Harmain Rusli Tegas ke Bupati: Jangan Takut “Raja”, Qarun yang Kaya Raya Saja Dimusnahkan Allah

- Penulis Berita

Senin, 11 Mei 2026 - 10:20 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL, Nalarsatu.com — Ketua Gerakan Pemuda Marhaenis Halmahera Selatan, Harmain Rusli, melontarkan pernyataan tegas kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan agar segera menggunakan kewenangan yang dimiliki sesuai regulasi untuk menyelesaikan polemik sengketa lahan yang menyeret nama Alimusu La Damili dan Kepala Desa Kawasi, Arifin Saroa.

Menurut Harmain, Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, memiliki kewenangan yang dijamin dalam peraturan perundang-undangan untuk mengambil langkah penyelesaian terhadap persoalan yang telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat lingkar tambang Pulau Obi.

Ia menilai pemerintah daerah tidak boleh bersikap pasif ataupun takut menghadapi pihak-pihak yang dianggap memiliki pengaruh maupun kekuatan ekonomi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bupati harus menggunakan kewenangan yang dijamin dalam undang-undang. Jangan takut kepada siapa pun. Jangan takut pada ‘raja’. Sekaya apa pun seseorang, kekuasaan dan kekayaan itu tidak abadi,” tegas Harmain Rusli kepada wartawan.

Dalam penjelasannya, Harmain menyebut istilah “raja” yang ia maksud merujuk pada posisi dan pengaruh Kepala Desa Kawasi, Arifin Saroa, yang menurutnya selama ini terkesan sulit disentuh dalam berbagai persoalan yang menjadi sorotan publik.

Menurut Harmain, bukan hanya konflik sengketa lahan yang memicu keresahan masyarakat, tetapi juga berbagai persoalan lain seperti Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Desa yang dinilai membuat pemerintah daerah seakan tidak berani mengambil langkah tegas terhadap Kepala Desa Kawasi.

“Saya istilahkan ‘raja’ itu Kepala Desa Kawasi. Karena masyarakat melihat bukan hanya soal sengketa lahan, tetapi ada juga persoalan DBH dan Dana Desa. Pemda dalam hal ini bupati seakan takut mengambil tindakan tegas,” ujarnya.

Harmain juga menyoroti keberadaan Kepala Desa Kawasi yang menurut informasi lebih banyak beraktivitas di luar daerah dibanding berada di desa yang dipimpinnya sendiri.

“Sekarang masyarakat melihat Kades Kawasi seperti berkantor bukan lagi di Desa Kawasi, bahkan bukan lagi di Halmahera Selatan atau Maluku Utara. Informasinya lebih banyak berada dan beraktivitas di Jakarta. Ini sebenarnya kepala desa atau apa?” sindir Harmain, Senin (11/5).

Ia bahkan menyinggung kondisi yang menurutnya menunjukkan betapa besarnya pengaruh Kepala Desa Kawasi hingga persoalan masyarakat harus ditangani melalui pembentukan tim khusus oleh pemerintah daerah.

“Sampai-sampai pemilik lahan seperti Alimusu mau bertemu dan mencari penyelesaian saja, Pemda harus membentuk Tim Penyelesaian Sengketa. Bayangkan betapa hebatnya seorang kepala desa sampai pemerintah harus membentuk tim khusus,” katanya.

Dalam pernyataannya, Harmain juga menyinggung kisah Qarun sebagai pengingat bahwa kesombongan dan kekayaan tidak dapat mengalahkan kekuasaan Tuhan.

“Qarun yang begitu kaya raya saja dimusnahkan Allah karena kesombongannya. Ini menjadi pelajaran bahwa kekuasaan dan kekayaan bukan alasan untuk membuat masyarakat kecil kehilangan keadilan,” ujarnya.

Harmain turut membeberkan kronologi awal polemik lahan yang kini menjadi perhatian publik di Pulau Obi. Berdasarkan informasi yang diterima GPM dari pihak keluarga Alimusu La Damili, persoalan bermula ketika pada tahun 2024 Alimusu disebut telah memberikan sebagian lahannya seluas 2,5 hektare. Namun, sisa lahan sekitar 4 hektare yang masih ditanami ratusan pohon cengkeh disebut tidak pernah diserahkan maupun dijual.

Meski demikian, pada September 2025 lahan seluas sekitar 4 hektare yang diklaim milik Alimusu La Damili diduga tetap digusur. Di atas lahan tersebut terdapat lebih dari 400 pohon cengkeh produktif yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga.

Harmain menyebut, sebelum polemik itu terjadi, Alimusu telah mengingatkan Kepala Desa Kawasi, Arifin Saroa, agar tidak menjual lahan yang masih memiliki tanaman produktif miliknya.

“Informasi yang kami terima, Alimusu waktu itu sudah menyampaikan secara langsung, silakan jual lahan milik Anda, tetapi jangan jual lahan miliknya karena masih ada tanaman cengkeh yang dia jaga dan rawat. Namun diduga tetap terjadi penjualan tanah hingga berujung pada penggusuran lahan,” pungkasnya. (Red/Ir)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polres Halsel Klarifikasi Dugaan Penganiayaan Warga oleh Oknum Polisi, Kasi Humas: Semua Laporan Akan Diproses Secara Objektif
BARAH Desak Polres Halsel Usut Dugaan Praktik Togel di Pulau Bacan
Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Ferdi Latumeten Lapor ke Polres Halsel Didampingi Tim Kuasa Hukum
Dugaan Pengeroyokan oleh Tiga Oknum Polisi, Warga Halsel Alami Luka-Luka
Jaringan Internet Obi Kerap Mati-Hidup, Asosiasi Dump Truck Ancam Gelar Mosi Tidak Percaya kepada Pemprov dan Pemda
Pemuda Merah Putih Minta Polisi Terapkan Pasal Berlapis dalam Kasus Dugaan Pelecehan di Kafe Bungalow 2
KJH FC Tancap Gas, Diler FC Kehabisan Bensin di Menit Akhir
DPRD Halsel Konsultasi ke RSUD Chasan Boesoirie, Cari Solusi Tunggakan Jaspel Nakes RSUD Labuha
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:40 WIT

Polres Halsel Klarifikasi Dugaan Penganiayaan Warga oleh Oknum Polisi, Kasi Humas: Semua Laporan Akan Diproses Secara Objektif

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:55 WIT

BARAH Desak Polres Halsel Usut Dugaan Praktik Togel di Pulau Bacan

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:13 WIT

Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Ferdi Latumeten Lapor ke Polres Halsel Didampingi Tim Kuasa Hukum

Selasa, 16 Juni 2026 - 05:02 WIT

Dugaan Pengeroyokan oleh Tiga Oknum Polisi, Warga Halsel Alami Luka-Luka

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:29 WIT

Jaringan Internet Obi Kerap Mati-Hidup, Asosiasi Dump Truck Ancam Gelar Mosi Tidak Percaya kepada Pemprov dan Pemda

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:53 WIT

KJH FC Tancap Gas, Diler FC Kehabisan Bensin di Menit Akhir

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:58 WIT

DPRD Halsel Konsultasi ke RSUD Chasan Boesoirie, Cari Solusi Tunggakan Jaspel Nakes RSUD Labuha

Rabu, 10 Juni 2026 - 03:49 WIT

Pemdes dan Masyarakat Moloku Gelar Doa Keselamatan HUT ke-23 Halmahera Selatan, Kades Harapkan Pembangunan Makin Meningkat

Berita Terbaru