Rampai Nusantara Desak Gubernur–DPRD Evaluasi Total Transportasi Laut Malut Pasca Karamnya KM Intim Teratai

- Penulis Berita

Rabu, 18 Februari 2026 - 03:43 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE, Nalarsatu.com – Dewan Eksekutif Wilayah (DEW) Rampai Nusantara Maluku Utara mendesak Gubernur dan DPRD Provinsi Maluku Utara untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem transportasi laut, khususnya kapal-kapal milik swasta yang beroperasi di wilayah tersebut.

Desakan ini disampaikan menyusul kembali terjadinya kecelakaan laut yang menimpa kapal motor Intim Teratai rute Kupal–Ternate, yang dilaporkan karam di perairan depan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, pada Selasa (17/02/2026).

Ketua Rampai Nusantara Maluku Utara, Nurcholish Rustam, menilai Pemerintah Provinsi melalui dinas teknis terkait bersama DPRD terkesan belum maksimal melakukan pengawasan dan pembenahan sektor transportasi laut, meski sejumlah insiden telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita berkaca dari berbagai tragedi kecelakaan laut yang terjadi belakangan ini. Pemerintah tidak boleh lagi bersikap biasa-biasa saja. Harus ada evaluasi total, baik dari sisi kelengkapan dokumen, kelaikan kapal, hingga standar operasional pelayaran,” tegas Nurcholish Selasa (17/2).

Menurutnya, momentum menjelang Ramadan dan Idulfitri harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia mengingatkan bahwa mobilitas masyarakat Maluku Utara akan meningkat signifikan melalui jalur laut, baik untuk arus mudik maupun arus balik.

“Kita butuh langkah konkret dari Gubernur. Menjelang Ramadan dan Idulfitri, aktivitas pelayaran pasti meningkat. Pemprov harus memastikan seluruh aspek, baik teknis maupun non-teknis, benar-benar siap. Jangan sampai ada korban lagi karena kelalaian pengawasan,” ujarnya.

Rampai Nusantara juga meminta agar pemerintah tidak ragu menindak tegas operator kapal yang terbukti melanggar aturan atau mengabaikan standar keselamatan pelayaran.

“Kalau ada pengelola kapal yang tidak patuh terhadap regulasi dan standar keselamatan, tertibkan saja. Ini bukan sekadar soal administrasi, ini menyangkut nyawa manusia,” tandasnya.

Rampai Nusantara menegaskan, keselamatan transportasi laut di Maluku Utara harus menjadi prioritas utama, mengingat wilayah kepulauan tersebut sangat bergantung pada konektivitas antarpulau sebagai urat nadi perekonomian dan mobilitas warga.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara maupun DPRD terkait rencana evaluasi menyeluruh terhadap transportasi laut pasca insiden tersebut. (red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Aktivitas Galian C PT Pentangon Terang Asli di Obi Disorot, Diduga Beroperasi Tanpa Izin
Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab
Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga
Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”
Ko Lok Gelar Tasyakuran dan Aqiqah Cucu, Ratusan Warga Hadir Panjatkan Doa
FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa
LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal
PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:01 WIT

Aktivitas Galian C PT Pentangon Terang Asli di Obi Disorot, Diduga Beroperasi Tanpa Izin

Minggu, 16 Agustus 2026 - 03:26 WIT

Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:41 WIT

Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:32 WIT

Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:13 WIT

FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:47 WIT

LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIT

PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:50 WIT

Respon Aksi Warga, Fraksi PKB Mendesak Pemda Halsel Segera Ambil Langkah Cepat Selesaikan Masalah Lahan di Pulau Obi

Berita Terbaru