Dugaan Penggelapan Anggaran Masjid Rp626 Juta di Desa Pas Ipa, Mahasiswa Desak Inspektorat Bertindak

- Penulis Berita

Jumat, 11 Juli 2025 - 06:27 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepulauan Sula, Nalarsatu.com – Proyek pembangunan Masjid Desa Pas Ipa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kepulauan Sula tahun 2024, kini menjadi sorotan publik. Dana sebesar Rp626.814.686 yang dikelola oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Sula, justru menyisakan tanda tanya besar lantaran pembangunan masjid tersebut terhenti tanpa kejelasan.

Proyek yang dikerjakan oleh CV. Bintang Barat Perkasa melalui kontrak bernomor 09.PK/SPJ/PKK/KESRA-SETDA/VIII/2024 tertanggal 8 Agustus 2024, hingga kini tak menunjukkan progres signifikan. Di bawah pengawasan Kepala Desa Pas Ipa, M. Ali Sangaji, pembangunan masjid itu dinilai mangkrak dan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Sorotan keras datang dari mahasiswa asal Desa Pas Ipa, salah satunya Mursid Puko, yang juga mantan Presiden BEM Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara. Ia meminta Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula segera turun tangan dan melakukan investigasi atas dugaan penyalahgunaan anggaran tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sampai saat ini tidak ada kejelasan dari pemerintah desa terkait penggunaan anggaran. Pembangunan masjid yang mangkrak menjadi bukti bahwa dana telah disalahgunakan. Ini harus diselidiki,” tegas Mursid saat ditemui, Kamis (11/7).

Lebih lanjut, Mursid menyebutkan bahwa hingga hari ini, pekerjaan fisik masjid justru masih mengandalkan 82 sak semen bantuan swadaya masyarakat, bukan dari anggaran proyek tersebut. Kondisi ini memunculkan kecurigaan bahwa anggaran besar itu tidak digunakan sesuai peruntukan.

Masjid bukan hanya rumah ibadah dunia, tapi juga investasi akhirat. Kalau sampai dana sebesar itu tidak jelas penggunaannya, maka kepala desa harus menjelaskan ke publik. Ini bukan uang pribadi, ini uang rakyat,” tambahnya.

Ia juga menyesalkan sikap diam yang ditunjukkan Kepala Desa Pas Ipa yang hingga kini belum memberikan klarifikasi atau pernyataan resmi.

Diam bukan solusi. Kami masyarakat Pas Ipa punya hak untuk tahu. Jangan sampai kepercayaan warga yang telah memilih kepala desa ditukar dengan kebohongan. Harus jujur dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Pas Ipa, M. Ali Sangaji, belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan penggelapan anggaran masjid tersebut. Masyarakat dan mahasiswa kini menunggu langkah konkret dari Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula untuk melakukan investigasi transparan. (Red/BM)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polres Halsel Klarifikasi Dugaan Penganiayaan Warga oleh Oknum Polisi, Kasi Humas: Semua Laporan Akan Diproses Secara Objektif
BARAH Desak Polres Halsel Usut Dugaan Praktik Togel di Pulau Bacan
Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Ferdi Latumeten Lapor ke Polres Halsel Didampingi Tim Kuasa Hukum
Dugaan Pengeroyokan oleh Tiga Oknum Polisi, Warga Halsel Alami Luka-Luka
Jaringan Internet Obi Kerap Mati-Hidup, Asosiasi Dump Truck Ancam Gelar Mosi Tidak Percaya kepada Pemprov dan Pemda
Pemuda Merah Putih Minta Polisi Terapkan Pasal Berlapis dalam Kasus Dugaan Pelecehan di Kafe Bungalow 2
KJH FC Tancap Gas, Diler FC Kehabisan Bensin di Menit Akhir
DPRD Halsel Konsultasi ke RSUD Chasan Boesoirie, Cari Solusi Tunggakan Jaspel Nakes RSUD Labuha
Berita ini 95 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:40 WIT

Polres Halsel Klarifikasi Dugaan Penganiayaan Warga oleh Oknum Polisi, Kasi Humas: Semua Laporan Akan Diproses Secara Objektif

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:55 WIT

BARAH Desak Polres Halsel Usut Dugaan Praktik Togel di Pulau Bacan

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:13 WIT

Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Ferdi Latumeten Lapor ke Polres Halsel Didampingi Tim Kuasa Hukum

Selasa, 16 Juni 2026 - 05:02 WIT

Dugaan Pengeroyokan oleh Tiga Oknum Polisi, Warga Halsel Alami Luka-Luka

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:29 WIT

Jaringan Internet Obi Kerap Mati-Hidup, Asosiasi Dump Truck Ancam Gelar Mosi Tidak Percaya kepada Pemprov dan Pemda

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:53 WIT

KJH FC Tancap Gas, Diler FC Kehabisan Bensin di Menit Akhir

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:58 WIT

DPRD Halsel Konsultasi ke RSUD Chasan Boesoirie, Cari Solusi Tunggakan Jaspel Nakes RSUD Labuha

Rabu, 10 Juni 2026 - 03:49 WIT

Pemdes dan Masyarakat Moloku Gelar Doa Keselamatan HUT ke-23 Halmahera Selatan, Kades Harapkan Pembangunan Makin Meningkat

Berita Terbaru