Skandal Pemalsuan KK Diduga Libatkan Oknum Dukcapil Halsel, Keluarga Perempuan Tempuh Jalur Hukum: “Ini Harga Diri Kami!”

- Penulis Berita

Senin, 28 Juli 2025 - 09:50 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuha, Nalarsatu.com – Skandal pemalsuan dokumen negara kembali mencoreng citra pelayanan publik di Kabupaten Halmahera Selatan. Seorang pria bernama Bayu D. S diduga kuat memalsukan Kartu Keluarga (KK) dengan mencatut nama keluarga perempuan secara sepihak. Lebih mencengangkan, B mengakui perbuatannya dilakukan dengan bantuan ‘teman’ di internal Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dan namanya dirahasiakan.

“Saya minta bantu teman di Capil,” ujar Bayu blak-blakan dalam pertemuan dengan pihak keluarga perempuan. Pengakuan ini mengindikasikan adanya penyalahgunaan wewenang dan akses sistem administrasi negara oleh oknum internal Dukcapil.

Data yang diperoleh redaksi menunjukkan dua versi KK atas nama yang sama, dengan nomor identik namun tanggal terbit berbeda: masing-masing tertanggal 1 Mei 2025 dan 7 Mei 2025. Bukti ini menjadi alarm keras atas adanya rekayasa administratif, yang dapat mengarah pada tindak pidana pemalsuan dokumen resmi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak keluarga perempuan menegaskan mereka tidak pernah menyetujui apalagi mengetahui pencatutan nama dalam dokumen tersebut. Mereka mengaku sangat dirugikan secara hukum dan moril.

“Ini bukan soal selembar kertas, ini menyangkut kehormatan keluarga dan integritas data kependudukan. Kami akan menempuh jalur hukum sampai tuntas,” tegas orang tua pihak perempuan  Orang tua kandung perempuan, Hendrik Sarkis Baweda kepada media Minggu (27/7).

Merujuk pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, setiap bentuk manipulasi data kependudukan tanpa persetujuan sah merupakan pelanggaran serius dan dapat dikenai sanksi pidana.

Pihak keluarga telah menyiapkan laporan pengaduan ke Ombudsman RI dan Kementerian Dalam Negeri, sambil mendesak agar Bupati Halmahera Selatan segera mengevaluasi dan menindak tegas oknum Dukcapil yang terlibat.

“Kami menuntut klarifikasi terbuka dari Dukcapil Halsel dan tindakan nyata atas penyalahgunaan kewenangan ini. Jangan ada pembiaran terhadap mafia dokumen dalam sistem negara,” tambah Daniel salah atu anggota keluarga.

Skandal ini membuka tabir rapuhnya sistem pengawasan internal Dukcapil, yang seharusnya menjaga kredibilitas data kependudukan, namun kini justru rentan disusupi akses ilegal berbasis koneksi pribadi. Jika benar, ini bukan lagi kelalaian administratif, melainkan kejahatan yang terstruktur.

***

Facebook Comments Box

Editor : Tim Nalar

Berita Terkait

Pemuda Merah Putih Minta Polisi Terapkan Pasal Berlapis dalam Kasus Dugaan Pelecehan di Kafe Bungalow 2
KJH FC Tancap Gas, Diler FC Kehabisan Bensin di Menit Akhir
DPRD Halsel Konsultasi ke RSUD Chasan Boesoirie, Cari Solusi Tunggakan Jaspel Nakes RSUD Labuha
Pemdes dan Masyarakat Moloku Gelar Doa Keselamatan HUT ke-23 Halmahera Selatan, Kades Harapkan Pembangunan Makin Meningkat
HUT ke-23 Halmahera Selatan, Asosiasi Dump Truck Obi Siap Dukung Percepatan Pembangunan Daerah
Nuansa Religius Warnai Pernikahan Eka Saputra dan Satrina Sukardi Dom di Gane Barat Utara
Abdul Kadir Uswanas Terpilih Menjadi Ketua Umum BPD HIPMI Maluku Utara 2026–2029, Momentum Persatuan dan Kemajuan Pengusaha Muda
Junaidi Abusama: Persoalan RSUD Labuha Tak Kunjung Tuntas, Fraksi PKB Siap Dorong Pembentukan Pansus DPRD
Berita ini 399 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:26 WIT

Tebarkan Kepedulian, Ciptakan Kebersamaan, IARMI Maharuyung Jabodetabek Gelar Bakti Sosial di Momentum Iduladha

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:45 WIT

Bawa Nama Halsel ke Tingkat Nasional, Soleman Bobote Raih Penghargaan Bergengsi

Rabu, 8 April 2026 - 15:42 WIT

GMNI Desak Kapolri Evaluasi Wadir Intelkam Polda Malut, Diduga Lecehkan Marwah Organisasi

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:42 WIT

Rabu, 11 Februari 2026 - 03:25 WIT

Bupati Bassam Kasuba: Pers Garda Terdepan Lawan Hoaks dan Jembatan Suara Rakyat

Minggu, 8 Februari 2026 - 05:27 WIT

Munawir Resmi Nahkodai GMNI Halsel, Tegaskan Soliditas dengan DPP GMNI RI

Jumat, 6 Februari 2026 - 13:46 WIT

Ancaman Jutaan Ton Limbah Slag Nikel PT.Harita Group, Kesiapan Pengelolaan Dipertanyakan

Berita Terbaru