Bacan, Nalarsatu.com – Kapolres Halmahera Selatan, AKBP Hendra Gunawan, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus sodomi yang menimpa tiga siswa di Obi. Kasus ini melibatkan seorang guru SMA Negeri di Laiwui berinisial KM, yang sudah dilaporkan sejak 11 November 2024. Proses penyidikan saat ini tengah berjalan.
“Kami telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk saksi ahli psikologi. Kasus ini memang membutuhkan kehati-hatian dalam proses pemeriksaan,” ujar AKBP Hendra pada Media Nalarsatu.com
Lebih lanjut, Hendra menyampaikan bahwa pihak kepolisian sudah melakukan gelar perkara, dan kasus ini menjadi perhatian serius.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami mohon dukungan dari media dan masyarakat untuk terus mengawal proses hukum hingga tuntas,” tambahnya.
Sementara itu, Narjin Kamhois, orang tua korban, dalam wawancara terpisah, meminta agar Kapolres memberikan kepastian hukum.
“Kami sudah menunggu cukup lama keadilan untuk ketiga keponakan saya yang menjadi korban. Kasus ini sangat merugikan keluarga kami. Kami berharap agar penegak hukum segera bertindak tegas, agar pelaku mendapat efek jera dan sebagai bentuk kesadaran untuk memberantas kejahatan serupa,” ujar Narjin Sabtu (28/6).
Kapolres menambahkan kasus ini perhatian publik di Halmahera Selatan karena menyangkut institusi pendidikan serta perlindungan terhadap anak. Polisi mengimbau semua pihak bersabar sembari proses hukum berjalan,”tambahnya.











