Aktivis Perempuan Kritik Konsep “Indonesia Emas”: Jangan Jadikan Pertambangan Sebagai Jalan Penjajahan Baru

- Penulis Berita

Rabu, 24 September 2025 - 09:59 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Halsel, Nalarsatu.com – Aktivis perempuan dan mantan Ketua Bidang Kesarinian GMNI Cabang Manado 2019 Vania, menyoroti konsep Indonesia Emas yang menurutnya justru semakin menjauhkan rakyat dari kesejahteraan sejati. Ia menilai jargon pembangunan nasional itu hanya menjadi legitimasi untuk membuka ruang eksploitasi sumber daya alam, termasuk di Maluku Utara.

“Inikah yang dimaksud Indonesia Emas? Memangnya rakyat Indonesia makan emas? Atau orang Maluku, orang Timur biasa makan emas dan nikel? Para pahlawan dulu berjuang dengan darah, Bung Karno berkeliling Indonesia membangun persatuan melawan penjajah. Tapi sekarang, para pemangku kebijakan justru merancang penjajahan gaya baru atas nama Indonesia Emas,” tegas Vania.

Ia mencontohkan keberadaan PT TUB, perusahaan tambang di Halmahera Barat, yang menurutnya bukan solusi untuk penyediaan lapangan kerja. Justru, kata Vania, izin pertambangan akan merusak ruang hidup masyarakat lokal yang bergantung pada alam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Gubernur Maluku Utara harus benar-benar memahami arti dari Ibu dan Alam. Bumi adalah sosok yang memberi kehidupan, layaknya seorang ibu yang melindungi dan memelihara. Di Halbar, khususnya Loloda, masyarakat hidup dari hutan, laut, dan tanah. Itu sumber pangan dan penghidupan mereka. Mengizinkan eksploitasi berarti memutus hubungan mereka dengan alam,” ungkapnya.

Vania menambahkan, kerusakan lingkungan akibat eksploitasi tambang bukan lagi sebatas isu, tetapi kenyataan yang bisa dilihat dari bencana alam yang datang silih berganti.

“Tidak ada kemajuan yang lahir dari izin tambang. Itu bukan solusi kesejahteraan masyarakat. Justru sistem kapitalisme yang ditopang oleh kuasa ilmu pengetahuan membuat Ibu Pertiwi bersedih. Kebijakan yang diambil bukan untuk rakyat, melainkan untuk kepentingan modal,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemdes dan Masyarakat Moloku Gelar Doa Keselamatan HUT ke-23 Halmahera Selatan, Kades Harapkan Pembangunan Makin Meningkat
HUT ke-23 Halmahera Selatan, Asosiasi Dump Truck Obi Siap Dukung Percepatan Pembangunan Daerah
Nuansa Religius Warnai Pernikahan Eka Saputra dan Satrina Sukardi Dom di Gane Barat Utara
Abdul Kadir Uswanas Terpilih Menjadi Ketua Umum BPD HIPMI Maluku Utara 2026–2029, Momentum Persatuan dan Kemajuan Pengusaha Muda
Junaidi Abusama: Persoalan RSUD Labuha Tak Kunjung Tuntas, Fraksi PKB Siap Dorong Pembentukan Pansus DPRD
Satpol PP Halsel Razia Tempat Hiburan Malam, Lima LC Diamankan dan Dibina
PT Wijaya Kencana dan PT Poleko Yubarson Salurkan Pupuk Organik, Dukung Ketahanan Pangan Petani Obi
BARAH dan ASLAD Semprot Harita Group: Janji Pelabuhan Speed Boat Tak Kunjung Terwujud, Massa Siap Turun Besar-Besaran
Berita ini 123 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 03:49 WIT

Pemdes dan Masyarakat Moloku Gelar Doa Keselamatan HUT ke-23 Halmahera Selatan, Kades Harapkan Pembangunan Makin Meningkat

Minggu, 7 Juni 2026 - 01:43 WIT

HUT ke-23 Halmahera Selatan, Asosiasi Dump Truck Obi Siap Dukung Percepatan Pembangunan Daerah

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:58 WIT

Nuansa Religius Warnai Pernikahan Eka Saputra dan Satrina Sukardi Dom di Gane Barat Utara

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:12 WIT

Abdul Kadir Uswanas Terpilih Menjadi Ketua Umum BPD HIPMI Maluku Utara 2026–2029, Momentum Persatuan dan Kemajuan Pengusaha Muda

Senin, 1 Juni 2026 - 01:36 WIT

Satpol PP Halsel Razia Tempat Hiburan Malam, Lima LC Diamankan dan Dibina

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:53 WIT

PT Wijaya Kencana dan PT Poleko Yubarson Salurkan Pupuk Organik, Dukung Ketahanan Pangan Petani Obi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:40 WIT

BARAH dan ASLAD Semprot Harita Group: Janji Pelabuhan Speed Boat Tak Kunjung Terwujud, Massa Siap Turun Besar-Besaran

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:26 WIT

Kepala ULP PLN Saketa Angkat Bicara Soal Beban Listrik dan Masa Depan Infrastruktur Energi

Berita Terbaru