Forum Insan Cendikia (FIC) Maluku Utara Sukses Gelar Nobar dan Diskusi Film Pesta Babi, Jadi Ruang Refleksi Sosial Generasi Muda

- Penulis Berita

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:12 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternate, Nalarsatu.com — Forum Insan Cendikia (FIC) Maluku Utara sukses menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film Pesta Babi yang berlangsung di Kantor Pusat Forum Insan Cendikia (FIC) Maluku Utara, Kota Ternate, Sabtu (23/05/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi bagi generasi muda dalam membedah makna serta pesan yang terkandung dalam film Pesta Babi. Selain menjadi ajang menonton bersama, kegiatan ini juga diarahkan sebagai ruang dialektika untuk membangun cara pandang kritis terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

Founder Saloi Halmahera, Djulfikram Isra, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa film tidak hanya hadir sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media refleksi terhadap berbagai realitas sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Film Pesta Babi bukan hanya hadir sebagai tontonan, tetapi juga menjadi ruang refleksi terhadap realitas sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Setiap karya memiliki pesan yang ingin disampaikan, dan tugas kita bukan hanya menonton, tetapi juga membaca makna yang ada di balik cerita,” ujar Djulfikram Isra.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan nonton bareng dan diskusi seperti ini memiliki peran penting dalam membangun budaya berpikir kritis, khususnya di kalangan generasi muda.

“Melalui ruang-ruang diskusi seperti ini, anak muda bisa belajar melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang. Sebab film bukan hanya soal adegan dan cerita, tetapi juga tentang nilai, kritik sosial, dan pelajaran yang dapat diambil untuk kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Sementara itu, Presidium Forum Insan Cendikia Maluku Utara, Bachtiar S. Malawat, menilai film Pesta Babi tidak hanya menghadirkan cerita di layar, tetapi juga menyimpan kritik yang dapat dibaca dalam konteks kehidupan sosial masyarakat hari ini.

Menurutnya, film tersebut dapat menjadi cermin terhadap berbagai persoalan yang sedang terjadi, terutama mengenai relasi manusia dengan kekuasaan, kepentingan, dan lingkungan hidup.

“Film Pesta Babi bukan hanya berbicara tentang sebuah konflik dalam cerita, tetapi ada makna yang lebih luas mengenai bagaimana manusia sering kali larut dalam kepentingan dan ambisi hingga melupakan keseimbangan kehidupan. Jika dikontekstualisasikan dengan Maluku Utara, kita sedang menyaksikan berbagai persoalan, mulai dari eksploitasi sumber daya alam, kerusakan lingkungan, ketimpangan pembangunan, hingga suara masyarakat kecil yang terkadang kurang mendapat ruang,” ujar Bachtiar.

Ia menambahkan bahwa generasi muda harus mulai membangun tradisi membaca realitas sosial secara kritis, bukan sekadar menjadi penonton atas berbagai persoalan yang terjadi di sekitarnya.

“Tugas anak muda hari ini bukan hanya menjadi penonton keadaan. Kita harus belajar menjadi pembaca realitas, sebab terkadang yang ditampilkan di layar hanyalah cerita, tetapi di luar layar terdapat kenyataan yang sedang dihadapi masyarakat,” lanjutnya.

Melalui kegiatan tersebut, Forum Insan Cendikia berharap dapat terus menghadirkan ruang literasi dan dialektika yang produktif bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Maluku Utara. Kegiatan nobar dan diskusi film ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya berpikir kritis, memperkuat kesadaran sosial, serta mendorong lahirnya generasi yang lebih peka terhadap persoalan-persoalan di sekitarnya. (Bisma)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketua Dewan Pembina KK MAKAYOA Jabodetabek Gerak Cepat Peduli Warga MAKAYOA Bekasi
Sopir Dump Truck di Obi Keluhkan Jaringan Telkomsel, Ketua Asosiasi Desak Pemda dan Pemprov Bertindak
MAKAYOA Mangente Basudara, Pengurus Jabodetabek Besuk Ibu Hajjah Horma di RS Fatmawati
Commander Wish Kapolda Maluku Utara: Tekankan Profesionalisme, Pelayanan Humanis dan Dukungan Program Nasional
Polda Malut Gelar Laporan Kesatuan, Kapolda Baru Brigjen Pol. Arif Budiman Siap Lanjutkan Pengabdian di Bumi Kieraha
PB PII Kecam Penangkapan Jurnalis Indonesia oleh Israel dalam Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla
IPMMA Peringatkan Pemkot Tidore, Pemdes Maidi dan Kontraktor Talut, Jangan Main-main dengan Rakyat.
Kapolda Maluku Utara Berganti, Irjen Waris Agono Serahkan Pataka “Fodudara Ngon Moi-Moi” kepada Brigjen Arif Budiman
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:15 WIT

Ketua Dewan Pembina KK MAKAYOA Jabodetabek Gerak Cepat Peduli Warga MAKAYOA Bekasi

Kamis, 28 Mei 2026 - 04:47 WIT

Sopir Dump Truck di Obi Keluhkan Jaringan Telkomsel, Ketua Asosiasi Desak Pemda dan Pemprov Bertindak

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:25 WIT

MAKAYOA Mangente Basudara, Pengurus Jabodetabek Besuk Ibu Hajjah Horma di RS Fatmawati

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:56 WIT

Commander Wish Kapolda Maluku Utara: Tekankan Profesionalisme, Pelayanan Humanis dan Dukungan Program Nasional

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:29 WIT

Polda Malut Gelar Laporan Kesatuan, Kapolda Baru Brigjen Pol. Arif Budiman Siap Lanjutkan Pengabdian di Bumi Kieraha

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:06 WIT

IPMMA Peringatkan Pemkot Tidore, Pemdes Maidi dan Kontraktor Talut, Jangan Main-main dengan Rakyat.

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:15 WIT

Kapolda Maluku Utara Berganti, Irjen Waris Agono Serahkan Pataka “Fodudara Ngon Moi-Moi” kepada Brigjen Arif Budiman

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:12 WIT

Forum Insan Cendikia (FIC) Maluku Utara Sukses Gelar Nobar dan Diskusi Film Pesta Babi, Jadi Ruang Refleksi Sosial Generasi Muda

Berita Terbaru