Buruh PHK Hantam DPRD, Disnaketrans, dan Bupati Halsel: Diam Seribu Bahasa, Seperti Bawahan PT Wanatiara Persada

- Penulis Berita

Jumat, 1 Agustus 2025 - 10:43 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuha, Nalarsatu.com – Gelombang kemarahan terus bertambah dari kubu buruh korban PHK sepihak oleh PT Wanatiara Persada. Salah satu dari tiga korban pemecatan, Sardi Alham, angkat bicara dengan nada keras. Ia tak hanya menyindir DPRD Halmahera Selatan, tetapi juga secara terang-terangan menuding Bupati dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) tidak punya keberanian membela hak-hak pekerja.

“DPRD itu wakil rakyat atau wakil perusahaan? Bupati itu kepala daerah atau kepala cabang PT Wanatiara? Disnakertrans kerjanya apa? Kami dipecat tanpa perlawanan, semua diam, seolah jadi kaki tangan perusahaan!” tegas Sardi Alham dengan nada tinggi, Rabu (30/7/2025).

Tiga karyawan yang dipecat melalui SK PHK tertanggal 4 Mei 2024, yakni La Endang La Hara (SK No. 118), Eko Sugianto Sangka (SK No. 117), dan Sardi Alham (SK No. 116), menyebut pemutusan hubungan kerja dilakukan secara sepihak dan tanpa prosedur mediasi yang adil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sardi menyebut tidak ada satupun reaksi tegas dari pemerintah daerah, meski kasus ini sudah mencuat ke publik. Ia menilai diamnya DPRD, Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba dan Kepala Disnakertrans Noce Totononu sebagai bentuk pengkhianatan terhadap nasib buruh.

“Kalau kami pekerja lokal ditendang begitu saja, dan tak ada satu pun pejabat daerah bicara, ini bukan lagi pembiaran, tapi kolusi diam-diam. Rakyat kecil jadi tumbal investasi,” lanjut Sardi.

Menurutnya, harapan mereka kini hanya pada kuasa hukum dan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Ia menyebut langkah hukum adalah jalan terakhir karena negara dalam bentuk lokalnya Pemda Halsel telah gagal hadir.

“Pemda hanya kuat saat pidato di panggung 17-an atau kegiatan lainnya. Tapi begitu rakyat digilas tambang, semua bungkam. Jadi jangan heran kalau kami tak lagi percaya mereka. Yang kami percaya kini hanya pengacara,” pungkasnya dengan marah.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemuda Merah Putih Minta Polisi Terapkan Pasal Berlapis dalam Kasus Dugaan Pelecehan di Kafe Bungalow 2
KJH FC Tancap Gas, Diler FC Kehabisan Bensin di Menit Akhir
DPRD Halsel Konsultasi ke RSUD Chasan Boesoirie, Cari Solusi Tunggakan Jaspel Nakes RSUD Labuha
Pemdes dan Masyarakat Moloku Gelar Doa Keselamatan HUT ke-23 Halmahera Selatan, Kades Harapkan Pembangunan Makin Meningkat
HUT ke-23 Halmahera Selatan, Asosiasi Dump Truck Obi Siap Dukung Percepatan Pembangunan Daerah
Nuansa Religius Warnai Pernikahan Eka Saputra dan Satrina Sukardi Dom di Gane Barat Utara
Abdul Kadir Uswanas Terpilih Menjadi Ketua Umum BPD HIPMI Maluku Utara 2026–2029, Momentum Persatuan dan Kemajuan Pengusaha Muda
Junaidi Abusama: Persoalan RSUD Labuha Tak Kunjung Tuntas, Fraksi PKB Siap Dorong Pembentukan Pansus DPRD
Berita ini 191 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 04:26 WIT

Tebarkan Kepedulian, Ciptakan Kebersamaan, IARMI Maharuyung Jabodetabek Gelar Bakti Sosial di Momentum Iduladha

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:45 WIT

Bawa Nama Halsel ke Tingkat Nasional, Soleman Bobote Raih Penghargaan Bergengsi

Rabu, 8 April 2026 - 15:42 WIT

GMNI Desak Kapolri Evaluasi Wadir Intelkam Polda Malut, Diduga Lecehkan Marwah Organisasi

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:42 WIT

Rabu, 11 Februari 2026 - 03:25 WIT

Bupati Bassam Kasuba: Pers Garda Terdepan Lawan Hoaks dan Jembatan Suara Rakyat

Minggu, 8 Februari 2026 - 05:27 WIT

Munawir Resmi Nahkodai GMNI Halsel, Tegaskan Soliditas dengan DPP GMNI RI

Jumat, 6 Februari 2026 - 13:46 WIT

Ancaman Jutaan Ton Limbah Slag Nikel PT.Harita Group, Kesiapan Pengelolaan Dipertanyakan

Berita Terbaru