“Miris! Pekerja Harita Dirawat Tanpa Keluarga, Tanpa Pendamping, Tanpa Keterangan Perusahaan”

- Penulis Berita

Selasa, 2 Desember 2025 - 08:30 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuha, Nalarsatu.com – Rustam, pekerja asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang baru dua bulan bekerja di kawasan bandara perusahaan yang beroperasi di bawah Harita Group di Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan, kini menjalani perawatan intensif di RSUD Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Kondisi Rustam pasca operasi usus terlihat sangat memprihatinkan. Ia dirawat seorang diri tanpa pendamping keluarga, sebab ia datang merantau ke Maluku Utara hanya untuk bekerja.

Saat ditemui media ini pada Senin (1/12/2025), Rustam mengaku sedih dan bingung menjalani masa pemulihan tanpa dukungan keluarga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya tidak punya keluarga di sini. Saya hanya berharap bantuan dari perawat dan dokter,” ujarnya dengan suara lemah.

Dari pantauan di ruang rawat, Rustam tampak kurang terurus. Ia tidak mengenakan baju meski telah sembilan hari menjalani rawat inap, dan tempat tidurnya pun tidak menggunakan sarung maupun alas yang layak. Kondisi ini memantik keprihatinan publik, terutama terkait minimnya pendampingan bagi seorang pekerja yang terlibat dalam aktivitas perusahaan besar di wilayah Obi.

Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya perwakilan perusahaan yang mendampingi Rustam atau memberikan keterangan resmi terkait tanggung jawab mereka atas kondisi pekerja tersebut. Media ini masih terus berupaya menghubungi pihak perusahaan untuk memperoleh penjelasan.

Salah seorang perawat RSUD Labuha menegaskan bahwa pihak rumah sakit tetap memberikan pelayanan sesuai standar.

“Kami tetap berusaha maksimal merawat setiap pasien, termasuk Pak Rustam,” ujarnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ko Lok Gelar Tasyakuran dan Aqiqah Cucu, Ratusan Warga Hadir Panjatkan Doa
FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa
LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal
BARAH Desak Pemda Halsel Percepat Penetapan WPR, Ratusan Penambang Masih Bergantung pada Aktivitas PETI
PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade
Respon Aksi Warga, Fraksi PKB Mendesak Pemda Halsel Segera Ambil Langkah Cepat Selesaikan Masalah Lahan di Pulau Obi
Aksi di DPRD Halsel, Sardi Hongi Desak 30 Legislator Bertindak: Jangan Tutup Mata terhadap Gambaru
Polres Halsel Klarifikasi Dugaan Penganiayaan Warga oleh Oknum Polisi, Kasi Humas: Semua Laporan Akan Diproses Secara Objektif
Berita ini 118 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:00 WIT

Ko Lok Gelar Tasyakuran dan Aqiqah Cucu, Ratusan Warga Hadir Panjatkan Doa

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:13 WIT

FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:47 WIT

LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:21 WIT

BARAH Desak Pemda Halsel Percepat Penetapan WPR, Ratusan Penambang Masih Bergantung pada Aktivitas PETI

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:50 WIT

Respon Aksi Warga, Fraksi PKB Mendesak Pemda Halsel Segera Ambil Langkah Cepat Selesaikan Masalah Lahan di Pulau Obi

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:19 WIT

Aksi di DPRD Halsel, Sardi Hongi Desak 30 Legislator Bertindak: Jangan Tutup Mata terhadap Gambaru

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:40 WIT

Polres Halsel Klarifikasi Dugaan Penganiayaan Warga oleh Oknum Polisi, Kasi Humas: Semua Laporan Akan Diproses Secara Objektif

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:55 WIT

BARAH Desak Polres Halsel Usut Dugaan Praktik Togel di Pulau Bacan

Berita Terbaru