​Aliansi Perjuangan Demokrasi Desak Pembebasan Tahanan Politik dan Stop Kriminalisasi Rakyat

- Penulis Berita

Kamis, 12 Maret 2026 - 12:01 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE, Nalarsatu.com – sejumla Mahasiswa yang tergabung dalam Front Perjuangan Untuk Demokrasi (FPUD) menggelar aksi sebagai bentuk protes terhadap pembungkaman demokrasi yang dinilai masih marak terjadi. Aksi berlangsung di depan Kantor Walikota Ternate pada 12/03/2026. Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah tuntutan krusial, mulai dari isu nasional hingga persoalan lokal di Maluku Utara.

​Koordinator aksi, Muhammad Kasir, menyatakan bahwa tuntutan utama atau isu sentral yang dibawa oleh aliansi hari ini adalah pembebasan tahanan politik (tapol) tanpa syarat. Selain itu, mereka mendesak pemerintah untuk segera menghentikan segala bentuk kriminalisasi terhadap gerakan rakyat.

​”Sejauh ini pembungkaman demokrasi masih terus dilakukan oleh rezim saat ini,” ujar Kasir di sela-sela aksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Tak hanya isu nasional, aliansi juga menyuarakan ketidakadilan yang terjadi di tingkat lokal. Salah satu poin penting yang disoroti adalah kasus kriminalisasi terhadap 14 warga Sagea kia yang saat ini tengah berhadapan dengan proses hukum.

​”Perkembangan dari kawan-kawan solidaritas terhadap masyarakat Sagea-kia, saat ini prosesnya sudah masuk tahap penyidikan menuju penetapan tersangka. Kami menyatakan akan tetap bersolidaritas bersama mereka,” tegas Kasir.

​Selain kasus warga Sagea kia, massa aksi juga menuntut pemerintah daerah untuk memperhatikan kesejahteraan pekerja dengan mendesak kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) atau upah buruh di Maluku Utara.

​Aksi ini menegaskan bahwa gerakan rakyat tidak akan surut meski menghadapi tekanan hukum. Aliansi berharap tuntutan mereka, terutama mengenai pembebasan tapol dan keadilan bagi warga Sagea-kia, segera mendapat respon nyata dari pemangku kebijakan. (Ardian/Bisma)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polres Halsel Klarifikasi Dugaan Penganiayaan Warga oleh Oknum Polisi, Kasi Humas: Semua Laporan Akan Diproses Secara Objektif
BARAH Desak Polres Halsel Usut Dugaan Praktik Togel di Pulau Bacan
Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Ferdi Latumeten Lapor ke Polres Halsel Didampingi Tim Kuasa Hukum
Dugaan Pengeroyokan oleh Tiga Oknum Polisi, Warga Halsel Alami Luka-Luka
Jaringan Internet Obi Kerap Mati-Hidup, Asosiasi Dump Truck Ancam Gelar Mosi Tidak Percaya kepada Pemprov dan Pemda
Pemuda Merah Putih Minta Polisi Terapkan Pasal Berlapis dalam Kasus Dugaan Pelecehan di Kafe Bungalow 2
KJH FC Tancap Gas, Diler FC Kehabisan Bensin di Menit Akhir
DPRD Halsel Konsultasi ke RSUD Chasan Boesoirie, Cari Solusi Tunggakan Jaspel Nakes RSUD Labuha
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:40 WIT

Polres Halsel Klarifikasi Dugaan Penganiayaan Warga oleh Oknum Polisi, Kasi Humas: Semua Laporan Akan Diproses Secara Objektif

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:55 WIT

BARAH Desak Polres Halsel Usut Dugaan Praktik Togel di Pulau Bacan

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:13 WIT

Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Ferdi Latumeten Lapor ke Polres Halsel Didampingi Tim Kuasa Hukum

Selasa, 16 Juni 2026 - 05:02 WIT

Dugaan Pengeroyokan oleh Tiga Oknum Polisi, Warga Halsel Alami Luka-Luka

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:29 WIT

Jaringan Internet Obi Kerap Mati-Hidup, Asosiasi Dump Truck Ancam Gelar Mosi Tidak Percaya kepada Pemprov dan Pemda

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:53 WIT

KJH FC Tancap Gas, Diler FC Kehabisan Bensin di Menit Akhir

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:58 WIT

DPRD Halsel Konsultasi ke RSUD Chasan Boesoirie, Cari Solusi Tunggakan Jaspel Nakes RSUD Labuha

Rabu, 10 Juni 2026 - 03:49 WIT

Pemdes dan Masyarakat Moloku Gelar Doa Keselamatan HUT ke-23 Halmahera Selatan, Kades Harapkan Pembangunan Makin Meningkat

Berita Terbaru