Diduga Bermuatan Politik, Bantuan Provinsi Disalurkan Kades Jiko Untuk Perangkat Desa

- Penulis Berita

Kamis, 23 Oktober 2025 - 19:27 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUHA, Nalarsatu.com – Penyaluran bantuan dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara di Desa Jiko, Kecamatan Mandioli Selatan, kembali menuai sorotan tajam. Kepala Desa Jiko, Suparjo Sarif, diduga kuat memanfaatkan dua program bantuan tahun 2025 untuk memperkuat posisi politiknya, dengan menyalurkan bantuan hanya kepada lingkaran dekat dan loyalis pribadinya.

Informasi yang dihimpun Nalarsatu.com menyebutkan, pada tahun ini Desa Jiko menerima dua program dari Pemprov Malut, yakni Program Dapur Sehat yang dikelola Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) dengan nilai sekitar Rp25 juta, serta bantuan armada penangkapan ikan berkapasitas 3 GT dari Dinas Perikanan yang dialokasikan bagi nelayan.
Namun, fakta lapangan menunjukkan kedua bantuan tersebut justru jatuh ke tangan individu yang sama, yakni JH, Linmas Desa Jiko, dan AA, yang sebelumnya juga sudah berulang kali menerima manfaat dari program lain yang dikendalikan pemerintah desa.

Langkah ini memunculkan kecurigaan warga berinisial BA bahwa bantuan pemerintah dijadikan alat konsolidasi politik oleh kepala desa untuk memperkuat dukungan menjelang kontestasi politik desa kedepan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sudah lama lihat pola seperti ini. Kalau tidak satu barisan dengan kepala desa, jangankan bantuan nama kita tidak pernah masuk dalam daftar penerima apa pun,” ungkap BA warga Jiko dengan nada kesal, Rabu (23/10/2025).

“Yang terima bantuan itu orang yang sudah dekat, sudah sering. Sementara masyarakat kecil yang benar-benar butuh malah disingkirkan. Ini sudah bukan sekadar tidak adil, tapi sudah permainan politik,” lanjutnya dengan suara meninggi.

Sala satu tokoh Masyarakat berinisia K menambahkan bahwa masyarakat sebenarnya sudah berkali-kali menyampaikan keberatan melalui rapat desa, namun keluhan tersebut tidak pernah ditindaklanjuti.

“Kami minta keterbukaan, tapi tidak pernah dijawab. Semua diatur diam-diam. Kalau begini terus, Desa Jiko ini tidak akan maju, karena kepala desa lebih sibuk menjaga kekuasaan daripada menyejahterakan rakyat,” tegas K pada Nalarsatu.com Kamis (23/10).

Sementara itu, Sekretaris Desa Jiko, Sajali Hi. Jaenal, ketika dikonfirmasi Nalarsatu.com pada Kamis sore, menyampaikan tanggapan hati-hati dan berjanji akan memberikan klarifikasi lebih lanjut.

“Insya Allah saya pribadi haramkan diri dalam setiap hal yang tidak berlaku adil. Janji itu saya pegang,” tulis Sajali dalam pesan WhatsApp pukul 16.17 WIT.

“Saat ini saya sedang di Labuha, ada keluarga yang dirawat di rumah sakit. Kalau sudah sempat, saya akan datang dan memberikan keterangan sesuai yang saya tahu, dan saya pertanggungjawabkan jabatan saya,” tambahnya.

Namun beberapa jam kemudian, suasana wawancara berubah tegang. Kepala Desa Suparjo Sarif menelpon jurnalis Nalarsatu.com melalui WhatsApp dengan nada tinggi dan terkesan tidak nyaman dengan pertanyaan yang diajukan terkait dugaan penyalahgunaan bantuan.

“Anda harus paham soal bantuan, dan anda tidak bisa bertanya seperti itu!” bentak Suparjo dengan suara keras di ujung telepon.

“Nanti saya sampai di tempat kegiatan baru saya telpon ulang, karena saya lagi di dalam bus!” ujarnya dengan nada kasar sebelum memutus sambungan secara tiba-tiba.

Sikap tertutup dan reaktif dari Kepala Desa Jiko ini semakin mempertegas dugaan adanya indikasi penyalahgunaan kewenangan dalam proses distribusi bantuan dari Pemerintah Provinsi. Warga berharap Dinas Perkim dan Dinas Perikanan Maluku Utara segera turun tangan melakukan evaluasi dan audit lapangan terhadap seluruh penerima bantuan di Desa Jiko.

“Kalau pemerintah provinsi diam saja, artinya mereka membiarkan kepala desa bermain sesuka hati. Kami tidak butuh janji, kami butuh keadilan,” tutup salah satu warga enggan disebut namanya.

.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Aktivitas Galian C PT Pentangon Terang Asli di Obi Disorot, Diduga Beroperasi Tanpa Izin
Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab
Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga
Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”
Ko Lok Gelar Tasyakuran dan Aqiqah Cucu, Ratusan Warga Hadir Panjatkan Doa
FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa
LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal
PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:01 WIT

Aktivitas Galian C PT Pentangon Terang Asli di Obi Disorot, Diduga Beroperasi Tanpa Izin

Minggu, 16 Agustus 2026 - 03:26 WIT

Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:41 WIT

Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:32 WIT

Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:13 WIT

FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:47 WIT

LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIT

PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:50 WIT

Respon Aksi Warga, Fraksi PKB Mendesak Pemda Halsel Segera Ambil Langkah Cepat Selesaikan Masalah Lahan di Pulau Obi

Berita Terbaru