Diduga Ada Kepentingan Elit, BEM Unutara Soroti Kriminalisasi 11 Warga Adat Maba Sangaji

- Penulis Berita

Kamis, 26 Juni 2025 - 03:46 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternate, Nalarsaru.comPresiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA), Risman Taha, angkat suara terkait kasus penangkapan 27 warga adat Maba Sangaji, Kabupaten Halmahera Timur. Dari jumlah tersebut, 11 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Jambula, Kota Ternate, meskipun proses penangkapannya sempat ditolak secara hukum oleh Pengadilan Negeri Soasio, Tidore.

Risman menduga kuat bahwa kriminalisasi terhadap warga adat ini merupakan bagian dari konspirasi negara yang melibatkan kekuasaan politik dan kepentingan korporasi, khususnya dalam upaya melegalkan aktivitas pertambangan di wilayah adat Halmahera Timur. Ia juga menyoroti diamnya Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur, yang dianggap tidak menunjukkan keberpihakan terhadap warganya sendiri.

Putusan pengadilan sudah jelas menolak mekanisme penangkapan tersebut, tapi 11 warga adat tetap dijadikan tersangka. Ini bukan sekadar ketidakadilan, tapi skenario sistematis untuk menyingkirkan masyarakat adat demi investasi tambang,” ujar Risman kepada media, Rabu (26/6/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Risman menuding Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub, Wakil Bupati Anjar Taher, serta DPRD sebagai pihak yang turut terlibat secara struktural dalam pembiaran kasus ini. Ia menyebut bahwa tidak ada satu pun dari ketiganya yang menyampaikan pernyataan atau upaya pembelaan terhadap ke-11 warga adat yang kini masih ditahan.

Kalau kita pakai teori Lewis Coser tentang konflik sosial, maka siapa yang diam dalam konflik, juga ikut terlibat. Diamnya bupati, wakil bupati, dan DPRD adalah bentuk keterlibatan. Mereka sudah gagal menunjukkan tanggung jawab moral dan politik,” tambah Risman.

Risman, yang juga merupakan putra asli Halmahera Timur, mengaku kecewa dan kehilangan kepercayaan terhadap para pemimpin daerahnya. Ia menyatakan bahwa masyarakat kini tidak bisa lagi berharap pada pemerintah daerah yang justru berpaling saat rakyat ditindas.

Saya secara pribadi tidak lagi menaruh harapan terhadap Bupati, Wakil Bupati, dan DPRD Halmahera Timur. Diam mereka adalah bentuk pengkhianatan terhadap rakyat. Kita harus bersuara, sebab diam artinya tunduk pada ketidakadilan,” pungkasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan keterlibatan mereka dalam kasus yang menimpa warga adat Maba Sangaji.

Kasus ini memicu kecaman dari berbagai kalangan mahasiswa dan aktivis di Maluku Utara. Mereka menilai kriminalisasi terhadap masyarakat adat sebagai bentuk penindasan terhadap hak-hak konstitusional warga negara yang membela tanah leluhur mereka dari ancaman eksploitasi tambang. (Red/BM)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan
Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan
Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan
Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan
Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar
Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan
Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan
Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 16:13 WIT

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Kamis, 2 April 2026 - 07:45 WIT

Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan

Kamis, 2 April 2026 - 06:24 WIT

Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan

Senin, 30 Maret 2026 - 01:39 WIT

Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:45 WIT

Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:52 WIT

Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel

Selasa, 24 Maret 2026 - 09:47 WIT

BKM Masjid Nur Insani Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H, Angkat Tema Kemenangan dan Kebaikan

Berita Terbaru