Pesawat ATR Rute Yogya–Makassar Hilang Kontak

- Penulis Berita

Sabtu, 17 Januari 2026 - 16:35 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halsel, Nalarsatu.com – Pesawat ATR 400 milik maskapai Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak saat melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar, Sabtu (17/1/2026). Informasi awal kejadian tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan grup percakapan Palopo Info.

Pesawat dilaporkan terakhir terpantau di sekitar wilayah Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan. Sejumlah unggahan di media sosial menyebutkan pesawat tersebut jatuh dan ditemukan warga di kawasan Pegunungan Bulusaraung, lengkap dengan foto puing-puing pesawat. Namun demikian, hingga saat ini kebenaran foto-foto tersebut belum dapat dipastikan dan masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, membenarkan adanya laporan pesawat hilang kontak yang diterima pihaknya pada pukul 13.17 WITA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Informasi awal yang kami terima, pesawat berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep,” kata Andi Sultan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu sore.

Ia menjelaskan, berdasarkan koordinat sementara yang diterima dari AirNav Indonesia, posisi pesawat diperkirakan berada di 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur.

“Saat ini tim Basarnas telah bergerak menuju lokasi sesuai koordinat yang diberikan AirNav, yakni di sekitar kawasan Leang-Leang, Kabupaten Maros,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian dan verifikasi di lapangan masih terus dilakukan. Nalarsatu.com mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi maupun foto yang belum terkonfirmasi kebenarannya dan menunggu pernyataan resmi dari pihak terkait. (red)

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Aktivitas Galian C PT Pentangon Terang Asli di Obi Disorot, Diduga Beroperasi Tanpa Izin
Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab
Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga
Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”
Ko Lok Gelar Tasyakuran dan Aqiqah Cucu, Ratusan Warga Hadir Panjatkan Doa
FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa
LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal
PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade
Berita ini 116 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:01 WIT

Aktivitas Galian C PT Pentangon Terang Asli di Obi Disorot, Diduga Beroperasi Tanpa Izin

Minggu, 16 Agustus 2026 - 03:26 WIT

Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:41 WIT

Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:32 WIT

Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:13 WIT

FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:47 WIT

LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIT

PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:50 WIT

Respon Aksi Warga, Fraksi PKB Mendesak Pemda Halsel Segera Ambil Langkah Cepat Selesaikan Masalah Lahan di Pulau Obi

Berita Terbaru