Henry Romington Karafe Bantah Jadi Provokator Ricuh di Desa Air Mangga

- Penulis Berita

Selasa, 23 September 2025 - 04:07 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekertaris Komisi I DPRD Henry Romington Karafe

Sekertaris Komisi I DPRD Henry Romington Karafe

LABUHA, Nalarsatu.com – Sekretaris Komisi I DPRD Halmahera Selatan, Henry Romington Karafe, angkat bicara terkait tudingan bahwa dirinya menjadi provokator dalam insiden di Desa Air Mangga, Kecamatan Obi, yang berujung kericuhan hingga merusak fasilitas kantor desa.

Henry dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Menurutnya, klaim itu tidak benar, tidak berdasar, dan sangat merugikan nama baiknya sebagai pejabat publik.

“Saya hadir sebagai wakil rakyat untuk mendengar suara masyarakat dan menyalurkannya ke pemerintah daerah. Tuduhan bahwa saya memprovokasi warga adalah tidak berdasar,” tegas Henry kepada wartawan, Senin (23/9/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, kehadirannya di Desa Air Mangga pada Minggu (21/9/2025) semata-mata untuk menampung aspirasi warga terkait polemik Surat Keputusan (SK) Kepala Desa. Bahkan dalam pertemuan tersebut, Henry mengaku menyerukan agar masyarakat tetap menjaga ketertiban serta menyampaikan aspirasi dengan cara damai dan sesuai aturan.

“Sebagai anggota DPRD, tugas saya menjadi penengah, bukan memanaskan situasi. Jadi sangat keliru kalau ada yang menyebut saya provokator,” tandas politisi asal Dapil Obi itu.

Henry juga mengingatkan semua pihak agar berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, isu yang digiring tanpa dasar justru dapat memperkeruh suasana dan merugikan banyak pihak.

“Saya berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas kericuhan tersebut berdasarkan fakta lapangan, bukan opini atau isu yang sengaja dimainkan,” ujarnya.

Dengan bantahan ini, Henry berharap masyarakat Desa Air Mangga maupun publik secara luas tidak lagi termakan isu provokatif, melainkan fokus pada penyelesaian persoalan secara damai dan melalui jalur resmi yang berlaku.

“Mari kita sama-sama menjaga kondusifitas. Jangan sampai masyarakat terprovokasi isu yang tidak benar. Saya selalu terbuka jika ada pihak yang ingin mengklarifikasi langsung kepada saya,” pungkasnya. (red/ir)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

‎Mahasiswa Saketa Peringatkan Bupati dan DPRD Dapil Gane Halsel: Situasi Desa Kian Memanas, Potensi Konflik Terbuka
DPC Gerakan Pemuda Marhaenis Halsel Akan Gelar Aksi, Desak Transparansi Kasus DBH Desa Kawasi
Korporasi di Balik Dugaan Pelanggaran HAM Kawasi–Soligi, Bupati dan Wakil Bupati Di Mana?
Krisis Pemerintahan Desa Saketa, Warga Dorong Hak Angket untuk Bupati Halsel
Penundaan Rapat Sengketa Lahan 6,5 Hektare, Sekda Pastikan Kajian Berjalan
DPRD Tegaskan Kepemilikan Lahan Tak Bisa Hanya Berdasar Sertifikat
RDP DPRD Halsel: Kades Soligi Tegaskan Lahan Alimusu Masuk Wilayahnya, 7 Fraksi Desak Pembentukan Tim Sengketa
Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 05:52 WIT

‎Mahasiswa Saketa Peringatkan Bupati dan DPRD Dapil Gane Halsel: Situasi Desa Kian Memanas, Potensi Konflik Terbuka

Jumat, 10 April 2026 - 05:49 WIT

DPC Gerakan Pemuda Marhaenis Halsel Akan Gelar Aksi, Desak Transparansi Kasus DBH Desa Kawasi

Rabu, 8 April 2026 - 14:58 WIT

Korporasi di Balik Dugaan Pelanggaran HAM Kawasi–Soligi, Bupati dan Wakil Bupati Di Mana?

Selasa, 7 April 2026 - 01:26 WIT

Penundaan Rapat Sengketa Lahan 6,5 Hektare, Sekda Pastikan Kajian Berjalan

Selasa, 7 April 2026 - 00:10 WIT

DPRD Tegaskan Kepemilikan Lahan Tak Bisa Hanya Berdasar Sertifikat

Sabtu, 4 April 2026 - 08:41 WIT

RDP DPRD Halsel: Kades Soligi Tegaskan Lahan Alimusu Masuk Wilayahnya, 7 Fraksi Desak Pembentukan Tim Sengketa

Jumat, 3 April 2026 - 16:13 WIT

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Berita Terbaru