Air Laut Naik Dua Hari Berturut-Turut, Warga Desa Loid Cemas

- Penulis Berita

Jumat, 5 Desember 2025 - 17:47 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Selatan, Nalarsatu.com – Warga Desa Loid, Kecamatan Bacan Barat Utara, dikejutkan fenomena air laut naik secara mendadak selama dua hari berturut-turut, Kamis dan Jumat. Permukaan laut tercatat meningkat sekitar 50 cm dalam waktu singkat tanpa disertai angin kencang atau hujan, sehingga memicu kecemasan masyarakat pesisir.

Peristiwa tersebut pertama kali terlihat Kamis pagi, disusul kejadian serupa pada Jumat siang dengan pola yang sama. Meski tidak menimbulkan banjir atau kerusakan, perubahan cepat ini dianggap tidak normal sehingga membuat warga waspada dan menjauhi area pantai.

Salah satu warga, Firlo, mengatakan fenomena itu terjadi tiba-tiba dan berbeda dari pasang harian. “Kami takut karena belum pernah lihat air naik seperti ini. Dua hari berturut-turut, gerakannya cepat. Warga panik karena tidak tahu penyebabnya,” ujarnya. Ia meminta pemerintah memberi penjelasan resmi agar masyarakat tidak gelisah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Desa Loid telah mengimbau warga mengurangi aktivitas di pesisir, menugaskan aparat memantau kondisi air, dan melaporkan kejadian ini kepada kecamatan. Namun warga berharap pemerintah kabupaten segera turun mengecek lokasi bersama BPBD dan instansi terkait untuk menilai potensi risiko serta memberikan arahan mitigasi.

Hingga kini tidak ada kerusakan material, tetapi kekhawatiran masyarakat meningkat. Pemerintah desa memastikan akan terus memperbarui informasi sambil menunggu kehadiran pihak kabupaten. (Red/BSM)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Aktivitas Galian C PT Pentangon Terang Asli di Obi Disorot, Diduga Beroperasi Tanpa Izin
Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab
Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga
Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”
Ko Lok Gelar Tasyakuran dan Aqiqah Cucu, Ratusan Warga Hadir Panjatkan Doa
FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa
LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal
PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade
Berita ini 90 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:01 WIT

Aktivitas Galian C PT Pentangon Terang Asli di Obi Disorot, Diduga Beroperasi Tanpa Izin

Minggu, 16 Agustus 2026 - 03:26 WIT

Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:41 WIT

Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:32 WIT

Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:13 WIT

FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:47 WIT

LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIT

PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:50 WIT

Respon Aksi Warga, Fraksi PKB Mendesak Pemda Halsel Segera Ambil Langkah Cepat Selesaikan Masalah Lahan di Pulau Obi

Berita Terbaru