LABUHA, Nalarsatu – Politik di Halmahera Selatan kembali bertambah buruk. Di tengah polemik hukum pelantikan empat kepala desa yang telah dibatalkan oleh putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Ambon, publik justru dikejutkan dengan momen makan malam antara Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, dan sejumlah anggota DPRD Halsel di kediaman Bupati pada Kamis malam (9/10/2025) sekitar pukul 20.00 WIT.
Pertemuan yang dikemas dalam suasana santai itu langsung memantik kecaman keras dari Barisan Rakyat Halmahera Selatan (BARAH). Mereka menilai jamuan tersebut mencederai marwah DPRD sebagai lembaga pengawasan dan memperlihatkan adanya “politik meja makan” di balik kisruh pemerintahan desa.
Fungsionaris BARAH, M. Ikbal Kadoya, SH, dengan nada tajam menyebut pertemuan itu sebagai bentuk pengkhianatan terhadap fungsi kontrol DPRD.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sangat disayangkan. Di saat publik menunggu sikap tegas DPRD atas pelanggaran hukum oleh Bupati terkait pelantikan empat kades yang sudah dibatalkan pengadilan, justru sebagian anggota DPRD memilih duduk makan malam di rumah Bupati. Ini bukan silaturahmi, tapi pertunjukan runtuhnya marwah lembaga legislatif,” tegas Ikbal kepada Nalarsatu.com, Kamis malam (9/10)
Menurut Ikbal, tindakan tersebut memberi kesan kuat bahwa sebagian anggota DPRD telah “lumpuh oleh kenyamanan” dan kehilangan independensi dalam menjalankan fungsi pengawasan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
“Kalau daerah ini diatur dan dibicarakan di atas meja makan antara eksekutif dan legislatif, maka rusaklah negeri ini. DPRD seharusnya berdiri di depan rakyat, bukan duduk di meja yang sama dengan kepala daerah yang tengah bermasalah hukum,” tambahnya.
BARAH menilai, pertemuan malam ini seolah menjadi simbol kompromi diam-diam antara dua lembaga penyelenggara pemerintahan yang semestinya saling mengawasi, bukan saling melindungi. Sikap DPRD yang tidak bersuara keras terhadap pelanggaran hukum oleh eksekutif mempertegas adanya krisis integritas politik di internal parlemen Halsel.
“Publik butuh kejelasan sikap DPRD terhadap kasus empat kades. Tapi yang terjadi justru sebaliknya mereka larut dalam jamuan makan malam seolah negeri ini tak punya masalah. Ini benar-benar ironi,” tutup Ikbal.
Menariknya, sumber internal di lingkaran Bupati Halsel saat dikonfirmasi Nalarsatu.com membenarkan adanya makan malam bersama antara Bupati dan beberapa anggota DPRD Halsel.
“Benar, memang ada pertemuan dan makan bersama di kediaman Bupati malam ini. Tapi suasananya santai saja, hanya obrolan ringan,” ujar sumber internal tersebut yang enggan disebut namanya.











