Aksi May Day 2026 di Ternate, FPUD Suarakan 14 Tuntutan Rakyat

- Penulis Berita

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:11 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE, Nalarsatu.com – Memperingati Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei 2026, sejumlah massa yang tergabung dalam Front Perjuangan untuk Demokrasi (FPUD) menggelar aksi unjuk rasa di Kota Ternate, Jumat (1/5/2026).

Aksi tersebut menyasar dua titik utama, yakni kantor kediaman Gubernur Maluku Utara dan kantor Wali Kota Ternate. Massa turun ke jalan sebagai bentuk protes terhadap kondisi kesejahteraan buruh serta persoalan akses pendidikan yang dinilai masih timpang di Maluku Utara.

Koordinator lapangan aksi, Yasir Ashari, menegaskan bahwa momentum May Day tahun ini bukan sekadar peringatan tahunan. Ia menyebut aksi tersebut sebagai bentuk perlawanan kolektif untuk menyuarakan kepentingan kelas pekerja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“May Day bukan hanya peringatan simbolik, tapi momentum perjuangan. Kami membawa 14 tuntutan yang lahir dari realitas rakyat hari ini,” tegas Yasir

Saat diwawancarai oleh tim media Nalarsatu.com di sela-sela aksi, Yasir menegaskan bahwa kondisi buruh di Maluku Utara masih jauh dari kata sejahtera. Ia menyoroti ketimpangan upah, minimnya jaminan sosial, hingga terbatasnya akses layanan dasar di wilayah kepulauan.

“Kami melihat hari ini buruh tidak hanya soal upah, tapi soal kehidupan yang layak. Di wilayah seperti Batang Dua, Hiri, dan Moti, akses kesehatan saja masih jadi persoalan serius. Ini ironi di tengah kekayaan sumber daya alam Maluku Utara,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa FPUD akan terus mengawal seluruh tuntutan tersebut hingga mendapat respons konkret dari pemerintah daerah.

“Kalau tuntutan ini tidak direspon, maka aksi seperti ini akan terus kami lakukan. Ini bukan aksi terakhir, tapi bagian dari konsolidasi gerakan rakyat,” tambahnya.

Dalam aksi tersebut, FPUD menyampaikan empat belas poin tuntutan, yakni:

1. Hentikan kriminalisasi gerakan buruh
2. Desak Pemkot Ternate menyediakan ambulans laut di Batang Dua, Hiri, dan Moti
3. Hentikan perampasan ruang hidup petani dan nelayan
4. Bangun industrialisasi nasional di bawah kontrol buruh
5. Wujudkan upah layak nasional
6. Laksanakan reforma agraria
7. Stop kriminalisasi buruh tani
8. Berikan kesejahteraan bagi seluruh tenaga guru di Indonesia
9. Tolak program MBG
10. Lawan liberalisasi pendidikan dan skema perdagangan tenaga kerja
11. Naikkan upah buruh dan wujudkan pendidikan gratis yang ilmiah dan demokratis
12. Tolak reklamasi di Maluku Utara
13. Selesaikan persoalan air bersih di Kota Ternate
14. Aktifkan kembali Pasar Sasa

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan diwarnai orasi serta pembentangan spanduk tuntutan. Hingga aksi berakhir, massa menyatakan akan terus mengawal isu-isu tersebut sebagai bagian dari perjuangan jangka panjang rakyat Maluku Utara. (Bisma/Ardian)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

“Diduga Ada Mafia Tanah di Lingkar Harita Group”: Irwan Abubakar Sebut Korban Tak Hanya Alimusu dan Alwani
Kepala BPN Halsel: Jangan Datang Klaim Tanah, Kalau Tak Pernah Rawat dan Kelola
Tak boleh Tebang Pilih, Kuasa Hukum Desak Polres Segera Periksa Kades Kawasi Arifin Saroa Selagi Masih di Halsel
Mediasi Sengketa Lahan Halmahera Selatan Harus Transparan, GMNI Malut: Semua Pihak Wajib Hadir
Sengketa Lahan Kembali Muncul di Kawasi, Herman Desak Bapak Raja Arifin Saroa dan Harita Group Kembalikan Lahan Anaknya
Aliansi Mei Bergerak Kepung Kantor Wali Kota Ternate, Tuntut Perbaikan Pendidikan hingga Penataan Pasar
IPMB Kecam Inspektorat Halmahera Selatan, Diduga “Kong Kali Kong” dalam Audit Dana Desa Busua
Aksi Warga Obi Kembali Menguat, Desak Penyelesaian Sengketa Lahan di Soligi
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 08:55 WIT

“Diduga Ada Mafia Tanah di Lingkar Harita Group”: Irwan Abubakar Sebut Korban Tak Hanya Alimusu dan Alwani

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:27 WIT

Kepala BPN Halsel: Jangan Datang Klaim Tanah, Kalau Tak Pernah Rawat dan Kelola

Rabu, 6 Mei 2026 - 05:20 WIT

Tak boleh Tebang Pilih, Kuasa Hukum Desak Polres Segera Periksa Kades Kawasi Arifin Saroa Selagi Masih di Halsel

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:00 WIT

Mediasi Sengketa Lahan Halmahera Selatan Harus Transparan, GMNI Malut: Semua Pihak Wajib Hadir

Selasa, 5 Mei 2026 - 03:51 WIT

Sengketa Lahan Kembali Muncul di Kawasi, Herman Desak Bapak Raja Arifin Saroa dan Harita Group Kembalikan Lahan Anaknya

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:11 WIT

Aksi May Day 2026 di Ternate, FPUD Suarakan 14 Tuntutan Rakyat

Kamis, 30 April 2026 - 17:44 WIT

IPMB Kecam Inspektorat Halmahera Selatan, Diduga “Kong Kali Kong” dalam Audit Dana Desa Busua

Kamis, 30 April 2026 - 10:25 WIT

Aksi Warga Obi Kembali Menguat, Desak Penyelesaian Sengketa Lahan di Soligi

Berita Terbaru