Sekretaris RSUD Labuha Diduga Monopoli Pengadaan Obat dan Alkes, Kejari Halsel Didesak Bertindak

- Penulis Berita

Kamis, 24 Juli 2025 - 06:44 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RSUD Labuha Halmahera Selatan (Foto/Nalarsatu.com)

RSUD Labuha Halmahera Selatan (Foto/Nalarsatu.com)

LABUHA, Nalarsatu.com – Dugaan praktik korupsi dalam pengadaan obat-obatan dan alat kesehatan (alkes) di RSUD Labuha, Halmahera Selatan, kembali mencuat. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Front Anti Korupsi Indonesia (FAKI) Provinsi Maluku Utara mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Halsel untuk segera memeriksa Sekretaris RSUD Labuha, La Ode Emi, yang diduga memonopoli proyek pengadaan demi keuntungan pribadi.

Desakan ini disampaikan langsung oleh Ketua FAKI Maluku Utara, Dani Haris Purnawan, kepada Nalarsatu.com, Rabu (16/7/2025). Ia menyebutkan bahwa proses pengadaan barang dan jasa untuk kebutuhan farmasi dan alkes di RSUD Labuha diduga sarat kepentingan pribadi dan jauh dari standar nasional.

“La Ode Emi diduga kuat memainkan peran sentral dalam seluruh proses pengadaan. Indikasinya, vendor-vendor penyedia obat dan alkes diganti dengan alasan tak jelas, demi mendapatkan fee proyek lebih besar. Dampaknya, mutu barang yang masuk ke rumah sakit sangat rendah, tidak memenuhi standar nasional,” ujar Dani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, sesuai ketentuan nasional, vendor obat untuk rumah sakit pemerintah haruslah Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang memiliki sertifikat Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dari BPOM. Vendor resmi seperti itu menjamin kualitas, keamanan, dan keandalan pasokan bagi pasien.

“Yang terjadi di RSUD Labuha justru sebaliknya. Obat dan alkes yang didatangkan kualitasnya di bawah standar. Jika ini terus dibiarkan, pasien yang dirawat bisa terancam nyawanya,” tegasnya.

Dani menjelaskan bahwa proses pemilihan vendor seharusnya mempertimbangkan legalitas, reputasi, sistem distribusi, hingga pelayanan yang cepat dan tanggap. Sayangnya, dalam kasus RSUD Labuha, aspek-aspek ini diduga diabaikan demi mengejar keuntungan dari proyek pengadaan.

Lebih jauh, FAKI menilai ada dugaan kuat bahwa pengelolaan anggaran pengadaan diintervensi oleh kepentingan pribadi, sehingga pihak manajemen RSUD melalui sekretaris rumah sakit memainkan skema pemilihan vendor tanpa transparansi. Hal ini berisiko tinggi terhadap keselamatan pasien dan merugikan keuangan negara.

“Jika Kejari Halsel tidak segera turun tangan, maka kami akan melaporkan kasus ini secara resmi ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara,” ancam Dani.

Sementara itu, Sekretaris RSUD Labuha, La Ode Emi, hingga berita ini ditayangkan, belum memberikan tanggapan. Dihubungi melalui saluran telepon pada Rabu (16/7/2025), ia enggan menjawab konfirmasi wartawan terkait tudingan yang diarahkan kepadanya.

Dugaan pengadaan obat dan alkes di bawah standar ini menambah daftar panjang sorotan publik terhadap tata kelola RSUD Labuha yang selama ini dinilai jauh dari profesional. Kini, publik menanti ketegasan Kejari

Redaksi/Nalarsatu.com

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemuda Merah Putih Minta Polisi Terapkan Pasal Berlapis dalam Kasus Dugaan Pelecehan di Kafe Bungalow 2
KJH FC Tancap Gas, Diler FC Kehabisan Bensin di Menit Akhir
DPRD Halsel Konsultasi ke RSUD Chasan Boesoirie, Cari Solusi Tunggakan Jaspel Nakes RSUD Labuha
Pemdes dan Masyarakat Moloku Gelar Doa Keselamatan HUT ke-23 Halmahera Selatan, Kades Harapkan Pembangunan Makin Meningkat
HUT ke-23 Halmahera Selatan, Asosiasi Dump Truck Obi Siap Dukung Percepatan Pembangunan Daerah
Nuansa Religius Warnai Pernikahan Eka Saputra dan Satrina Sukardi Dom di Gane Barat Utara
Abdul Kadir Uswanas Terpilih Menjadi Ketua Umum BPD HIPMI Maluku Utara 2026–2029, Momentum Persatuan dan Kemajuan Pengusaha Muda
Junaidi Abusama: Persoalan RSUD Labuha Tak Kunjung Tuntas, Fraksi PKB Siap Dorong Pembentukan Pansus DPRD
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:26 WIT

Tebarkan Kepedulian, Ciptakan Kebersamaan, IARMI Maharuyung Jabodetabek Gelar Bakti Sosial di Momentum Iduladha

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:45 WIT

Bawa Nama Halsel ke Tingkat Nasional, Soleman Bobote Raih Penghargaan Bergengsi

Rabu, 8 April 2026 - 15:42 WIT

GMNI Desak Kapolri Evaluasi Wadir Intelkam Polda Malut, Diduga Lecehkan Marwah Organisasi

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:42 WIT

Rabu, 11 Februari 2026 - 03:25 WIT

Bupati Bassam Kasuba: Pers Garda Terdepan Lawan Hoaks dan Jembatan Suara Rakyat

Minggu, 8 Februari 2026 - 05:27 WIT

Munawir Resmi Nahkodai GMNI Halsel, Tegaskan Soliditas dengan DPP GMNI RI

Jumat, 6 Februari 2026 - 13:46 WIT

Ancaman Jutaan Ton Limbah Slag Nikel PT.Harita Group, Kesiapan Pengelolaan Dipertanyakan

Berita Terbaru