6 Pelaku Rudapaksa Anak Lari, Polisi Diduga Lindungi

- Penulis Berita

Sabtu, 12 Juli 2025 - 11:49 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halmahera Selatan, Nalarsatu.com – Nasri Ode Sinta, ayah dari korban dugaan rudapaksa di wilayah Obi, Halmahera Selatan, mengungkapkan kejanggalan dalam proses awal pelaporan kasus yang dialaminya. Ia menilai respons polisi, khususnya anggota Polsek Obi bernama Rahman, berubah secara mencolok sejak pertama laporan ia masukkan pada 13 Juni 2025.

“Saat saya masukkan laporan, saya juga langsung serahkan barang bukti berupa video pemerkosaan anak saya ke Rahman,” kata Nasri saat ditemui Nalarsatu.com, Sabtu (12/7).

“Saat itu, dia (Rahman) bilang, ‘Ini kejahatan besar nih, tidak bisa dibiarkan. Bila perlu besok torang harus tangkap pelakunya.’”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mendengar pernyataan tersebut, Nasri mengaku langsung bersedia membantu menyediakan kendaraan laut, meski dengan anggaran seadanya, karena menurut Rahman Polsek Obi tidak memiliki armada laut untuk menjangkau lokasi pelaku.

Namun, keesokan harinya, 14 Juni, sikap Rahman disebut berubah drastis. Saat Nasri kembali ke Polsek untuk menanyakan perkembangan penangkapan, Rahman justru menyatakan belum bisa menangkap pelaku dalam waktu dekat.

“Dia bilang anak saya dan istri harus ke Bacan dulu untuk pemeriksaan di Polres. Dari situ saya mulai curiga, kenapa tiba-tiba komitmennya berubah,” ujarnya.

Nasri mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya telah mengantongi identitas dan lokasi beberapa terduga pelaku, hasil koordinasi dengan sepupunya yang merupakan seorang Babinsa. Bahkan, pada saat itu, dua dari para pelaku masih berada di Desa Alam Pelita.

“Saya sudah kasih tahu Rahman, kalau mau tangkap, sekarang saja, karena dua pelaku masih di sana. Jangan sampai mereka lari,” katanya. “Dan ternyata benar, sekarang semua pelaku sudah lari.”

Kemarahan juga datang dari Dabo, salah satu keluarga korban yang menyebut ketiga oknum polisi dari Polsek Obi sebagai dalang utama larinya para pelaku. Ia menuding ada unsur kesengajaan dan kelalaian dalam penanganan kasus yang seharusnya menjadi prioritas hukum.

“Kalau polisi serius, pelaku tidak mungkin sempat kabur. Ini sudah jelas-jelas ada video, ada saksi, ada lokasi, tapi malah disuruh tunggu-tunggu. Ini akal-akalan atau main mata?” ujar Dabo dengan nada tinggi Sabtu (12/7).

“Kami keluarga sangat kecewa. Ini bukan soal administrasi, ini soal masa depan anak kami yang dihancurkan, tapi justru dipermainkan.”

Pihak keluarga mendesak Kepolisian Daerah Maluku Utara hingga Mabes Polri untuk turun tangan mengevaluasi kinerja Polsek Obi, sekaligus memastikan proses penyelidikan oleh Propam berjalan objektif dan transparan. “Jika ini dibiarkan, berarti ada pembiaran terhadap kejahatan terhadap anak,” kata Dabo.

Hingga berita ini diturunkan, ketiga anggota Polsek Obi Rahman, Juned, dan Riki telah dipanggil dan diperiksa oleh Satuan Propam Polres Halmahera Selatan. Namun pihak kepolisian belum mengumumkan secara resmi hasil pemeriksaan tersebut.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polres Halsel Klarifikasi Dugaan Penganiayaan Warga oleh Oknum Polisi, Kasi Humas: Semua Laporan Akan Diproses Secara Objektif
BARAH Desak Polres Halsel Usut Dugaan Praktik Togel di Pulau Bacan
Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Ferdi Latumeten Lapor ke Polres Halsel Didampingi Tim Kuasa Hukum
Dugaan Pengeroyokan oleh Tiga Oknum Polisi, Warga Halsel Alami Luka-Luka
Jaringan Internet Obi Kerap Mati-Hidup, Asosiasi Dump Truck Ancam Gelar Mosi Tidak Percaya kepada Pemprov dan Pemda
Pemuda Merah Putih Minta Polisi Terapkan Pasal Berlapis dalam Kasus Dugaan Pelecehan di Kafe Bungalow 2
KJH FC Tancap Gas, Diler FC Kehabisan Bensin di Menit Akhir
DPRD Halsel Konsultasi ke RSUD Chasan Boesoirie, Cari Solusi Tunggakan Jaspel Nakes RSUD Labuha
Berita ini 135 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:40 WIT

Polres Halsel Klarifikasi Dugaan Penganiayaan Warga oleh Oknum Polisi, Kasi Humas: Semua Laporan Akan Diproses Secara Objektif

Selasa, 16 Juni 2026 - 09:55 WIT

BARAH Desak Polres Halsel Usut Dugaan Praktik Togel di Pulau Bacan

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:13 WIT

Diduga Dianiaya Oknum Polisi, Ferdi Latumeten Lapor ke Polres Halsel Didampingi Tim Kuasa Hukum

Selasa, 16 Juni 2026 - 05:02 WIT

Dugaan Pengeroyokan oleh Tiga Oknum Polisi, Warga Halsel Alami Luka-Luka

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:29 WIT

Jaringan Internet Obi Kerap Mati-Hidup, Asosiasi Dump Truck Ancam Gelar Mosi Tidak Percaya kepada Pemprov dan Pemda

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:53 WIT

KJH FC Tancap Gas, Diler FC Kehabisan Bensin di Menit Akhir

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:58 WIT

DPRD Halsel Konsultasi ke RSUD Chasan Boesoirie, Cari Solusi Tunggakan Jaspel Nakes RSUD Labuha

Rabu, 10 Juni 2026 - 03:49 WIT

Pemdes dan Masyarakat Moloku Gelar Doa Keselamatan HUT ke-23 Halmahera Selatan, Kades Harapkan Pembangunan Makin Meningkat

Berita Terbaru