Aksi Warga Obi Kembali Menguat, Desak Penyelesaian Sengketa Lahan di Soligi

- Penulis Berita

Kamis, 30 April 2026 - 10:25 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halsel, Nalarsatu.com – Aksi unjuk rasa kembali digelar oleh Koalisi Peduli Masyarakat Lingkar Tambang Pulau Obi bersama warga Desa Soligi pada Kamis (30/4/2026). Massa mendatangi Kantor Corporate Social Responsibility (CSR) Harita Group di Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan.

Aksi ini merupakan lanjutan dari rangkaian protes sebelumnya yang menuntut penyelesaian sengketa lahan milik Alimusu La Damili, seorang petani asal Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan. Hingga kini, persoalan hak atas lahan tersebut dinilai belum menemui kejelasan.

Kordinator Koalisi Wankep menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk konsistensi perjuangan masyarakat atas tuntutan yang telah berulang kali disampaikan, baik melalui demonstrasi maupun forum hearing. Namun, mereka menilai belum ada langkah konkret dari pihak perusahaan maupun pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan aksi pertama, dan kami akan terus kembali selama belum ada kepastian hukum. Lahan Alimusu harus diselesaikan secara terang dan adil,” tegas Wankep

Dalam aksi sebelumnya, pihak perusahaan melalui Manajer Land Acquisition, Nafis Mbata, menyatakan bahwa pada saat pengukuran awal, lahan tersebut diakui atas nama Alimusu dan dihadiri langsung oleh yang bersangkutan bersama keluarga. Pernyataan ini dinilai memperkuat klaim awal kepemilikan lahan oleh Alimusu.

Namun, koalisi juga menyoroti dugaan kejanggalan dalam proses pembayaran dan pengalihan lahan yang dianggap tidak transparan. Mereka mengungkap adanya indikasi keterlibatan oknum tertentu yang diduga memperkeruh persoalan, termasuk dugaan aliran pembayaran yang tidak jelas.

Koalisi memperingatkan bahwa jika sengketa ini terus berlarut tanpa penyelesaian yang adil, potensi konflik sosial akan semakin meluas. Tidak hanya antara masyarakat dan perusahaan, tetapi juga antarwarga yang terdampak langsung oleh ketidakjelasan status lahan.

Sebagai bentuk tekanan, massa aksi menyatakan tidak menutup kemungkinan akan melakukan aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar, termasuk pemalangan aktivitas perusahaan serta konsolidasi masyarakat di Desa Soligi dan Kawasi.

“Kami tidak menginginkan konflik, tetapi keadilan harus ditegakkan. Jika tidak ada penyelesaian, maka aksi akan terus berlanjut,” ujar salah satu perwakilan koalisi

Koalisi Peduli Masyarakat Lingkar Tambang Pulau Obi kembali mendesak Harita Group untuk segera menyelesaikan pembayaran lahan milik Alimusu La Damili, serta meminta evaluasi dan penindakan terhadap oknum-oknum yang terlibat dalam proses sengketa yang dinilai tidak transparan.

Aksi ini diharapkan menjadi dorongan bagi semua pihak terkait untuk segera menghadirkan solusi yang adil dan transparan, demi mencegah eskalasi konflik di wilayah lingkar tambang Pulau Obi. (Red/ir)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kasus Dugaan Kekerasan di Daycare Jogja, Gusti Rian: Polisi Tak Boleh Lambat Melindungi Hak Anak
Pesan Terakhir Kapolda Malut: Layani Masyarakat dengan Hati
Akhiri Masa Tugas, Waris Agono Tekankan Integritas dan Kepercayaan Publik
Pengakuan Nafis di Hearing Aksi: Lahan Milik Alimusu, GMNI Soroti Kejanggalan Pembayaran ke Kades Kawasi oleh Harita Group
Percepat Distribusi Hasil Panen, PT Poleko Yubarson Bantu Pembangunan Jalan Tani di Desa Buton Obi
Ketua BARAH Soroti Sengketa Lahan Kawasi–Soligi, Desak Bupati Halsel Segera Turun Tangan
Ketua GMNI Halsel: Penggunaan Jalan Soligi oleh Harita Group Diduga Kuat Melanggar Hukum dan Berpotensi Pidana
Kades “Menghilang” di Jakarta, Warga Minta Bupati Pakai Kewenangan
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 10:25 WIT

Aksi Warga Obi Kembali Menguat, Desak Penyelesaian Sengketa Lahan di Soligi

Rabu, 29 April 2026 - 13:40 WIT

Kasus Dugaan Kekerasan di Daycare Jogja, Gusti Rian: Polisi Tak Boleh Lambat Melindungi Hak Anak

Selasa, 28 April 2026 - 16:34 WIT

Pesan Terakhir Kapolda Malut: Layani Masyarakat dengan Hati

Selasa, 28 April 2026 - 09:49 WIT

Akhiri Masa Tugas, Waris Agono Tekankan Integritas dan Kepercayaan Publik

Senin, 27 April 2026 - 16:27 WIT

Pengakuan Nafis di Hearing Aksi: Lahan Milik Alimusu, GMNI Soroti Kejanggalan Pembayaran ke Kades Kawasi oleh Harita Group

Minggu, 26 April 2026 - 05:35 WIT

Ketua BARAH Soroti Sengketa Lahan Kawasi–Soligi, Desak Bupati Halsel Segera Turun Tangan

Minggu, 26 April 2026 - 04:18 WIT

Ketua GMNI Halsel: Penggunaan Jalan Soligi oleh Harita Group Diduga Kuat Melanggar Hukum dan Berpotensi Pidana

Jumat, 24 April 2026 - 08:19 WIT

Kades “Menghilang” di Jakarta, Warga Minta Bupati Pakai Kewenangan

Berita Terbaru

Daerah

Pesan Terakhir Kapolda Malut: Layani Masyarakat dengan Hati

Selasa, 28 Apr 2026 - 16:34 WIT