Olah TKP Dinilai Belum Jelas, Keluarga Korban Pencabulan Sesama Jenis Pertanyakan Keseriusan Polres Halsel

- Penulis Berita

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:21 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pulau Obi, Nalarsatu.com – Keluarga korban dugaan kasus pencabulan sesama jenis yang diduga dilakukan oknum guru terhadap tiga siswa di Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, mempertanyakan keseriusan Polres Halmahera Selatan dalam menangani laporan yang telah mereka sampaikan. Hingga kini, proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dinilai belum menunjukkan kejelasan, meski laporan resmi telah masuk sudah tepat satu tahun.

Pihak keluarga korban menilai lambannya penanganan perkara berpotensi menghilangkan barang bukti serta dapat melemahkan proses pembuktian hukum. Menurut mereka, olah TKP seharusnya menjadi tahapan krusial dalam mengungkap fakta kejadian secara menyeluruh dan menjamin keadilan bagi korban.

“Kami hanya ingin kepastian hukum. Sampai sekarang belum ada kejelasan kapan olah TKP dilakukan secara menyeluruh. Ini yang membuat kami mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum,” ujar NK, perwakilan keluarga korban, kepada Nalarsatu.com, Kamis (8/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

NK juga mengungkapkan bahwa pihak keluarga minim menerima informasi resmi terkait perkembangan penanganan perkara dari kepolisian. Kondisi tersebut, menurutnya, semakin menambah beban psikologis keluarga, terutama korban, yang hingga kini masih berada dalam kondisi trauma.

“Kasus ini bukan perkara sepele. Dampaknya sangat berat bagi korban dan keluarga. Karena itu kami berharap penanganannya dilakukan secara terbuka, serius, dan tidak berlarut-larut,” tambah NK.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Halmahera Selatan, IPTU Rizaldi Pasaribu, menegaskan bahwa proses hukum terhadap terlapor tetap berjalan dan status terlapor hingga kini masih sebagai tersangka.

“Tetap tersangka yang bersangkutan. Kami sudah melakukan pemeriksaan psikologi terhadap terlapor dan saat ini masih berkoordinasi dengan ahli psikiatri untuk pemeriksaan lanjutan, terkait apakah terlapor memiliki kelainan seksual atau tidak,” jelas IPTU Rizaldi Pasaribu.

Ia menambahkan, pemeriksaan psikologis dan psikiatris tersebut merupakan bagian dari proses penyidikan untuk melengkapi alat bukti, sekaligus memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional dan komprehensif sesuai prosedur hukum. (red)

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Aktivitas Galian C PT Pentangon Terang Asli di Obi Disorot, Diduga Beroperasi Tanpa Izin
Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab
Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga
Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”
Misteri Kematian Siswi Berprestasi 13 Tahun di Obi Selatan, Ditemukan Gantung Diri, Polisi Dalami Motif
Ko Lok Gelar Tasyakuran dan Aqiqah Cucu, Ratusan Warga Hadir Panjatkan Doa
FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa
LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:01 WIT

Aktivitas Galian C PT Pentangon Terang Asli di Obi Disorot, Diduga Beroperasi Tanpa Izin

Minggu, 16 Agustus 2026 - 03:26 WIT

Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:41 WIT

Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:32 WIT

Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:13 WIT

FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:47 WIT

LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIT

PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:50 WIT

Respon Aksi Warga, Fraksi PKB Mendesak Pemda Halsel Segera Ambil Langkah Cepat Selesaikan Masalah Lahan di Pulau Obi

Berita Terbaru