GMNI Desak Kapolri Evaluasi Wadir Intelkam Polda Malut, Diduga Lecehkan Marwah Organisasi

- Penulis Berita

Rabu, 8 April 2026 - 15:42 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GMNI Desak Kapolri Evaluasi Wadir Intelkam dan Kapolda Malut, Diduga Lecehkan Marwah Organisasi Oleh Ketua Bidang Riset dan Teknologi DPP GMNI Irfandi Norau (Foto/Istimewa)

GMNI Desak Kapolri Evaluasi Wadir Intelkam dan Kapolda Malut, Diduga Lecehkan Marwah Organisasi Oleh Ketua Bidang Riset dan Teknologi DPP GMNI Irfandi Norau (Foto/Istimewa)

Ternate, Nalarsatu.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengecam keras pernyataan Wakil Direktur Intelijen dan Keamanan (Wadir Intelkam) Polda Maluku Utara, AKBP Sigit Adhi Prasetyo, yang dinilai merendahkan dan mencederai marwah organisasi GMNI.

Kecaman tersebut muncul setelah beredarnya pernyataan yang disampaikan Wadir Intelkam Polda Malut, AKBP Sigit kepada Wakil Ketua DPD GMNI Maluku Utara, M. Asrul, yang diduga bernuansa intimidasi.

Pasalnya, dalam narasi yang disampaikan Wadir Intelkam Polda Malut, menyebutkan GMNI sebagai organisasi yang “Tidak Jelas dan Tidak Punya Kontribusi, Seperti Anggota DPRD.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ole karenanya, DPP GMNI menilai pernyataan tersebut tidak pantas disampaikan oleh seorang pejabat kepolisian, terlebih aparat penegak hukum seperti Wadir Intelkam Polda Malut.

“Karena berpotensi menimbulkan kegaduhan serta mencederai kehormatan organisasi kemahasiswaan,” ujar Irfandi Norau.

Dekatkan, kronologi bermula ketika Wakil Ketua DPD GMNI Maluku Utara, atas instruksi Ketua DPD, mengirimkan undangan dialog melalui pesan WhatsApp kepada pihak terkait.

Dalam pesan yang dikirimkan itu bertujuan pemberitahuan soal dialog yang direncanakan untuk membahas sekaligus mengungkap kasus teror oleh Orang Tak Dikenal (OTK) di wilayah Halmahera Timur dan Halmahera Tengah.

Atas persoalan itu, Ketua Bidang Riset dan Teknologi DPP GMNI, Irfandi Norau, menegaskan bahwa pernyataan AKBP Sigit telah mencoreng nama baik organisasi serta menimbulkan ketersinggungan di kalangan kader GMNI, khususnya di Maluku Utara.

“Pernyataan tersebut sangat tidak berdasar dan merendahkan marwah organisasi kami. Perlu diingatkan, GMNI memiliki sejarah panjang serta kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” tegas Irfandi.

Irfandi juga menyatakan akan menempuh langkah resmi dengan melaporkan pernyataan tersebut ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

Ia menyatakan, langkah ini diambil sebagai bentuk keberatan sekaligus dorongan agar dilakukan evaluasi terhadap Kapolda dan Wadir Intelkam Polda Maluku Utara.

DPP GMNI juga menegaskan bahwa selama ini organisasi mahasiswa, termasuk GMNI, memiliki peran penting dalam berbagai agenda nasional, termasuk dalam mendorong reformasi di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

“Reformasi Polri tidak terlepas dari kontribusi gerakan mahasiswa. Karena itu, kami meminta seluruh aparat negara menghormati organisasi kemahasiswaan sebagai mitra kritis dalam pembangunan demokrasi,” tutup Irfandi. (red)

Hingga berita ini di publikasikan, upaya konfirmasi pihak terkait belum memberikan keterangan. (red)

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan
Bupati Bassam Kasuba: Pers Garda Terdepan Lawan Hoaks dan Jembatan Suara Rakyat
Munawir Resmi Nahkodai GMNI Halsel, Tegaskan Soliditas dengan DPP GMNI RI
Ancaman Jutaan Ton Limbah Slag Nikel PT.Harita Group, Kesiapan Pengelolaan Dipertanyakan
Bendung Harita: Konflik Ruang Hidup, Kerusakan Ekologis, dan Pertanyaan Besar atas Izin Lingkungan
Aktivis Maluku Utara Jakarta Desak Pemberhentian Plt Kadishut Malut Basyuni Thahir, Dinilai Beri Keterangan Menyesatkan soal PT Karya Wijaya
Surat “Cinta” untuk Komisaris Utama Harita Group Donald J. Hermanus: Dugaan Mafia Tanah dan Harga Pembebasan Lahan yang Janggal
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 04:27 WIT

Post-Truth dan Matinya Nalar Kritis Publik

Kamis, 19 Maret 2026 - 14:46 WIT

Paradoks Program IMS-ADIL Antara Pendidikan Gratis vs Umroh Gratis

Rabu, 18 Maret 2026 - 01:36 WIT

Dari Cangkul ke Ekskavator: Krisis Identitas dan Ekologi di Balik Ekspansi Tambang di Maluku Utara

Jumat, 27 Februari 2026 - 08:08 WIT

Geothermal dalam Masyarakat Risiko: Kritik Political Ecology atas Ilusi Energi Hijau

Rabu, 25 Februari 2026 - 19:27 WIT

“Taba”: Etos Ketabahan Orang Makian

Kamis, 15 Januari 2026 - 16:53 WIT

Pendidikan di Era Modern: Menyelaraskan Inovasi Teknologi dengan Nilai Kemanusiaan

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:37 WIT

Agar Tak Bingung Saat Di Tanya, Mahasiswa Paham Arah Kampusnya

Kamis, 15 Januari 2026 - 04:03 WIT

Kampus Tumbuh Dari Dialog, Bukan Dari Ketakutan.

Berita Terbaru