Sisa Dana Huntap RP 15 Juta Tak Diberikan, Warga Tagih Janji Bupati & Wakil Bupati Halsel

- Penulis Berita

Rabu, 14 Mei 2025 - 10:23 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bacan, Nalarsatu.com – Empat tahun setelah gempa bermagnitudo 7,2 mengguncang Halmahera Selatan pada 2019, ribuan warga Gane, dan Kepualauan Joronga terdampak masih menagih janji pemerintah terkait bantuan hunian tetap (huntap) sebesar Rp50 juta per kepala keluarga. Dari total 1.201  tersebar di 22 desa penerima kategori rusak berat, mayoritas hanya menerima Rp35 juta. Rumah mereka pun belum rampung dibangun. Sebagian warga bahkan mengaku harus menambah biaya pribadi agar bisa menempati hunian tersebut.

Masalah ini menyeruak ke publik setelah warga menyadari bahwa sisa dana sebesar Rp15 juta per keluarga diduga dialihkan ke pihak kontraktor PT. Jeras Bangun Persada tanpa pemberitahuan. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang digulirkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan disalurkan melalui BPBD Halmahera Selatan.

Warga Desa Gane Luar, Rasid Babur, mengungkapkan bahwa pencairan Rp35 juta dilakukan melalui Bank BRI KCP Labuha. Namun, proses tersebut sempat terhambat lantaran rekening warga sempat diblokir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah kami menggugat ke Pengadilan Negeri Labuha dengan bantuan kuasa hukum Bambang Joisangadji S.H, blokir rekening baru dibuka dan dana Rp35 juta bisa dicairkan. Tapi sampai saat ini sisa uang Rp15 juta tidak pernah kami terima,” ujar Rasid pada Nalarsatu.com Rabu (14/5/2025).

Menurut Rasid, dari 85 warga penerima di desanya, hanya dua yang menerima dana secara utuh. Rumah-rumah warga lainnya terbengkalai dan masih dalam kondisi setengah jadi.

Hal senada disampaikan Markus Kadari dari Desa Yomen. Ia mengaku tidak pernah mendapatkan penjelasan resmi terkait pengalihan dana ke pihak ketiga.

“Tidak ada sosialisasi. Kami hanya dengar uang itu masuk ke kontraktor. Tapi sampai sekarang, rumah kami tetap tidak selesai dibangun,” ujar Markus Rabu (14/5/2025).

Warga menyebut nama kontraktor yang terlibat adalah Thomas Herizon, dari PT Jeras Bangun Persada.

Merasa ditelantarkan, warga dari dua desa tersebut menempuh jalur hukum. Mereka melayangkan gugatan terhadap BPBD Halmahera Selatan. Gugatan tersebut dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Labuha, yang memerintahkan BPBD sebagai tergugat untuk membayar penuh dana Rp50 juta kepada masing-masing penggugat secara tunai.

Putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) dan mencakup empat perkara di antaranya No. 39/Pdt.G/2021/PN.Lbh dan No. 14/Pdt.G/2021/PN.Lbh.

Namun hingga berita ini diturunkan, warga mengaku belum menerima sisa dana yang telah dimenangkan melalui jalur hukum. Pemerintah daerah, khususnya BPBD Halsel, belum menunjukkan upaya untuk mengeksekusi putusan pengadilan.

Selain menyoroti lambannya respons pemerintah, warga juga menyinggung janji politik Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, dan Wakil Bupati Helmi Umar Muksin saat masa kampanye.

“Mereka bilang tidak akan berjanji, tapi akan berusaha. Sekarang kami menagih usaha itu,” kata Rasid.

“Ini bukan hanya soal uang, tapi keadilan bagi korban bencana. Putusan hukum sudah ada, tapi tak dijalankan. Apa gunanya hukum jika tidak dihormati?” tutup Rasid.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemuda Merah Putih Minta Polisi Terapkan Pasal Berlapis dalam Kasus Dugaan Pelecehan di Kafe Bungalow 2
KJH FC Tancap Gas, Diler FC Kehabisan Bensin di Menit Akhir
DPRD Halsel Konsultasi ke RSUD Chasan Boesoirie, Cari Solusi Tunggakan Jaspel Nakes RSUD Labuha
Pemdes dan Masyarakat Moloku Gelar Doa Keselamatan HUT ke-23 Halmahera Selatan, Kades Harapkan Pembangunan Makin Meningkat
HUT ke-23 Halmahera Selatan, Asosiasi Dump Truck Obi Siap Dukung Percepatan Pembangunan Daerah
Nuansa Religius Warnai Pernikahan Eka Saputra dan Satrina Sukardi Dom di Gane Barat Utara
Abdul Kadir Uswanas Terpilih Menjadi Ketua Umum BPD HIPMI Maluku Utara 2026–2029, Momentum Persatuan dan Kemajuan Pengusaha Muda
Junaidi Abusama: Persoalan RSUD Labuha Tak Kunjung Tuntas, Fraksi PKB Siap Dorong Pembentukan Pansus DPRD
Berita ini 214 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:26 WIT

Tebarkan Kepedulian, Ciptakan Kebersamaan, IARMI Maharuyung Jabodetabek Gelar Bakti Sosial di Momentum Iduladha

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:45 WIT

Bawa Nama Halsel ke Tingkat Nasional, Soleman Bobote Raih Penghargaan Bergengsi

Rabu, 8 April 2026 - 15:42 WIT

GMNI Desak Kapolri Evaluasi Wadir Intelkam Polda Malut, Diduga Lecehkan Marwah Organisasi

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:42 WIT

Rabu, 11 Februari 2026 - 03:25 WIT

Bupati Bassam Kasuba: Pers Garda Terdepan Lawan Hoaks dan Jembatan Suara Rakyat

Minggu, 8 Februari 2026 - 05:27 WIT

Munawir Resmi Nahkodai GMNI Halsel, Tegaskan Soliditas dengan DPP GMNI RI

Jumat, 6 Februari 2026 - 13:46 WIT

Ancaman Jutaan Ton Limbah Slag Nikel PT.Harita Group, Kesiapan Pengelolaan Dipertanyakan

Berita Terbaru