Diduga Dikeroyok Dua Oknum TNI, Warga Madapolo Alami Luka dan Trauma

- Penulis Berita

Kamis, 29 Januari 2026 - 06:54 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OBI, Nalarsatu.com – Seorang warga sipil asal Desa Madapolo, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh dua oknum anggota TNI, pada Selasa pagi sekitar pukul 10.00 WIT, di wilayah Desa Kawasi.

Korban bernama La Fahmi mengalami luka lebam serta pembengkakan pada bagian wajah akibat tindakan kekerasan tersebut. Peristiwa itu terjadi di sekitar pantai Kawasi, sesaat setelah speedboat rute Kupal–Kawasi tiba dan menurunkan penumpang.

Berdasarkan keterangan korban, dua oknum anggota TNI yang diduga terlibat masing-masing berinisial G alias Gipsa dan N alias Natus. Keduanya diketahui sedang bertugas di luar daerah dan berada di Pulau Obi dalam rangka liburan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Insiden bermula dari persoalan sepele terkait sebuah toples milik salah satu oknum TNI yang diduga kehilangan penutup saat proses bongkar muat barang dari speedboat.

“Awalnya mereka turun dari speed. Saat saya membantu mengangkat barang ke pantai, salah satu dari mereka marah karena toples miliknya penutupnya sudah tidak ada,” ujar La Fahmi saat ditemui wartawan Kamis (29/1).

Korban mengaku telah berupaya meredakan situasi dengan menyampaikan permohonan maaf serta menyarankan agar persoalan tersebut disampaikan kepada pihak speedboat untuk diganti.

“Saya sampaikan baik-baik, kalau barangnya hilang nanti bisa disampaikan ke pihak speed untuk diganti. Tapi justru saya dimaki dengan kata-kata kasar. Saya disebut ‘anjing’ dan ‘babi’,” ungkapnya.

Merasa tidak pantas diperlakukan demikian, La Fahmi mengaku sempat menegur secara lisan agar kedua oknum tersebut menjaga ucapan. Namun, teguran tersebut justru memicu tindakan kekerasan.
“Saya hanya bilang jangan bicara seperti itu. Setelah itu, mereka langsung memukul saya dan mengeroyok saya berdua,” kata La Fahmi.

Aksi pengeroyokan tersebut akhirnya terhenti setelah orang tua mertua korban dan sejumlah warga setempat datang ke lokasi dan melerai kejadian. Korban mengaku, tanpa kehadiran warga, situasi bisa berujung lebih buruk.

“Kalau tidak ada papa mantu dan warga yang datang, mungkin saya sudah mati,” ujarnya dengan nada trauma.

Atas kejadian itu, La Fahmi menyatakan tidak menerima perlakuan kekerasan yang dialaminya dan meminta agar kedua oknum anggota TNI tersebut diproses secara hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Saya heran, hanya karena merasa sebagai anggota, lalu main pukul warga sipil. Saya minta kasus ini diproses secara hukum,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI terkait dugaan pengeroyokan tersebut. Redaksi Nalarsatu.com masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak berwenang guna memperoleh penjelasan resmi. (red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kuasa Hukum Bambang Joisangadji Kritik Kinerja Pemkab Halsel: Bupati Dan Wakil Bupati Dinilai tidak Mampu Tuntaskan Sengketa lahan di Desa Soligi
Praktisi Hukum Maluku Utara Soroti Dugaan Intimidasi Presiden BEM UNUTARA terhadap Wartawan Nalarsatu.com
Ketua GPM Tantang Polres Halsel: Berani Tetapkan Kades Kawasi Tersangka Tanpa Intervensi?
Puluhan Tahun Belum Nikmati PLN, Warga Sawat Curhat ke Muksin Amrin Saat Reses
Kader Forum Insan Cendikia Diduga Diintimidasi oleh Presiden BEM Unutara
Kuasa Hukum Bambang Joisangadji, S.H. Desak Polres Halsel Segera Gelar Perkara Dugaan Perusakan 400 Pohon Cengkeh Warga Soligi
Kuasa Hukum Desak Polsek Obi Segera Sita Barang Bukti Kasus Dugaan Penipuan Mobil Rp51 Juta
IPMMA Desak APH Usut Dugaan Skandal Proyek Talud Maidi Senilai Rp8,8 Miliar
Berita ini 319 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:22 WIT

Kuasa Hukum Bambang Joisangadji Kritik Kinerja Pemkab Halsel: Bupati Dan Wakil Bupati Dinilai tidak Mampu Tuntaskan Sengketa lahan di Desa Soligi

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:48 WIT

Praktisi Hukum Maluku Utara Soroti Dugaan Intimidasi Presiden BEM UNUTARA terhadap Wartawan Nalarsatu.com

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:19 WIT

Ketua GPM Tantang Polres Halsel: Berani Tetapkan Kades Kawasi Tersangka Tanpa Intervensi?

Jumat, 15 Mei 2026 - 06:32 WIT

Kader Forum Insan Cendikia Diduga Diintimidasi oleh Presiden BEM Unutara

Jumat, 15 Mei 2026 - 04:33 WIT

Kuasa Hukum Bambang Joisangadji, S.H. Desak Polres Halsel Segera Gelar Perkara Dugaan Perusakan 400 Pohon Cengkeh Warga Soligi

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:20 WIT

Kuasa Hukum Desak Polsek Obi Segera Sita Barang Bukti Kasus Dugaan Penipuan Mobil Rp51 Juta

Senin, 11 Mei 2026 - 10:43 WIT

IPMMA Desak APH Usut Dugaan Skandal Proyek Talud Maidi Senilai Rp8,8 Miliar

Senin, 11 Mei 2026 - 10:32 WIT

Koalisi Lingkar Tambang Warning Polres Halsel: Usut Tuntas Dugaan Perusakan 400 Pohon Cengkeh Milik Alimusu

Berita Terbaru