Seksinya SDA Halmahera Timur, Membuat Birahi Petinggi Negara Indonesia jadi Membara

- Penulis Berita

Kamis, 26 Juni 2025 - 14:21 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Samsir Difa Sekretaris Jendral Himpunan Pelajar Mahasiswa Maba Tengah

KABUPATEN Halmahera Timur adalah salah satu kabupaten yang berada di provinsi Maluku Utara, Indonesia. Pusat pemerintahan atau ibu kota kabupaten Halmahera Timur berada di kecamatan kota Maba. Penduduk Halmahera Timur pada pertengahan tahun 2024 berjumlah 99.224 jiwa.

Kabupaten Halmahera Timur berdiri sejak tahun 2003 berdasarkan undang-undang RI, nomor 1 tahun 2003, di mana kabupaten Halmahera Tengah dimekarkan menjadi tiga kabupaten/kota, yaitu kabupaten Halmahera Tengah sebagai kabupaten induk kemudian kabupaten Halmahera Timur dan kota Tidore Kepulauan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Halmahera Timur terdiri atas 10 kecamatan dan 102 desa dengan luas wilayah 6.571,37 km.

Kabupaten ini memiliki potensi nikel yang luar biasa, makanya judul di atas sudah mendiskripsikan bahwasanya Hal-Tim saat ini menjadi titik fokus terseksi bagi petinggi negara Indonesia agar bisa meloloskan segala bentuk investasi dan menggarap habis hasil-hasil sumber daya alam yang berada di sana. Terbukti saat ini Hal-Tim telah dihuni beberapa investasi tambang yang cukup besar, salah satunya adalah PT. STS, PT. Position.

Ada juga investasi tambang yang menjadi salah satu perusahaan, yang beroperasi sudah cukup lama di Halmahera Timur adalah PT. Aneka Tambang (Antam) yang sedang membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian atau Smelter ferronikel di sana.

Dan juga ada rencana pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik di Halmahera Timur, Maluku Utara. Ini dinilai oleh beberapa aktivis lingkungan sebagai ancaman bagi mahluk hidup di hutan tersebut. Bukan hanya itu suku yang diketahui sebagai suku penghuni hutan di kawasan Halmahera Timur yaitu suku Togutil juga terkena dampaknya. Sebab ketika dampak dari pabrik baterai ini membuat suku Togutil atau biasa disebut O Hongana Manyawa ini terisolasi dan sudah tak memiliki tempat tinggal.

Sudah terlalu jelas bahwa dampak dari satu investasi pertambangan membuat negara menjadi maju, tapi tidak dengan rakyatnya. Banyak bukti konkrit yang dapat membuktikan hal ini, salah satu daerah di Halmahera Tengah terkena satu dampak dari segi airnya, menurut data bahwa ada beberapa masyarakat yang terindikasi bahwa dalam tubuhnya terdapat logam karena mengkonsumsi air. Ada juga beberapa jumlah kasus berbagai penyakit yang berada di Morowali dalam beberapa tahun terakhir, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, penyakit mata, penyakit kulit, bahkan HIV/AIDS.

Deforestasi tercatat tinggi dan pencemaran air pun disebut membuat kulit warga rutin terkena iritasi. Petinggi Indonesia saat ini tidak lagi mendahulukan moral demi kepentingan-kepentingannya, tak perlu dijelaskan bahwa pemimpin Indonesia mengalami degradasi pengetahuan maupun moril itu sendiri.

Apakah dengan hadirnya investasi tambang dapat menyejahterakan masyarakat? Sejauh informasi yang saya ikuti, tidak ada sama sekali. Mungkin hanya segelintir orang yang dapat menikmati itu, tapi tidak secara merata ke seluruh masyarakat. Bagi saya ada beberapa solusi agar pengembangan perekonomian dapat meningkat, tanpa harus diadakan persoalan investasi pertambbangan, yaitu dengan salah satunya adalah meningkatkan kualitas pendidikan.

Dengan berkualitasnya pendidikan, akan dengan sendirinya ekonomi kreatif untuk mengelola hasil alam dan membuatnya menjadi satu produk yang dapat meningkatkan sumber pendapatan daerah ataupun negara ini bisa dilakukan. Indonesia saat ini memiliki orientasi yang terlalu banyak omon-omon, katanya 19 juta lapangan kerja akan dibuka, nah 19 juta lapangan kerja itulah investasi tambang merajalela kesana kemari.

Masyarakat saat ini masih memiliki kecenderungan bahwa dengan hadirnya tambang, generasi muda dapat mendapati suatu pekerjaan yang memiliki gaji setidaknya mampu memenuhi kebutuhan ekonomi, walaupun tidak secara keseluruhan. Padahal 10 tahun, 20 tahun, bahkan 100 tahun ke-depan generasi akan mengalami berbagai kesenjangan dalam kehidupan.

Maluku Utara saat ini menjadi titik terseksi di Indonesia, bahkan bisa saya katakan dunia. Sebab sumber daya alam yang dimilikinya saat ini tidak bisa dipungkiri, bahwasanya kekayaannya sangat melimpah. Percuma jika investasi merajalela di Indonesia, bilamana belum ada pemerataan kesejahteraan dalam segala sektor dalam masyarakat. Sayang beribu sayang, pemerintah Indonesia terlalu mengindah-indahkan investasi dengan alasan peningkatan pendapatan negara. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kepemimpinan Bahlil Lahadalia dalam Dinamika Investasi dan Politik Nasional
Hilangnya Akses atas Tanah dalam Proyek Strategis Nasional: Analisis Kasus Bapak Alimusu di Obi, Halmahera Selatan
Miliaran Rupiah Menguap, Maidi Hanya Dapat Tumpangan Masalah
Kajian Sosiologi Terhadap Fenomena Belanja Online
Logika Akumulasi dan Ekologi yang Tersingkirkan
DOB Sofifi: Vonis Mati Atas Kegagalan Pemkot Tidore?
RSUD Tidore “Cuci Piring” di Balik Hutang Rp2,6 Miliar; Transparansi Dana atau Sekadar Topeng Ketidakadilan?
Post-Truth dan Matinya Nalar Kritis Publik
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 03:26 WIT

Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:41 WIT

Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:32 WIT

Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:00 WIT

Ko Lok Gelar Tasyakuran dan Aqiqah Cucu, Ratusan Warga Hadir Panjatkan Doa

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:47 WIT

LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:21 WIT

BARAH Desak Pemda Halsel Percepat Penetapan WPR, Ratusan Penambang Masih Bergantung pada Aktivitas PETI

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIT

PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:50 WIT

Respon Aksi Warga, Fraksi PKB Mendesak Pemda Halsel Segera Ambil Langkah Cepat Selesaikan Masalah Lahan di Pulau Obi

Berita Terbaru