Sofifi, Nalarsatu.com – di akhir masa jabatannya, Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si. menegaskan bahwa inti dari tugas kepolisian terletak pada kerja dengan hati, sesuai fungsi Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Dalam wawancara via WhatsApp, ia menekankan bahwa pengabdian anggota Polri tidak cukup hanya berlandaskan kewenangan, tetapi harus disertai kepekaan dan ketulusan dalam melayani masyarakat.
“Jadilah pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan hati,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kerja dengan hati berarti hadir secara nyata di tengah masyarakat, memahami persoalan yang dihadapi, serta memberikan pelayanan yang adil, humanis, dan responsif. Pendekatan inilah yang dinilai menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan publik sekaligus menjaga stabilitas keamanan, khususnya di wilayah Maluku Utara dengan tantangan geografis dan sosial yang beragam.
Selama masa kepemimpinannya, nilai tersebut terus didorong dalam setiap lini tugas kepolisian, mulai dari pelayanan publik hingga penanganan konflik sosial. Ia menilai, keberhasilan Polri tidak hanya diukur dari aspek penegakan hukum, tetapi dari sejauh mana masyarakat merasa aman, dilindungi, dan dihargai.
“Polri harus benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Di situlah kepercayaan itu tumbuh,” ujar Waris Agono Selasa (28/4).
Di akhir pengabdiannya, ia juga mengingatkan seluruh jajaran untuk tetap memegang teguh integritas dan profesionalisme, serta menjadikan pelayanan yang tulus sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas.
Ia turut mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga keamanan dan kedamaian bersama. “Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat Polri dan TNI, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Kepada penerusnya, ia berharap semangat kerja dengan hati dapat terus dilanjutkan dan diperkuat dengan inovasi pelayanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Mengakhiri masa tugasnya, ia kembali menegaskan pesan utamanya: “Kerja dengan hati adalah kunci. Jika itu dijaga, maka kepercayaan dan kedamaian akan selalu menyertai.” (BSM)











