Dana Bagi Hasil Miliaran Diduga Dikorupsi, Praktisi Hukum Desak Kapolda Tetapkan Kades Kawasi Tersangka

- Penulis Berita

Senin, 13 Oktober 2025 - 11:24 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE, Nalarsatu.com – Praktisi hukum Maluku Utara, Safri Nyong S.H, mendesak keras Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Drs. Waris Agono, M.Si. untuk segera menetapkan Kepala Desa Kawasi, Arifin Saroa, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Dana Bagi Hasil (DBH) sektor pertambangan.

Safri menegaskan, laporan resmi atas dugaan penyimpangan dana desa itu sudah masuk di Polda Maluku Utara dan kini tengah berada pada tahap penyelidikan. Ia menilai unsur pidana korupsi dalam kasus ini sudah terang-benderang.

“Ini bukan gosip, bukan isu. Laporan resmi sudah diterima dan Polda sudah bergerak. Unsur pidana korupsi sangat jelas. Kami mendesak Kapolda segera tetapkan tersangka,” tegas Safri Senin (13/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan korupsi DBH Desa Kawasi bukan lagi cerita pinggir jalan. Polda Maluku Utara melalui Ditreskrimsus sudah mengeluarkan surat pemanggilan resmi saksi dan permintaan dokumen penting.

Surat bernomor B/639/VII/2025/Ditreskrimsus, tertanggal Juli 2025 itu, dikeluarkan oleh Unit III Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Malut. Isinya: pemanggilan salah satu saksi untuk diperiksa terkait dugaan penyalahgunaan Dana Bagi Hasil Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Tahun 2024.

“Polda sudah lakukan pulbaket. Ini sinyal kuat bahwa kasus ini tidak main-main,” ujar Safri.

Desa Kawasi tercatat sebagai penerima Dana Bagi Hasil tertinggi di Kabupaten Halmahera Selatan lebih dari Rp 5 miliar pada tahun 2024. Namun ironisnya, warga tidak pernah tahu uang itu digunakan untuk apa.

“Uang miliaran masuk, tapi tak ada laporan, tak ada musyawarah, dan warga sama sekali tidak merasakan manfaatnya,” tegas Safri.

Ia menilai, kondisi ini bukan hanya janggal, tapi sudah masuk kategori pelanggaran serius atas prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Dugaan penyimpangan yang disorot Safri antara lain:

Tidak pernah dilakukan musyawarah desa

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tidak dilibatkan

Tidak ada laporan pertanggungjawaban keuangan

Pengelolaan dana bersifat tertutup

Dugaan aliran dana ke pihak tertentu

Program pembangunan tidak sesuai penggunaan anggaran

“Semua indikator korupsi terpenuhi. Ini bukan kesalahan administrasi, ini perampokan uang rakyat secara sistematis,” tegas Safri.

Safri menilai, praktik ini berpotensi melanggar banyak aturan hukum, di antaranya:

UU Tipikor:

Pasal 2 ayat (1) – perbuatan merugikan keuangan negara

Pasal 3 penyalahgunaan kewenangan

Pasal 8 penggelapan dalam jabatan

KUHP Pasal 421  penyalahgunaan kekuasaan

UU Desa No. 6 Tahun 2014:

Pasal 24 asas transparansi dan akuntabilitas

Pasal 26 ayat (4)  kewajiban laporan keuangan

Permendagri No. 20 Tahun 2018 – kewajiban musyawarah dan pelaporan anggaran

“Kalau unsur ini tidak cukup buat menetapkan tersangka, lalu apa lagi yang ditunggu?” sindir Safri.

Safri memastikan, warga Desa Kawasi siap menjadi saksi dan memberikan keterangan di hadapan penyidik Polda Malut.

Menurutnya, masyarakat sudah lama menjadi korban dari pengelolaan dana desa yang tidak transparan.

“Warga sudah muak. Mereka siap bersuara karena mereka korban langsung dari permainan anggaran ini,” tegasnya.

Safri mendesak Kapolda Maluku Utara untuk bertindak tegas dan cepat dengan langkah konkret:

1. Naikkan status kasus ke penyidikan

2. Tetapkan Arifin Saroa sebagai tersangka

3. Lakukan audit aliran dana dan aset desa

4. Usut semua pihak yang ikut bermain

5. Lindungi saksi dan pelapor dari intimidasi

“Ini uang rakyat, bukan uang pribadi. Kapolda harus berani! Jangan tunggu tekanan publik lebih besar,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Kawasi, Arifin Saroa, belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan tersebut. Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan pun belum mengeluarkan pernyataan sikap.

Safri menegaskan, penanganan kasus ini bisa menjadi preseden nasional dalam pengawasan dana desa di wilayah kaya tambang.

“Jika Desa penerima DBH tertinggi saja bisa diperiksa, maka kepala desa lain akan berpikir seribu kali sebelum bermain dengan uang negara,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

RDP DPRD Halsel: Kades Soligi Tegaskan Lahan Alimusu Masuk Wilayahnya, 7 Fraksi Desak Pembentukan Tim Sengketa
Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan
Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan
Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan
Israel Sahkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Ketua Umum PB PII: Indonesia Harus Serukan Penolakan
Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar
Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan
Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 08:41 WIT

RDP DPRD Halsel: Kades Soligi Tegaskan Lahan Alimusu Masuk Wilayahnya, 7 Fraksi Desak Pembentukan Tim Sengketa

Jumat, 3 April 2026 - 16:13 WIT

Untuk Menjaga Stabilitas, Rampai Nusantara Malut Dorong Pembentukan Pos Keamanan

Jumat, 3 April 2026 - 11:59 WIT

Terbongkar! 7 Hektare Lahan Diduga Dijual Tanpa Sepengetahuan Pemilik, GMNI dan BARAH Ungkap Fakta Lapangan

Kamis, 2 April 2026 - 07:45 WIT

Warga Halsel Keluhkan Pelayanan Tiket KM Satria 99 Expres, Diduga Tidak Transparan

Senin, 30 Maret 2026 - 01:39 WIT

Tes Kemampuan Akademik di Ponpes Salafi’iyah Al Khairaat Maffa Berjalan Lancar

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:56 WIT

Datangi Bupati dan DPRD Halsel Senin Besok, Keluarga Alimusu Mencari Keadilan

Rabu, 25 Maret 2026 - 14:45 WIT

Alimusu Polisikan PT TBP (Harita Group) dan Kades Kawasi, Barah–GMNI Turun Gunung Kawal Dugaan Mafia Lahan

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:52 WIT

Alimus Tempuh Jalur Hukum, Dugaan Penyerobotan Lahan dan Penipuan Dilaporkan ke Polres Halsel

Berita Terbaru