Kapolsek Obi: Mediasi Dan Kaburnya Pelaku Rudapaksa Anak, Bukan Ulah Anggota

- Penulis Berita

Sabtu, 12 Juli 2025 - 19:41 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Selatan, Nalarsatu.com – Pernyataan Kapolsek Kecamatan Obi, Ipda Daffa Raissa Putra, dalam pertemuan bersama keluarga korban kasus rudapaksa anak pada Jumat, 12 Juli 2025, menuai kritik tajam dan kemarahan dari pihak keluarga. Pertemuan itu membahas kembali insiden mediasi yang digelar pada 15 Juni lalu di kantor Polsek Obi, yang diduga menjadi titik awal kaburnya para pelaku.

Dalam pernyataannya, Kapolsek Daffa mengklaim bahwa pertemuan mediasi bukanlah inisiatif dari anggota Polsek, melainkan dari keluarga korban sendiri. Ia bahkan menyatakan tidak ada anggota yang ikut mediasi.

“Tidak ada anggota Polsek yang hadir saat mediasi berlangsung.” ujar Daffa

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, pernyataan itu langsung dibantah keras oleh pihak keluarga korban. Faldi Usman, salah satu perwakilan keluarga, menunjukkan bukti foto dokumentasi yang secara jelas memperlihatkan kehadiran tiga anggota Polsek Obi saat mediasi dilakukan.

“Kalau tidak ada anggota, lalu siapa yang ada di dalam foto ini? Di situ jelas ada tiga anggota Polsek. Pak Kapolsek jangan membela membabi buta. Silakan tanya langsung ke Pak Nasri, ayah korban. Beliau yang menyaksikan langsung dan punya semua bukti,” ujar Faldi tegas Jumat (11/7).

Bantahan juga datang dari Bahar Haji, anggota keluarga lainnya, yang menilai pernyataan Kapolsek telah memperkeruh suasana dan menyulut amarah keluarga.

“Orang tua korban tidak mungkin mengarang cerita. Foto ada, saksi ada. Tapi Kapolsek malah terlihat membela tiga anggotanya. Ini bukan soal loyalitas internal, ini soal keadilan untuk anak kecil yang diperkosa,” tegas Bahar.

Pihak keluarga pun mempertanyakan lambannya respons polisi dalam menindaklanjuti laporan awal yang telah disertai bukti video pemerkosaan serta kesaksian langsung dari orang tua korban. Darwan, kerabat lainnya, menilai ada indikasi pembiaran oleh anggota Polsek Obi.

“Orang tua korban sudah siapkan Speed BOT, bahan bakar, bahkan fasilitas lain untuk menjemput pelaku. Tapi Rahman malah bilang jangan tangkap dulu, katanya bukti belum cukup. Bukti video dan saksi sudah ada, apalagi yang ditunggu?” ujar Darwan dalam pertemuan tersebut Jumat (11/7).

Menurut keluarga, Rahman bahkan menyarankan agar anak korban dan ibunya lebih dulu menjalani pemeriksaan di Polres Halsel sebelum upaya penangkapan dilakukan. Bagi keluarga, langkah ini justru memperlambat proses hukum dan memberi celah bagi para pelaku untuk melarikan diri.

Dalam suasana pertemuan yang semakin memanas, Kasi Humas Polres Halmahera Selatan, AKP Sunadi Sugiono, mencoba menenangkan situasi. Ia menegaskan bahwa proses pemeriksaan terhadap ketiga anggota Polsek Obi Rahman, Juned, dan Riki sudah berjalan.

“Kami memahami betapa berat perasaan keluarga. Tapi kami mohon bersabar. Tiga anggota sudah dipanggil dan diperiksa oleh Satuan Propam. Proses akan berjalan transparan,” kata Sunadi Jumat (11/7).

Namun bagi keluarga, permintaan bersabar saja tidak cukup. Mereka mendesak adanya transparansi, penonaktifan sementara terhadap anggota yang diperiksa, serta permintaan maaf terbuka dari institusi kepolisian atas kelalaian yang menyebabkan pelaku rudapaksa anak kabur.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polres Halsel Klarifikasi Dugaan Penganiayaan Warga oleh Oknum Polisi, Kasi Humas: Semua Laporan Akan Diproses Secara Objektif
BARAH Desak Polres Halsel Usut Dugaan Praktik Togel di Pulau Bacan
Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Ferdi Latumeten Lapor ke Polres Halsel Didampingi Tim Kuasa Hukum
Dugaan Pengeroyokan oleh Tiga Oknum Polisi, Warga Halsel Alami Luka-Luka
Jaringan Internet Obi Kerap Mati-Hidup, Asosiasi Dump Truck Ancam Gelar Mosi Tidak Percaya kepada Pemprov dan Pemda
Pemuda Merah Putih Minta Polisi Terapkan Pasal Berlapis dalam Kasus Dugaan Pelecehan di Kafe Bungalow 2
KJH FC Tancap Gas, Diler FC Kehabisan Bensin di Menit Akhir
DPRD Halsel Konsultasi ke RSUD Chasan Boesoirie, Cari Solusi Tunggakan Jaspel Nakes RSUD Labuha
Berita ini 329 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:40 WIT

Polres Halsel Klarifikasi Dugaan Penganiayaan Warga oleh Oknum Polisi, Kasi Humas: Semua Laporan Akan Diproses Secara Objektif

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:55 WIT

BARAH Desak Polres Halsel Usut Dugaan Praktik Togel di Pulau Bacan

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:13 WIT

Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Ferdi Latumeten Lapor ke Polres Halsel Didampingi Tim Kuasa Hukum

Selasa, 16 Juni 2026 - 05:02 WIT

Dugaan Pengeroyokan oleh Tiga Oknum Polisi, Warga Halsel Alami Luka-Luka

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:29 WIT

Jaringan Internet Obi Kerap Mati-Hidup, Asosiasi Dump Truck Ancam Gelar Mosi Tidak Percaya kepada Pemprov dan Pemda

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:53 WIT

KJH FC Tancap Gas, Diler FC Kehabisan Bensin di Menit Akhir

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:58 WIT

DPRD Halsel Konsultasi ke RSUD Chasan Boesoirie, Cari Solusi Tunggakan Jaspel Nakes RSUD Labuha

Rabu, 10 Juni 2026 - 03:49 WIT

Pemdes dan Masyarakat Moloku Gelar Doa Keselamatan HUT ke-23 Halmahera Selatan, Kades Harapkan Pembangunan Makin Meningkat

Berita Terbaru