Rp86 Miliar Mengendap, Proyek Pendidikan Mandek: Kadis Diduga Atur Tender!

- Penulis Berita

Senin, 21 Juli 2025 - 14:12 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUHA, Nalarsatu.com – Di balik tumpukan data anggaran dan seremonial perencanaan pembangunan, wajah sektor pendidikan Halmahera Selatan justru tampak muram. Hingga Juli 2025, realisasi anggaran Dinas Pendidikan Halsel tercatat baru menyentuh 12 persen dari total pagu sebesar Rp 86 miliar. Padahal, dana itu dialokasikan untuk lebih dari 600 paket kegiatan fisik di seluruh kecamatan.

Mandeknya proyek-proyek pendidikan ini bukan semata soal teknis. Dari dalam Dinas Pendidikan sendiri mencuat dugaan praktik intervensi oleh Kepala Dinas Siti Khodijah dalam proses pengadaan.

“Kalau bukan penyedia yang dekat dengan beliau, biasanya diblok. Tender dibatalkan, diganti, atau digeser diam-diam. Kami di dalam dinas tahu persis ini, tapi tidak berani bicara terbuka,” ujar seorang sumber internal yang meminta identitasnya dirahasiakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Praktik ini ditengarai menjadi penyebab utama tersendatnya pelaksanaan proyek-proyek sarana pendidikan, mulai dari pembangunan ruang kelas hingga rehabilitasi sekolah dasar. Para kontraktor yang semestinya bekerja, justru masih menunggu keputusan politik di belakang layar.

Sementara uang miliaran rupiah mengendap di kas daerah, kondisi di lapangan tak berubah. Sekolah-sekolah di wilayah Obi, Gane, dan Bacan Barat masih banyak yang rusak, beratap bocor, dan minim fasilitas belajar. Sementara itu, proses belajar-mengajar tetap berjalan dalam keterbatasan.

Sorotan tajam datang dari Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Maluku Utara, Said Alkatiri, yang mendesak Bupati Hasan Ali Basam Kasuba agar segera mengevaluasi kinerja Kadis Pendidikan.

“Kalau proyek terhambat hanya karena kepala dinas lebih sibuk atur siapa yang dapat jatah, ini bukan sekadar pelanggaran prosedur ini pengkhianatan terhadap nasib anak-anak kita,” tegas Said kepada media Senin (21/7).

Ia juga mengkritik hubungan emosional yang disebut-sebut melibatkan Kadis dan lingkaran elite Pemkab. Menurut Said, pembiaran atas praktik seperti ini hanya akan memperkuat budaya patronase dan memperburuk wajah birokrasi pendidikan Halsel.

Tak hanya eksekutif, sorotan juga diarahkan kepada DPRD Halsel, khususnya Komisi I yang membidangi pendidikan. Hingga saat ini, belum ada reaksi tegas yang terlihat, padahal kinerja dinas terus menuai keluhan.

“Legislatif tidak cukup hanya hadir dalam paripurna dan kunjungan kerja. Fungsi pengawasan itu harus menyentuh masalah riil. Kalau dana pendidikan tersandera dan DPRD ikut diam, publik berhak mempertanyakan keberpihakan mereka,” ujar Said.

Ia menegaskan bahwa stagnasi ini tak bisa dibiarkan berkepanjangan karena berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan dasar.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Dinas Pendidikan Siti Khodijah dan Ketua Komisi I DPRD Halsel belum memberikan tanggapan resmi atas dugaan intervensi proyek dan mandeknya realisasi anggaran.

LIRA mendesak Bupati Halsel untuk segera melakukan audit menyeluruh dan bersikap terbuka kepada publik.

“Ini bukan sekadar administrasi yang telat. Ini soal tata kelola yang pincang. Kalau dibiarkan, generasi Halsel yang akan membayar mahal,” tutup Said.

 

 

 

(Redaksi | Nalarsatu.com)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemuda Merah Putih Minta Polisi Terapkan Pasal Berlapis dalam Kasus Dugaan Pelecehan di Kafe Bungalow 2
KJH FC Tancap Gas, Diler FC Kehabisan Bensin di Menit Akhir
DPRD Halsel Konsultasi ke RSUD Chasan Boesoirie, Cari Solusi Tunggakan Jaspel Nakes RSUD Labuha
Pemdes dan Masyarakat Moloku Gelar Doa Keselamatan HUT ke-23 Halmahera Selatan, Kades Harapkan Pembangunan Makin Meningkat
HUT ke-23 Halmahera Selatan, Asosiasi Dump Truck Obi Siap Dukung Percepatan Pembangunan Daerah
Nuansa Religius Warnai Pernikahan Eka Saputra dan Satrina Sukardi Dom di Gane Barat Utara
Abdul Kadir Uswanas Terpilih Menjadi Ketua Umum BPD HIPMI Maluku Utara 2026–2029, Momentum Persatuan dan Kemajuan Pengusaha Muda
Junaidi Abusama: Persoalan RSUD Labuha Tak Kunjung Tuntas, Fraksi PKB Siap Dorong Pembentukan Pansus DPRD
Berita ini 248 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:26 WIT

Tebarkan Kepedulian, Ciptakan Kebersamaan, IARMI Maharuyung Jabodetabek Gelar Bakti Sosial di Momentum Iduladha

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:45 WIT

Bawa Nama Halsel ke Tingkat Nasional, Soleman Bobote Raih Penghargaan Bergengsi

Rabu, 8 April 2026 - 15:42 WIT

GMNI Desak Kapolri Evaluasi Wadir Intelkam Polda Malut, Diduga Lecehkan Marwah Organisasi

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:42 WIT

Rabu, 11 Februari 2026 - 03:25 WIT

Bupati Bassam Kasuba: Pers Garda Terdepan Lawan Hoaks dan Jembatan Suara Rakyat

Minggu, 8 Februari 2026 - 05:27 WIT

Munawir Resmi Nahkodai GMNI Halsel, Tegaskan Soliditas dengan DPP GMNI RI

Jumat, 6 Februari 2026 - 13:46 WIT

Ancaman Jutaan Ton Limbah Slag Nikel PT.Harita Group, Kesiapan Pengelolaan Dipertanyakan

Berita Terbaru