Kadis Perikanan Takut Hadir, Kabid Budidaya Berbohong Di Hadapan BPK RI Malut

- Penulis Berita

Selasa, 16 September 2025 - 11:51 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL, Nalarsatu.com – Rapat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Maluku Utara di Aula Kantor Bupati, Selasa (16/09/2025), menjadi forum krusial yang membahas sejumlah hal strategis terkait pengelolaan keuangan daerah.

Agenda rapat ini meliputi pemeriksaan kepatuhan atas pengelolaan pajak dan retribusi daerah, termasuk lain-lain pendapatan yang sah tahun anggaran 2024 hingga triwulan III 2025. Selain itu, BPK juga melakukan pemeriksaan pendahuluan atas belanja daerah 2024 dan 2025, yang dijadwalkan berlangsung hingga Oktober 2025.

Kepala BPK Perwakilan Maluku Utara, Marius Sirumapea, dalam kesempatan tersebut menegaskan agar seluruh OPD bersungguh-sungguh dalam mengelola anggaran. Menurutnya, setiap kepala dinas wajib menunjukkan komitmen penuh dan hadir langsung dalam agenda pemeriksaan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan administratif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, di tengah forum penting ini, Kepala Dinas Perikanan Halsel, Idris Ali, justru tidak hadir tanpa alasan resmi. Absennya Idris menjadi sorotan besar, apalagi di forum yang dihadiri lengkap oleh Wakil Bupati, seluruh OPD, hingga auditor BPK RI.

Sumber internal Pemkab Halsel menyebut, Idris Ali saat pertemuan hanya berada di rumah, bukan menjalankan kegiatan dinas. “Kadis Perikanan bolos, beliau ada di rumah. Tidak ada alasan mendesak sehingga wajar jika ini jadi sorotan BPK,” ungkap sumber terpercaya.

Ironisnya, Kabid Budidaya Dinas Perikanan diduga menyampaikan keterangan tidak benar di forum tersebut dengan alasan Kadis sedang Sakit, faktanya Idris Ali tidak sakit, melainkan berada di kediamannya.

Tidak hanya Kadis Perikanan, absensi serupa juga terjadi di lingkup Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Kepala Dinas PUPR Idham Pora bersama Sekretarisnya, Yaman Mape, ikut tak menghadiri pertemuan penting tersebut. Ketiadaan keduanya makin mempertebal dugaan publik adanya persoalan serius dalam tata kelola proyek infrastruktur, terutama pembangunan ruas jalan Sekli–Libobahijrah dan lakinya yang sudah dikeluhkan masyarakat.

Sikap ini dinilai mencoreng citra Pemkab Halsel di hadapan BPK. Bahkan, Kepala BPK RI Perwakilan Malut Marius Sirumapea, menegaskan ketidakhadiran Kadis Perikanan maupun Kadis PUPR beserta Sekretarisnya mencerminkan sikap tidak kooperatif serta melecehkan proses pemeriksaan pengelolaan keuangan daerah.

“Semua OPD hadir lengkap. Hanya Dinas Perikanan dan Dinas PUPR yang pimpinannya bolos. Ini tidak bisa ditolerir. Kami minta Bupati dan Wakil Bupati memberi tindakan tegas,masi banyak yang mau berkerja dan bertanggung jawab” tegas Marius.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

RDP DPRD Halsel: Kades Soligi Tegaskan Lahan Alimusu Masuk Wilayahnya, 7 Fraksi Desak Pembentukan Tim Sengketa
Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan
Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan
Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan
Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan
Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar
Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan
Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan
Berita ini 95 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 08:41 WIT

RDP DPRD Halsel: Kades Soligi Tegaskan Lahan Alimusu Masuk Wilayahnya, 7 Fraksi Desak Pembentukan Tim Sengketa

Jumat, 3 April 2026 - 16:13 WIT

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Kamis, 2 April 2026 - 07:45 WIT

Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan

Kamis, 2 April 2026 - 06:24 WIT

Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:56 WIT

Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:45 WIT

Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:52 WIT

Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel

Berita Terbaru