Yayasan Srikandi Sibela Kritik Penyelenggaraan Kota Layak Anak di Halmahera Selatan

- Penulis Berita

Senin, 30 Juni 2025 - 12:34 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL, Nalarsatu.com – Aktivis perlindungan anak dan Perempuan sekaligus Ketua Srikandi Sibela, Una Ahmad, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi perlindungan anak di Halmahera Selatan (Halsel) yang dinilai belum maksimal meski program Kota Layak Anak (KLA) sudah dijalankan oleh pemerintah daerah.

Menurut Una, KLA seharusnya memberikan layanan terpadu berupa pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus melalui advokasi, sosialisasi, dan edukasi. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih tingginya kasus kekerasan seksual terhadap anak, eksploitasi anak, hingga praktik anak-anak yang mencari dana di jalanan untuk pembangunan tempat ibadah aktivitas yang kerap dilakukan saat jam sekolah dan berpotensi membahayakan keselamatan mereka.

“Realitas di Halsel cukup berbeda dengan tujuan KLA. Kami melihat masih ada anak yang menjadi korban nafsu lelaki paruh baya, dan anak-anak yang dipaksa menggalang dana di jalan raya, yang bukan tugas mereka. Ini harusnya menjadi perhatian serius, bukan hanya sekadar deklarasi, pembentukan gugus tugas, atau pembuatan profil KLA,” kata Una dalam wawancara Via Whatsapp, Senin (30/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Una juga mengkritik Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DP3KB) Halsel agar tidak berjalan sendiri dalam menjalankan program KLA. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, media massa, serta lembaga peduli anak dan organisasi kemasyarakatan lainnya.

“Persoalan anak di Halsel sangat kompleks. Ada anak korban banjir, kekerasan, eksploitasi, putus sekolah, perceraian, hingga kasus yang melibatkan media sosial seperti TikTok. Bahkan, ada anak yang menjadi pelaku pemerkosaan dan pencurian. Ini semua harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” ujar Yunda.

Ia menambahkan, edukasi juga harus menyasar pengurus tempat ibadah yang selama ini memanfaatkan anak-anak untuk mencari dana, agar tidak lagi melibatkan mereka dalam kegiatan yang berisiko tinggi.

“Biasanya, kita baru ramai-ramai angkat suara setelah ada anak yang celaka. Pendekatan preventif harus menjadi prioritas,” pungkasnya.

Ini juga menegaskan bahwa meskipun Halsel sudah mengusung program Kota Layak Anak, banyak anak-anak di daerah ini yang belum mendapat perlindungan optimal sesuai standar yang diharapkan,”tambahnya.

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

RDP DPRD Halsel: Kades Soligi Tegaskan Lahan Alimusu Masuk Wilayahnya, 7 Fraksi Desak Pembentukan Tim Sengketa
Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan
Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan
Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan
Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan
Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar
Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan
Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan
Berita ini 115 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 08:41 WIT

RDP DPRD Halsel: Kades Soligi Tegaskan Lahan Alimusu Masuk Wilayahnya, 7 Fraksi Desak Pembentukan Tim Sengketa

Jumat, 3 April 2026 - 16:13 WIT

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Kamis, 2 April 2026 - 07:45 WIT

Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan

Senin, 30 Maret 2026 - 01:39 WIT

Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:56 WIT

Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:45 WIT

Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:52 WIT

Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel

Berita Terbaru