggut nyawa salah satu karyawannya.

“Perusahaan menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum dan rekan kerja yang ditinggalkan,” ujar Irsyad.

Ia menjelaskan, perusahaan telah mengantarkan jenazah korban ke rumah duka serta melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah sesuai prosedur yang berlaku. Saat ini, proses investigasi menyeluruh tengah dilakukan untuk mengungkap penyebab kecelakaan kerja tersebut.

“Hasil investigasi akan menjadi dasar penguatan dan evaluasi prosedur keselamatan kerja di seluruh area operasi sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja,” jelasnya.

Selain itu, perusahaan juga mengaku telah berkoordinasi langsung dengan pihak keluarga korban untuk memberikan dukungan penuh, termasuk bantuan logistik, pendampingan psikososial, serta pemenuhan hak-hak korban sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya penerapan standar keselamatan kerja secara ketat di sektor industri ekstraktif, khususnya di wilayah pertambangan Halmahera Selatan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemuda Merah Putih Minta Polisi Terapkan Pasal Berlapis dalam Kasus Dugaan Pelecehan di Kafe Bungalow 2
KJH FC Tancap Gas, Diler FC Kehabisan Bensin di Menit Akhir
DPRD Halsel Konsultasi ke RSUD Chasan Boesoirie, Cari Solusi Tunggakan Jaspel Nakes RSUD Labuha
Pemdes dan Masyarakat Moloku Gelar Doa Keselamatan HUT ke-23 Halmahera Selatan, Kades Harapkan Pembangunan Makin Meningkat
HUT ke-23 Halmahera Selatan, Asosiasi Dump Truck Obi Siap Dukung Percepatan Pembangunan Daerah
Nuansa Religius Warnai Pernikahan Eka Saputra dan Satrina Sukardi Dom di Gane Barat Utara
Abdul Kadir Uswanas Terpilih Menjadi Ketua Umum BPD HIPMI Maluku Utara 2026–2029, Momentum Persatuan dan Kemajuan Pengusaha Muda
Junaidi Abusama: Persoalan RSUD Labuha Tak Kunjung Tuntas, Fraksi PKB Siap Dorong Pembentukan Pansus DPRD
Berita ini 136 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:26 WIT

Tebarkan Kepedulian, Ciptakan Kebersamaan, IARMI Maharuyung Jabodetabek Gelar Bakti Sosial di Momentum Iduladha

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:45 WIT

Bawa Nama Halsel ke Tingkat Nasional, Soleman Bobote Raih Penghargaan Bergengsi

Rabu, 8 April 2026 - 15:42 WIT

GMNI Desak Kapolri Evaluasi Wadir Intelkam Polda Malut, Diduga Lecehkan Marwah Organisasi

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:42 WIT

Rabu, 11 Februari 2026 - 03:25 WIT

Bupati Bassam Kasuba: Pers Garda Terdepan Lawan Hoaks dan Jembatan Suara Rakyat

Minggu, 8 Februari 2026 - 05:27 WIT

Munawir Resmi Nahkodai GMNI Halsel, Tegaskan Soliditas dengan DPP GMNI RI

Jumat, 6 Februari 2026 - 13:46 WIT

Ancaman Jutaan Ton Limbah Slag Nikel PT.Harita Group, Kesiapan Pengelolaan Dipertanyakan

Berita Terbaru