Lebaran Beda Tanggal, Warga Moloku Rayakan 20 Maret, Pemerintah dan NU 21 Maret

- Penulis Berita

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:56 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halsel,Nalarsatu.com – Sebagian besar warga Desa Moloku,Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, dilaporkan mengalami kebingungan terkait penetapan Hari Raya Idulfitri tahun ini. Perbedaan tanggal antara keputusan pemerintah desa dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta Nahdlatul Ulama (NU) menjadi pemicu utama situasi tersebut.

Pemerintah Desa Moloku menetapkan pelaksanaan Salat Idulfitri pada tanggal 20, sementara pemerintah pusat dan daerah bersama NU menetapkan Idulfitri jatuh pada tanggal 21. Perbedaan ini ramai diperbincangkan warga, termasuk dalam grup komunikasi internal desa.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Moloku Yahya Assagaf menyampaikan bahwa keputusan tersebut telah melalui pertimbangan tokoh agama dan tokoh adat setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mau bagaimana lagi, itu sudah menjadi keputusan imam dan tokoh adat. Jadi mau tidak mau, tanggal 20 kita laksanakan salat,” ujar Yahya Kamis (19/3).

Meski demikian, sejumlah warga masih mempertimbangkan untuk mengikuti keputusan pemerintah pusat dan organisasi keagamaan lainnya. Kondisi ini mencerminkan adanya perbedaan pandangan di tengah masyarakat dalam menentukan hari besar keagamaan.

Hingga saat ini, situasi di Desa Moloku terpantau kondusif, meskipun terdapat perbedaan pilihan di kalangan warga. (red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polres Halsel Klarifikasi Dugaan Penganiayaan Warga oleh Oknum Polisi, Kasi Humas: Semua Laporan Akan Diproses Secara Objektif
BARAH Desak Polres Halsel Usut Dugaan Praktik Togel di Pulau Bacan
Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Ferdi Latumeten Lapor ke Polres Halsel Didampingi Tim Kuasa Hukum
Dugaan Pengeroyokan oleh Tiga Oknum Polisi, Warga Halsel Alami Luka-Luka
Jaringan Internet Obi Kerap Mati-Hidup, Asosiasi Dump Truck Ancam Gelar Mosi Tidak Percaya kepada Pemprov dan Pemda
Pemuda Merah Putih Minta Polisi Terapkan Pasal Berlapis dalam Kasus Dugaan Pelecehan di Kafe Bungalow 2
KJH FC Tancap Gas, Diler FC Kehabisan Bensin di Menit Akhir
DPRD Halsel Konsultasi ke RSUD Chasan Boesoirie, Cari Solusi Tunggakan Jaspel Nakes RSUD Labuha
Berita ini 97 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:40 WIT

Polres Halsel Klarifikasi Dugaan Penganiayaan Warga oleh Oknum Polisi, Kasi Humas: Semua Laporan Akan Diproses Secara Objektif

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:55 WIT

BARAH Desak Polres Halsel Usut Dugaan Praktik Togel di Pulau Bacan

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:13 WIT

Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Ferdi Latumeten Lapor ke Polres Halsel Didampingi Tim Kuasa Hukum

Selasa, 16 Juni 2026 - 05:02 WIT

Dugaan Pengeroyokan oleh Tiga Oknum Polisi, Warga Halsel Alami Luka-Luka

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:29 WIT

Jaringan Internet Obi Kerap Mati-Hidup, Asosiasi Dump Truck Ancam Gelar Mosi Tidak Percaya kepada Pemprov dan Pemda

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:53 WIT

KJH FC Tancap Gas, Diler FC Kehabisan Bensin di Menit Akhir

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:58 WIT

DPRD Halsel Konsultasi ke RSUD Chasan Boesoirie, Cari Solusi Tunggakan Jaspel Nakes RSUD Labuha

Rabu, 10 Juni 2026 - 03:49 WIT

Pemdes dan Masyarakat Moloku Gelar Doa Keselamatan HUT ke-23 Halmahera Selatan, Kades Harapkan Pembangunan Makin Meningkat

Berita Terbaru