Ketua BARAH Soroti Sengketa Lahan Kawasi–Soligi, Desak Bupati Halsel Segera Turun Tangan

- Penulis Berita

Minggu, 26 April 2026 - 05:35 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halsel, Nalarsatu.com — Ketua Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH), Ady Hi. Adam, kembali angkat bicara terkait konflik sengketa lahan yang melibatkan Kepala Desa Kawasi dan warga Desa Soligi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan. Ia menilai persoalan ini sangat sensitif karena menyangkut hak atas tanah dan ruang hidup masyarakat.

Menurut Ady, konflik tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi meluas menjadi konflik sosial antar kelompok. “Ini bukan sekadar persoalan administrasi lahan, tetapi menyangkut legitimasi kepemimpinan dan keberlangsungan hidup masyarakat. Jika tidak segera diselesaikan, dampaknya bisa jauh lebih besar,” tegasnya.

Ia mendesak Bupati Halmahera Selatan untuk segera turun tangan guna memastikan penyelesaian konflik berjalan cepat, adil, dan transparan. “Kehadiran bupati sangat penting sebagai penentu arah penyelesaian agar konflik ini tidak melebar,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ady juga mendorong pemerintah daerah segera membentuk tim independen yang melibatkan berbagai pihak, seperti pemerintah daerah melalui bagian pertanahan dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Tim tersebut, kata dia, harus melakukan verifikasi faktual terhadap riwayat penguasaan lahan guna memastikan keabsahan klaim masing-masing pihak.

“Verifikasi ini penting untuk menelusuri sejarah kepemilikan lahan dan menghindari keputusan yang sepihak. Semua harus berbasis data dan fakta,” jelasnya.

Selain itu, Ady menekankan pentingnya pemisahan antara kepentingan jabatan kepala desa dan kepentingan pribadi. Ia menyebut, jika kepala desa mengklaim lahan atas nama pribadi, maka harus diposisikan sebagai subjek hukum biasa, bukan sebagai pejabat.

“Ini krusial untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan. Tidak boleh ada posisi jabatan yang digunakan untuk memaksakan klaim pribadi,” katanya.

Ia juga mengingatkan, apabila terdapat indikasi penyalahgunaan jabatan dalam konflik tersebut, maka kepala desa dapat dikenakan sanksi administratif hingga pidana jika terbukti melanggar hukum.

Lebih lanjut, Ady menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan harus bersikap netral dan tidak memihak kepada pihak manapun, baik kepala desa maupun masyarakat.

“Peran ideal pemerintah adalah menjadi penengah yang adil. Oleh karena itu, verifikasi faktual menjadi kunci untuk menjawab semua klaim kepemilikan lahan yang saat ini diduga terjadi penyerobotan tanpa mempertimbangkan aspek kemanusiaan,” pungkasnya. (Red/Irwan)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab
Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga
Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”
Ko Lok Gelar Tasyakuran dan Aqiqah Cucu, Ratusan Warga Hadir Panjatkan Doa
FAKI Desak KPK Usut Empat Proyek Jembatan Rp15,5 Miliar di Haltim, Minta Eks Kadis PUPR Diperiksa
LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal
BARAH Desak Pemda Halsel Percepat Penetapan WPR, Ratusan Penambang Masih Bergantung pada Aktivitas PETI
PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 03:26 WIT

Kades Gambaru Siap Turun Ukur Lahan Warga, Nasrudin M. Kasuba: Jika LA Tak Bersedia, Saya Bertanggung Jawab

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:41 WIT

Warga Hantam Sikap Kades Gambaru Nasrudin M. Kasuba : Jangan Jadi Budak Korporasi, Anda Harus Belajar dari Kades Fluk Utamakan Warga

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:32 WIT

Saat Tambang Belum Berproduksi, PT KTS Menyalakan Harapan Lewat Program “KTS Bersinar”

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:00 WIT

Ko Lok Gelar Tasyakuran dan Aqiqah Cucu, Ratusan Warga Hadir Panjatkan Doa

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:47 WIT

LPP Tipikor Halteng Desak Polda Malut Selidiki Dugaan Perdagangan Skrap Ilegal

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:21 WIT

BARAH Desak Pemda Halsel Percepat Penetapan WPR, Ratusan Penambang Masih Bergantung pada Aktivitas PETI

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIT

PEROK Ultimatum PT Harita Group: Hentikan Mobilisasi Karyawan atau Hadapi Blokade

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:50 WIT

Respon Aksi Warga, Fraksi PKB Mendesak Pemda Halsel Segera Ambil Langkah Cepat Selesaikan Masalah Lahan di Pulau Obi

Berita Terbaru