Ketua Wilayah Pelajar Islam Indonesia Malut Desak Sefnat Tagaku Minta Maaf di Depan Publik: Jangan Giring Isu ke SARA

- Penulis Berita

Minggu, 28 September 2025 - 05:37 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halsel, Nalarsatu.com – Polemik pelantikan empat kepala desa yang menuai protes publik di Kabupaten Halmahera Selatan kini semakin melebar. Pernyataan kontroversial Sefnat Tagaku menuai kecaman keras dari berbagai pihak. Ketua Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Maluku Utara, Hidayat H. Tawary, dengan lantang mendesak Sefnat segera meminta maaf di depan publik atas sikap dan komentarnya yang dinilai tidak proporsional dan berpotensi memecah belah.

Hidayat menegaskan, Sefnat seharusnya lebih bijak memahami kondisi pemerintahan Halmahera Selatan yang saat ini carut-marut akibat kebijakan yang dianggap tidak pro rakyat.

“Apa yang dikritisi oleh Safri Nyong S.H selaku praktisi hukum itu benar adanya. Ia mengkritisi pelantikan empat kepala desa yang sudah viral satu Indonesia, karena jelas-jelas cacat hukum. Sebagai aktivis, fungsi kita memang mengkritisi kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat,” tegasnya, Minggu (28/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Hidayat, publik telah menyaksikan langsung video pelantikan empat kepala desa yang tersebar di media sosial dan media online, sehingga tidak ada ruang untuk membantah fakta tersebut.

Lebih jauh, ia menyoroti analogi Safri Nyong yang mengibaratkan kebijakan Bupati Bassam Kasuba dengan kisah agama.

“Safri mengibaratkan Bupati seperti nabi yang membangkitkan orang mati, dalam konteks ini adalah melantik kembali empat kepala desa yang sudah dibatalkan SK-nya. Itu logika hukum yang sah, karena yang sudah dibatalkan pengadilan sama artinya tidak bisa dihidupkan kembali. Seharusnya Sefnat mendukung kritik itu, bukan malah melawan,” tandas Hidayat.

Ketua Wilayah PII itu menekankan, analogi Safri soal Nabi Isa tidak boleh dipelintir untuk kepentingan politik praktis.

“Sefnat harus paham, itu bagian dari keyakinan agama Islam. Jangan sekali-kali menggiring isu ini ke arah SARA. Itu berbahaya dan bisa memecah belah. Allah sudah mengingatkan kita dalam Al-Qur’an: ‘Dan janganlah kamu mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan janganlah kamu sembunyikan kebenaran itu, sedangkan kamu mengetahui’ (QS. Al-Baqarah: 42). Ini jelas peringatan agar kita jangan memutarbalikkan fakta,” tegasnya.

Hidayat pun meminta aparat penegak hukum bertindak tegas.

“Saya meminta Kapolda Malut, Irjen. Pol. Drs. Waris Agono, M.Si., segera panggil Saudara Sefnat untuk diperiksa apa maksud dari ucapannya. Ucapan-ucapan yang bisa menyinggung keyakinan umat harus dihentikan. Kalau dibiarkan, ini bisa memicu kegaduhan yang lebih besar. Islam juga menegaskan: ‘Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat’ (QS. Al-Hujurat: 10). Jadi, jangan ada yang coba memecah belah kita dengan isu SARA,” tutup Hidayat dengan nada keras.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

RDP DPRD Halsel: Kades Soligi Tegaskan Lahan Alimusu Masuk Wilayahnya, 7 Fraksi Desak Pembentukan Tim Sengketa
Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan
Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan
Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan
Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan
Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar
Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan
Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan
Berita ini 195 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 08:41 WIT

RDP DPRD Halsel: Kades Soligi Tegaskan Lahan Alimusu Masuk Wilayahnya, 7 Fraksi Desak Pembentukan Tim Sengketa

Jumat, 3 April 2026 - 16:13 WIT

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Kamis, 2 April 2026 - 07:45 WIT

Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan

Kamis, 2 April 2026 - 06:24 WIT

Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:56 WIT

Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:45 WIT

Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:52 WIT

Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel

Berita Terbaru