IPMB Kecam Inspektorat Halmahera Selatan, Diduga “Kong Kali Kong” dalam Audit Dana Desa Busua

- Penulis Berita

Kamis, 30 April 2026 - 17:44 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halsel, Nalarsatu.com – Ikatan Pelajar Mahasiswa Busua (IPMB) secara tegas mengecam kinerja Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan yang dinilai tidak transparan dalam menyampaikan hasil audit Dana Desa Busua.

Ketua Umum IPMB, Irfandi Hairudin, menyatakan bahwa pihaknya mencurigai adanya indikasi pembiaran bahkan upaya menutup-nutupi hasil audit yang seharusnya diumumkan secara terbuka kepada masyarakat.

“Inspektorat jangan bermain kong kali kong. Hasil audit itu menyangkut uang rakyat, sehingga wajib disampaikan secara transparan dan objektif,” tegas Irfandi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, sebagai lembaga pengawasan, Inspektorat memiliki tanggung jawab hukum dan moral untuk menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Jika justru terlibat dalam praktik yang tidak sehat, maka hal tersebut merupakan bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan publik.

IPMB menyoroti bahwa audit di Desa Busua telah dilakukan sejak 27 September 2025, namun hingga kini belum ada kejelasan terkait hasilnya. Kondisi ini dinilai menimbulkan keresahan dan menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengawasan tersebut.

“Masyarakat Busua saat ini dalam kondisi bingung dan resah karena tidak ada kejelasan. Padahal, jika benar ada penyimpangan dana desa, maka itu harus segera ditindaklanjuti,” lanjutnya.

Sebagai bentuk keseriusan, IPMB memberikan ultimatum kepada Inspektorat Halmahera Selatan untuk segera mempublikasikan hasil audit tersebut kepada publik.

Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret, IPMB menyatakan siap mengambil tindakan tegas dengan menggelar aksi lanjutan (jilid II) serta membawa persoalan ini ke lembaga pengawasan yang lebih tinggi.

Irfandi juga menegaskan bahwa praktik yang diduga terjadi ini mencerminkan adanya negosiasi kepentingan yang berpotensi merusak integritas lembaga penegak hukum.

“Kalau ini dibiarkan, maka ini menjadi preseden buruk dan mencederai nama baik lembaga pengawasan itu sendiri,” tutupnya dengan nada keras. (Red/tim)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kepala BPN Halsel: Jangan Datang Klaim Tanah, Kalau Tak Pernah Rawat dan Kelola
Tak boleh Tebang Pilih, Kuasa Hukum Desak Polres Segera Periksa Kades Kawasi Arifin Saroa Selagi Masih di Halsel
Mediasi Sengketa Lahan Halmahera Selatan Harus Transparan, GMNI Malut: Semua Pihak Wajib Hadir
Sengketa Lahan Kembali Muncul di Kawasi, Herman Desak Bapak Raja Arifin Saroa dan Harita Group Kembalikan Lahan Anaknya
Aliansi Mei Bergerak Kepung Kantor Wali Kota Ternate, Tuntut Perbaikan Pendidikan hingga Penataan Pasar
Aksi May Day 2026 di Ternate, FPUD Suarakan 14 Tuntutan Rakyat
Aksi Warga Obi Kembali Menguat, Desak Penyelesaian Sengketa Lahan di Soligi
Kasus Dugaan Kekerasan di Daycare Jogja, Gusti Rian: Polisi Tak Boleh Lambat Melindungi Hak Anak
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:27 WIT

Kepala BPN Halsel: Jangan Datang Klaim Tanah, Kalau Tak Pernah Rawat dan Kelola

Rabu, 6 Mei 2026 - 05:20 WIT

Tak boleh Tebang Pilih, Kuasa Hukum Desak Polres Segera Periksa Kades Kawasi Arifin Saroa Selagi Masih di Halsel

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:00 WIT

Mediasi Sengketa Lahan Halmahera Selatan Harus Transparan, GMNI Malut: Semua Pihak Wajib Hadir

Selasa, 5 Mei 2026 - 03:51 WIT

Sengketa Lahan Kembali Muncul di Kawasi, Herman Desak Bapak Raja Arifin Saroa dan Harita Group Kembalikan Lahan Anaknya

Senin, 4 Mei 2026 - 10:44 WIT

Aliansi Mei Bergerak Kepung Kantor Wali Kota Ternate, Tuntut Perbaikan Pendidikan hingga Penataan Pasar

Kamis, 30 April 2026 - 17:44 WIT

IPMB Kecam Inspektorat Halmahera Selatan, Diduga “Kong Kali Kong” dalam Audit Dana Desa Busua

Kamis, 30 April 2026 - 10:25 WIT

Aksi Warga Obi Kembali Menguat, Desak Penyelesaian Sengketa Lahan di Soligi

Rabu, 29 April 2026 - 13:40 WIT

Kasus Dugaan Kekerasan di Daycare Jogja, Gusti Rian: Polisi Tak Boleh Lambat Melindungi Hak Anak

Berita Terbaru