Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Ferdi Latumeten Lapor ke Polres Halsel Didampingi Tim Kuasa Hukum

- Penulis Berita

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:13 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL, Nalarsatu.com – Dugaan tindakan kekerasan yang melibatkan sejumlah oknum anggota kepolisian di Kabupaten Halmahera Selatan kembali menjadi sorotan publik. Seorang warga Desa Indari, Kecamatan Bacan Barat, Ferdi Latumeten, resmi melaporkan kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang dialaminya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Halmahera Selatan.

Laporan tersebut telah diterima dan tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Polisi (STTLP) Nomor: STTLP/190/VI/2026/SPKT POLRES HALSEL, tertanggal 16 Juni 2026.
Dalam proses pelaporan tersebut, Ferdi Latumeten didampingi oleh tim kuasa hukum yang terdiri dari Sarwin Hi. Hakim, S.H. dan Muh. Ramadan Kelderak, S.H. selaku Koordinator Tim Hukum.

Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, peristiwa bermula pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 21.30 WIT di Desa Hidayat, Kecamatan Bacan. Saat itu korban mengaku sedang berupaya melerai perkelahian yang terjadi di lokasi. Namun secara tiba-tiba dirinya ditendang dari belakang oleh seseorang yang tidak dikenalnya hingga terjatuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban mengaku setelah mobil patroli tiba di lokasi, dirinya kemudian diamankan. Namun dalam laporannya, Ferdi menyebut bahwa selama berada di dalam mobil patroli hingga tiba di kantor polisi, dirinya diduga mengalami tindakan kekerasan berupa pemukulan yang dilakukan oleh sejumlah oknum anggota kepolisian.

Tidak hanya itu, korban juga mengaku kembali mengalami pemukulan saat berada di lingkungan kantor polisi. Bahkan, menurut keterangannya dalam laporan, dugaan kekerasan tersebut masih berlanjut ketika dirinya berada di ruang tahanan.

Kuasa hukum korban, Sarwin Hi. Hakim, S.H., menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal kasus ini hingga tuntas demi memastikan keadilan bagi kliennya.

“Setiap warga negara memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan hukum. Jika ada dugaan tindakan yang melanggar hukum, maka harus diproses sesuai mekanisme yang berlaku tanpa memandang siapa pelakunya,” tegas Sarwin.

Sementara itu, Muh. Ramadan Kelderak, S.H., selaku Koordinator Tim Hukum, menyatakan pihaknya akan mengawal seluruh proses hukum, termasuk meminta pengawasan dari lembaga pengawas internal kepolisian.

Menurutnya, kasus yang menimpa Ferdi Latumeten harus menjadi perhatian serius karena menyangkut dugaan pelanggaran hukum dan hak asasi manusia. Ia berharap penyelidikan dilakukan secara profesional, transparan, dan objektif agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Tim hukum juga mendesak Propam Polres Halmahera Selatan dan Propam Polda Maluku Utara untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Mereka menegaskan bahwa langkah hukum yang ditempuh bukan untuk menyerang institusi Polri, melainkan untuk mencari keadilan serta menjaga marwah institusi kepolisian agar tetap dipercaya masyarakat.

Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Polri memiliki tugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik Halmahera Selatan. Masyarakat berharap laporan yang telah diterima tersebut dapat ditindaklanjuti secara serius, profesional, dan transparan sehingga seluruh fakta yang terjadi dapat terungkap secara terang benderang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Halmahera Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait laporan dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang dilaporkan oleh Ferdi Latumeten. Publik kini menunggu langkah tegas dari Propam dan pimpinan kepolisian untuk memastikan proses hukum berjalan adil dan tanpa pandang bulu. (Red/Bisma)

Facebook Comments Box

Editor : Bisma

Berita Terkait

Polres Halsel Klarifikasi Dugaan Penganiayaan Warga oleh Oknum Polisi, Kasi Humas: Semua Laporan Akan Diproses Secara Objektif
BARAH Desak Polres Halsel Usut Dugaan Praktik Togel di Pulau Bacan
Dugaan Pengeroyokan oleh Tiga Oknum Polisi, Warga Halsel Alami Luka-Luka
Jaringan Internet Obi Kerap Mati-Hidup, Asosiasi Dump Truck Ancam Gelar Mosi Tidak Percaya kepada Pemprov dan Pemda
Pemuda Merah Putih Minta Polisi Terapkan Pasal Berlapis dalam Kasus Dugaan Pelecehan di Kafe Bungalow 2
KJH FC Tancap Gas, Diler FC Kehabisan Bensin di Menit Akhir
DPRD Halsel Konsultasi ke RSUD Chasan Boesoirie, Cari Solusi Tunggakan Jaspel Nakes RSUD Labuha
Pemdes dan Masyarakat Moloku Gelar Doa Keselamatan HUT ke-23 Halmahera Selatan, Kades Harapkan Pembangunan Makin Meningkat
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:40 WIT

Polres Halsel Klarifikasi Dugaan Penganiayaan Warga oleh Oknum Polisi, Kasi Humas: Semua Laporan Akan Diproses Secara Objektif

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:55 WIT

BARAH Desak Polres Halsel Usut Dugaan Praktik Togel di Pulau Bacan

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:13 WIT

Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Ferdi Latumeten Lapor ke Polres Halsel Didampingi Tim Kuasa Hukum

Selasa, 16 Juni 2026 - 05:02 WIT

Dugaan Pengeroyokan oleh Tiga Oknum Polisi, Warga Halsel Alami Luka-Luka

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:29 WIT

Jaringan Internet Obi Kerap Mati-Hidup, Asosiasi Dump Truck Ancam Gelar Mosi Tidak Percaya kepada Pemprov dan Pemda

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:53 WIT

KJH FC Tancap Gas, Diler FC Kehabisan Bensin di Menit Akhir

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:58 WIT

DPRD Halsel Konsultasi ke RSUD Chasan Boesoirie, Cari Solusi Tunggakan Jaspel Nakes RSUD Labuha

Rabu, 10 Juni 2026 - 03:49 WIT

Pemdes dan Masyarakat Moloku Gelar Doa Keselamatan HUT ke-23 Halmahera Selatan, Kades Harapkan Pembangunan Makin Meningkat

Berita Terbaru