Muharram

- Penulis Berita

Kamis, 26 Juni 2025 - 16:57 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Sukran kiyeFormatur ketua umum HMI komisariat FKIP unkhair Ternate

TEPAT 1 Muharram 1447 hijriah, mengenang historical leluhur Islam dahalu kalah, jejak-jejak yang kelam tersulam dalam ingatan perjalanan untuk membela kebenaran sekalihpun nyawa lah jadi imbalan. Wajah tegas, dengan senyuman manis tanpa ada kebencian dan rasa takut kepada ummat Tuhan maha Esa, historical perjalanan dengan nawaitu yang tulus, dan ketegasan jiwa sebagai pembela kebenaran, konflik yang memicu seluruh ummat muslim di dunia. Dengan khotbah memberi syarat bahwa kita hadir bukan untuk kekuasan melainkan perintah, titah, citra, dan kesucian Madinah di bawa terik panasnya cahaya matahari, di atas pundak gurun pasir, perlahan pasukan suci melangka. Sebelum perjalanan itu, ternyata sosok anak dari singa padang pasir itu mengetahui bahwa ia akan mengalami kekalahan dan menjemput kesyahidan . Tapi layaknya daun yang ikhlas ketika ia sadar bahwa akan berpisah dengan rantingnya .

10 Muharram, tragedi Do’a tangisan dan perlawanan . Karbala, Historical ini menjadi catatan penting dalam peradaban Islam.
Kita kembali menengok perjalanan yang baru saja terjadi, 1 Muharram 1447 hijriah. Kisah yang larah di makan purnama, 11 warga masyarakat adat adalah perjalanan yang suci, perjalanan yang mulia. Sosok pembela kebenaran tanpa memikirkan kekuasan, akan tetapi keberpihak kekuasan yang menjadi satu instrumen mengelolah struktur sosial menjadi pelindung investasi. Di bawa naungan bendarah panji, benderah kabasaran adat, nyali yang di kutuk tak tunduk pada senapan yang berjanji melindungi. Dengan itu, genggaman parang dan do’a tak mundur atas borgol ilegal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

PEMDA HAL-TIM, seharusnya mengambil langka terkait dengan kasus penangkapan 11 warga masyarakat adat, persoalan ini sudah dan tidak lagi di diami oleh pimpinan politik kabupaten Halmahera timur, ini fakta yang terjadi . Keselamatan masyarakat lebih penting dari pada menjaga aktivitas pertambangan yang sejauh ini menciptakan kerusakan ekologi, dan untuk DPRD kabupaten Halmahera timur, jangan hanya menjadi piong selalu di permainkan oleh masyarakat CINA. Kehadiran IUP adalah bagian dari pada penjajahan gaya modern yang seharus di jawab oleh PEMDA HAL-TIM, bukan menjadi bagian dari mereka, kami bisa mengukur basis intelektual dalam fikiran kalian.

Di dalam QS. AN-NAHL AYAT 78 “(ketika engkau di keluar dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui apapun, lalu ku berikan engkau pendengaran, penglihatan dan hati agar engkau dapat bersyukur)”.Dari penjelasan surat di atas, bahwa kalian tidak menggunakan seluruh instrumen Epistemic yang di berikan oleh Tuhan maha Esa dengan baik , ini di karenakan kalian mengalami cacat Epistemic, seharusnya menjadi satu landasan perubahan sosial di kabupaten Halmahera timur. Rentang waktu, dari masehi ke abad yang berkelanjutan, sejauh ini dan secara umum telah menjadi ansih dan murni sebagian besar rakyat Indonesia mengakui bahwa Pancasila adalah “ideologi Negera” dan UUD 45 adalah aturan yang mengatur struktur sosial. Lalu Bineka Tunggal Ika di jadikan sebagai falsafah hidup, “kita berbeda tapi tetap satu” yang di jewantahkan dalam rana sosial.

Tapi realitas berbelok arah, harapan yang di harapkan terindikasi kejahatan paling brutal, lewat aturan-aturan sebut sajan Pemerintah instrumen mengelolah struktur sosial.
Saat ini, Indonesia mengalami rentetan problem sosial, di Maluku Utara misalnya.dari tragedi pembunuhan di hutan Haltim, Halteng yang menjadi ancaman paling brutal untuk masyarakat, penangkapan 11 warga masyarakat adat Maba Sangaji dalam hal mempertahankan. Hak wiliyat adat sebagai hutan yang menghidupkan masyarakat. Namun kita terlihat lemah di hadapan Hukum, pemerintah, bahkan pihak berwajib kepolisian.ini menandai bahwa Pancasila, UUD 45 tak lagi berfungsi sebagai aturan dan tali pengikat bangsa dari ancaman Negera luar bahkan negera kita sendiri. Hak Asasi Manusia ( HAM ) hanyalah Lebel dalam mengangkat derajat dan martabat pemerintah saat ini.

Pemda Haltim, Camat, kepala desa dan Wakapolres Haltim menjadi tameng seluruh IUP yang berada di Halmahera timur.
Belum lagi sebagian masyarakat yang simpang siur dalam memahami pertambangan. Bagi mereka itulah lapangan kerja untuk menjawab pengangguran di Halmahera timur, padahal
Mereka di besarkan oleh kelepa, cengkeh,pala,sagu,dan pisang . Seharusnya, kita menghargai kelapa, pala, cengkeh,sagu dan pisang sebagai satu demensi yang mengaktifkan perputaran ekonomi di Maluku Utara . Kemungkinan sejarah telah hilang dalam fikiran mereka . (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

RSUD Tidore “Cuci Piring” di Balik Hutang Rp2,6 Miliar; Transparansi Dana atau Sekadar Topeng Ketidakadilan?
Post-Truth dan Matinya Nalar Kritis Publik
Paradoks Program IMS-ADIL Antara Pendidikan Gratis vs Umroh Gratis
Dari Cangkul ke Ekskavator: Krisis Identitas dan Ekologi di Balik Ekspansi Tambang di Maluku Utara
Geothermal dalam Masyarakat Risiko: Kritik Political Ecology atas Ilusi Energi Hijau
“Taba”: Etos Ketabahan Orang Makian
Pendidikan di Era Modern: Menyelaraskan Inovasi Teknologi dengan Nilai Kemanusiaan
Agar Tak Bingung Saat Di Tanya, Mahasiswa Paham Arah Kampusnya
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 08:41 WIT

RDP DPRD Halsel: Kades Soligi Tegaskan Lahan Alimusu Masuk Wilayahnya, 7 Fraksi Desak Pembentukan Tim Sengketa

Jumat, 3 April 2026 - 16:13 WIT

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Kamis, 2 April 2026 - 07:45 WIT

Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan

Senin, 30 Maret 2026 - 01:39 WIT

Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:56 WIT

Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:45 WIT

Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:52 WIT

Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel

Berita Terbaru